Home » beranda » Desa Pucungrejo Selenggarakan Forum Group Discustion Pupera

Desa Pucungrejo Selenggarakan Forum Group Discustion Pupera

Muntilan – Sabtu (6/8), bertempatan di Balai Desa Pucungrejo diselenggarakan Forum Group Discustion Pupera II (FGD Pupera II). Acara ini dihadiri oleh 11 kepala Dusun di Desa Pucungrejo. FGD kali ini bertujuan untuk menjabarkan hasil-hasil survei dan penilaian terhadap kawasan pemukiman kumuh dari mahasiswa KKN. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pucungrejo dan Koor Pupera dari Tim KKN Undip ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Dalam kesempatan ini diawali oleh sambutan Koordinator Desa Pucungrejo, kemudian sambutan oleh Kepala Desa Pucungrejo dan pemaparan hasil survei oleh TIM KKN II Undip. Dalam survei tersebut, mahasiswa mensurvei wilayah Dusun Pandansari. Dusun ini masih tergolong dalam Dusun yang memiliki lingkungan kumuh. Terdapat tujuh indikator yang disurvei dan dinilai oleh mahasiswa. Yaitu mengenai bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, air minum, pengolahan sampah, pengolahan air limbah, dan proteksi kebakaran. Dari ketujuh indikator tersebut, wilayah Dusun Pandansari masih kurang memenuhi syarat sehingga masih tergolog lingkungan kumuh. Misalkan dari indikator jalan lingkungan, di Dusun Pandansari memiliki jalan yang relatif sempit dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Selain itu dari segi air minum, banyak sumur-sumur sumber air minum terletak berdekatan dengan WC, atau dengan pembuangan limbah sehingga kualitas dari air tersebut menjadi buruk dan kurang layak minum, dan hal tersebut juga berlaku di indikator-indikator lain.

Setelah dijabarkan semua hasil survei dan penilaian dari TIM II KKN Undip tersebut, digelarlah sesi diskusi dan tanya jawab antar Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Mahasiswa. Dalam kesempatan ini semua peserta ikut aktif dalam berdiskusi, mereka mendiskusikan bagaimana solusi yang terbaik untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan tersebut.

Dengan dilakukannya FGD PUPERA yang kedua ini membantu warga desa khususnya Kepala Desa dan para Kepala Dusun untuk mengetahui bagaimana keadaan Dusun yang tergolong kumuh di desa mereka. Dan diharapkan pula masalah ini bisa segera teselesaikan, serta diharapkan agar pemerintah dapat membantu menangani permasalahan tersebut.

 

1