SOSIALISASI MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT DI DESA GEMPOL, KECAMATAN KARANGANOM

Mahasiswa KKN Tematik Undip membantu Pak Eddy dan Ibu Ponirah dalam menurunkan sampah yang sudah diangkut.

Desa Gempol merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Desa Gempol sendiri merupakan salah satu desa wisata yang memiliki ciri khas sendiri yaitu dengan banyaknya pertanian organik dan adanya sebuah komunitas yang peduli terhadap lingkungan yang dikenal sebagai Komunitas Omah Limbah.

Desa Gempol ini merupakan sebuah desa asri yang mampu memanjakan mata para wisatawan karena dikelilingi oleh lahan pertanian yang luas, pohon yang rindang, dan sumber mata air yang segar. Namun dengan keindahan yang terpampang secara nyata itu, masih meninggalkan jejak berupa aktivitas yang mampu mencemari lingkungan. Kegiatan itu bernama pembuangan limbah secara liar.

Selama melakukan pengamatan di lapangan, sering ditemukan sebagian para warga di Desa Gempol masih ada yang membuang limbah di sungai, kali, atau tanah yang lapang. Hal ini dapat memberikan dampak terburuk bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Inilah yang membuat Mateus Eddy Nugroho membuat sebuah komunitas bernama Omah Limbah. Ia bersama istrinya, Ponirah, mengembangkan komunitas ini demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam mendirikan komunitas Omah Limbah ini, Pak Eddy menggunakan jargon berupa “ngruwat ngrawat jagad“. ┬áJargon ini memiliki arti bahwa dengan membuang limbah pada tempatnya secara benar, itu berarti sudah berupaya menjaga dunia dari segala keburukan. Kegiatan yang biasa mereka lakukan adalah memungut limbah rumah tangga di seluruh dukuh yang berada di Desa Gempol. Mahasiswa KKN Tematik Undip turut serta mengambil sampah ke rumah warga bersama Pak Eddy dan Ibu Ponirah. Total yang diambil berjumlah 111 kepala keluarga yang tersebar secara merata. Pak Eddy menyatakan bahwa warga yang sadar tentang pentingnya mengelola limbah rumah tangga masih sekitar 15%-20% dari keseleuruhan warga yang ada di Desa Gempol yang mencapai 2200 jiwa.

Atas latar belakang dan fakta yang terjadi di lapangan, maka diperlukan upaya untuk mengubah persepsi atau pandangan masyarakat dalam membuang limbah rumah tangganya. Upaya yang dilakukan melalui program kerja sosialisasi yang ditujukan kepada warga dan pembuatan draft proposal peraturan desa mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.

Program ini dimulai dengan mengunjungi Plt Kepala Desa Gempol Bapak Isdianto, yang menyampaikan maksud tujuan berupa peraturan desa yang mengatur pengelolaan limbah rumah tangga. Lalu berkunjung dukuh Gempol untuk menemui RT 05 dan RT 06 yang bermaksud untuk melaksanakan sosialisasi mengenai menjaga lingkungan dan pengelolaan limbah ke warga dukuh Gempol.

Foto bersama Mahasiswa KKN Tematik Undip dengan Ketua RT 05 Bapak Sartono dan RT 06 Bapak Rusilo Dukuh Gempol, Desa Gempol.

Materi sosialisasi ini mencakup mengenai pembahasan seputar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan dampaknya apabila limbah rumah tangga tidak dikelola dengan baik.

Mahasiswa KKN Tematik Undip 2022 melaksanakan sosialisasi kepada warga Dukuh Gempol, Desa Gempol secara door to door.

Pelaksanaan program kali ini dibagi menjadi dua, yaitu program sosialisai kepada warga diadakan pada 29 Oktober 2022  yang dilakukan secara door to door dan pengajuan rancangan peraturan desa ke Plt Kepala Desa Gempol pada 31 Oktober 2022. 

Warga Dukuh Gempol sangat antusias mengikuti sosialisasi ini dan mendapatkan pujian dari RT 05 dan RT 06 Dukuh Gempol atas bantuannya melaksanakan sosialisasi kepada warganya. Begitu pula saat pengajuan draft rancangan peraturan desa kepada Plt Kepala Desa. Beliau mengucapkan terima kasih dan akan mempertimbangkan isi dari draft tersebut dalam pembuatan peraturan desa pada tahun 2023 nanti.