Sukseskan BIAN, Mahasiswa KKN UNDIP Giatkan Penyuluhan Pentingnya Imunisasi

Cilacap (20/08/2022) – Dalam rangka meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat, upaya edukasi terus dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Undip X Unicef. Tema yang diusung kali ini yaitu “Percepatan Imunisasi dalam Rangka Mendukung Program KEJAR dan BIAN Tahun 2022”.

Terpenuhinya hak-hak anak untuk tumbuh sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sudah diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Selama pandemi COVID-19, terjadi penurunan dalam jumlah anak yang menerima imunisasi dikarenakan pembatasan mobilitas dan terganggunya layanan kesehatan esensial. Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) adalah kegiatan pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela dan pemberian Imunisasi Kejar pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Vaksin yang diberikan pada saat BIAN yaitu Vaksin Campak-Rubela, Vaksin Polio (OPV dan IPV), dan Vaksin Pentavalent (DPT-HB-Hib).

Agar anak bisa mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan, tenaga kesehatan kerap mengingatkan orang tua dan keluarga tentang jadwal kunjungan anak ke Puskesmas atau Posyandu. Dengan adanya permasalahan tersebut maka sangat perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dalam rangka menyukseskan BIAN di Desa Karanggintung sebagai wilayah KKN penulis.

Penyuluhan pentingnya imunisasi kepada orang tua dan kader kesehatan RW 04 di Posyandu Flamboyan V

Penyuluhan dilakukan dengan sasaran berupa ibu atau orang tua yang memiliki anak usia baduta (0-24 bulan) maupun balita yang menjadi cakupan imunisasi BIAN dan kader kesehatan wilayah RW 04 Posyandu Flamboyan V, Desa Karanggintung pada 20 Agustus 2022. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu untuk memberikan informasi terkait program BIAN tahun 2022, serta manfaat, sasaran, tempat, dan waktu pelaksanaan imunisasi secara umum. Penulis juga menjelaskan terkait KIPI dan Multiple Injection, serta mengarahkan ibu bayi untuk melakukan imunisasi sesuai jadwal bagi yang belum melaksanakan imunisasi.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan penulis pada Sabtu pagi dengan dihadiri oleh orang tua anak yang berjumlah 20 orang dan kader kesehatan yang berjumlah 4 orang, sehingga total peserta berjumlah 24 orang. Sebelum sesi dimulai, peserta diberi leaflet berupa penjelasan singkat dari materi yang akan dijelaskan supaya dapat dibaca dan lebih jelas. Pada kegiatan tersebut, peserta mendengarkan dan menyimak materi dan penjelasan yang diberikan melalui powerpoint. Peserta yang hadir antusias yang dibuktikan dengan pertanyaan mengenai materi yang disampaikan.

Pembagian leaflet tentang imunisasi kepada peserta

Pembuatan poster terkait BIAN dan imunisasi juga dilakukan guna mendukung kegiatan penyuluhan ini dan memperluas sasaran. Poster diserahkan kepada pihak Puskesmas Gandrungmangu 2 dan dipasang di papan informasi.

Dengan dilakukannya serangkaian penyuluhan imunisasi tersebut, diharapkan para orang tua dapat menyadari tentang pentingnya memberikan imunisasi secara lengkap pada anak, agar terhindar dari berbagai penyakit yang seharusnya bisa dihindari/dicegah dengan diberikannya imunisasi (PD3I).

“Alhamdulillah, ibu-ibu di sini banyak yang hadir sehingga bisa mendapatkan penjelasan tentang imunisasi dan jadwalnya karena materinya sangat penting” ujar salah satu kader kesehatan. Peran kader kesehatan yang ada di setiap desa/kelurahan juga sangat vital dalam menyampaikan pentingnya imunisasi kepada warga, sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi.

Penulis: Hasna Nur Amalia

DPL: Novia Handayani, S.KM., M.A., M.Kes. dan Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T.