Pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Mahasiswa KKNT Membuat Modul dan Memberikan Edukasi Terkait K3 dalam Proses Membatik

Sumber: dokumen pribadi

Cibelok (15/8/2022) – Dalam membuat batik, memerlukan proses yang cukup panjang dan waktu yang lama. Beberapa tahapan dalam membatik yaitu membuat pola dengan mencanting, mewarnai dengan teknik mencolet maupun mencelup, mengeringkan kain, dan ngelorod malam pada kain. Proses-proses ini memiliki resiko tersendiri untuk kesehatan dan keselamatan para pekerja.

Saat proses mencanting, kulit tangan rentan terkena malam panas yang dapat menyebabkan kulit melepuh dan terluka. Pada proses mewarnai, umumnya pewarna yang digunakan yaitu naftol dan remasol. Dimana kedua pewarna ini dapat menyebabkan penyakit kulit seperti dermatitis dan juga gangguan pernapasan. Selanjutnya pada proses ngelorod dimana kain dicelupkan pada air mendidih yang juga berisiko menyebabkan kulit tangan atau bagian tubuh lainnya melepuh karena terkena air panas.

Setiap pekerja, memiliki hak untuk memperoleh kesehatan dan keselamatan saat bekerja tidak terkecuali para pengrajin batik. Oleh karena itu, mahasiswa KKNT Undip periode 2022 memberikan edukasi dan modul kepada pemiliki UMKM untuk memperhatikan K3 yang ada di perusahaan. Modul juga dapat digunakan oleh pemilik UMKM untuk mengedukasi para pekerja baru agar tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja.

Penulis: Farika Agni Hotri, Mahasiswa S-1 Psikologi, Fakultas Psikologi, KKN Tematik Universitas Diponegoro 2022, Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Dosen Pembimbing: Ir. RTD Wisnu Broto, M.T.