Turut Membantu Mengurangi Kurangnya Ruang Terbuka Hijau, Mahasiswa Undip Bersama Innovillage Ajak Masyarakat Implementasikan Inovasi Wallware

IMG-20211120-171124

Menurut Budi Prakosa selaku Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Semarang, pada salah satu koran harian, luas RTH Kota Semarang seluas 7,5 persen dari luasan Kota Semarang 373,67 hektar data tahun 2013. Sedangkan untuk saat ini terdapat lahan terbangun yang mendominasi ruang perkotaan Semarang sebesar 40,70 %. Kondisi tersebut belum memenuhi target yang ditentukan undang-undang, yakni 10% untuk ruang terbuka hijau privat serta 20% untuk ruang terbuka hijau publik. Kota Semarang sendiri dapat dinilai sudah sangat padat sehingga mengurangi ruang terbuka hijau (RTH). Berdasarkan Undang-Undang 32/2009 ditetapkan minimal RTH mencapai sebesar 30% dari luas kota, namun data tahun 2019 menyatakan hanya 12 dari 174 kota (6,9%) di Indonesia yang memenuhi persyaratan tersebut.

IMG-20211015-104105

Salah satu yang merasakan dampak kurangnya ruang terbuka hijau adalah kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara. Selain itu, akibat adanya COVID-19 memberikan dampak lain terhadap perekonomian masyarakat di kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara. Masyakarat tersebut harus melakukan tindakan perbaikan perekonomian khususnya di bidang pangan di saat munculnya kebijakan untuk tetap di rumah (stay at home).

IMG-20211105-172605

Oleh sebab itu, mahasiswa Undip bersama Innovillage 2021 menciptakan inovasi Wallware-Wall Gardening Berbasis Arduino Software dengan Hydrogel Sebagai Media Tanamnya Dilengkapi Interactive Website Design Provider Solusi Permasalahan Ruang Terbuka Hijau Di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara.

IMG-20211105-163319

Innovillage sendiri merupakan kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital, dengan tujuan menggugah seluruh mahasiswa/mahasiswi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat desa melalui inovasi-inovasi digital yang aplikatif, dengan memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga tercipta kemanfaatan sosial dan peningkatan ekonomi yang terukur. Program ini jug termasuk wujud nyata penerapan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dalam melahirkan talenta-talenta digital masa depan menuju Indonesia Maju. Berdasarkan program Innovillage 2021, kolaborasi Telkom University (Tel-U) dengan PT Telkom Indonesia, membuat mahasiswa Undip yang berpartisipasi di dalamnya bisa membantu mengurangi permasalahan Ruang Terbuka Hijau melalui inovasi Wallware di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara sebab berhasil masuk TOP 120 Innovillage yang layak menerima pendanaan serta bisa menjadikan programnya sebagai KKN Tematik dengan jangka waktu penerjunan di tanggal 10 Oktober sampai 20 November tahun 2021.

IMG-20211120-172231

Wallware sendiri juga memanfaatkan hydrogel untuk pembuatan media tanam wall gardening berbasis Arduino Software sebagai sistem perawatannya. Program ini dapat digunakan sebagai solusi untuk masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat di tengah pandemi COVID-19 sekaligus menambah jumlah RTH di wilayah yang ditargetkan. Inovasi ini merupakan sebuah kegiatan yang berkaitan dengan penanaman dengan sistem vertical garden yang lebih mudah dan fleksibel dalam perawatannya. Yakni dengan menanam tanaman atau berhuma dengan memanfaatkan hydrogel sebagai media tanamnya dan adruino software sebagai sistem perawatannya. Selain sederhana, hasil dari kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan penanaman pribadi bahan makanan kali ini, membuat masyarakat menjadi lebih produktif sebab mampu menghasilkan tanaman obat, tanaman rambat berpotensi jual, hingga sayuran yang dapat dikonsumsi. Selain itu, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sarana edukasi oleh orang tua kepada anaknya berkaitan dengan sistem kerja perawatan tanaman serta manfaatnya. Kegiatan ini juga terbukti mampu menyumbangkan oksigen (O2) yang berasal dari tumbuhan pada wall garden.

IMG-20211019-173653

Dimulai dari penyususnan rencana anggaran biaya atau RAB dan diskusi proyek bersama masyarakat, membuat penyusunan Wallware bisa berjalan dengan lancar. Selain bisa mempercantik wilayah sekitar, adanya wall garden juga berhasil memberikan hasil tanaman berupa tanaman hias, sayuran, dan tanaman obat sebagaimana yang dibutuhkan masyarakat. Dalam prosesnya, pembangunan wall garden serta pencerdasan terkait pentingnya menjaga ruang terbuka hijau di Bulu Lor, Semarang juga didukung oleh pemerintah Kota Semarang seperti Wakil Wali Kota Semarang dan Dinas Pertanian Kota Semarang.
Terkait perkembangan selanjutnya, kami bersama masyarakat Bulu Lor, Semarang melibatkan website design provider yang menerima respon masyarakat lain secara intensif terkait kebutuhan wall gardening untuk luas dinding tertentu, rekomendasi desain wall gardening, hingga layanan konsultasi terkait kebutuhan wall gardening paling sederhana apa saja bagi masyarakat yang memintanya.

IMG-20211120-161752

Bersama dengan tim, kami mengadakan pencerdasan terhadap masyarakat sekitar terkait pelaksanaan, penerapan, hingga perawatan dari inovasi Wallware itu sendiri supaya tetap berkelanjutan.