Home » Lokasi KKN » Kab. Kendal » Pelatihan dari Hulu ke Hilir Mengembangkan Potensi Lokal Desa Mlatiharjo

Pelatihan dari Hulu ke Hilir Mengembangkan Potensi Lokal Desa Mlatiharjo

DESA MLATIHARJO, KECAMATAN PATEAN 05/02/2019 Tim KKN UNDIP Desa Mlatiharjo mengadakan pelatihan untuk karang taruna mengenai pengembangan potensi lokal dari produksi hingga pemasaran. Potensi lokal yang dibahas dalam pelatihan karang taruna adalah potensi produksi kopi pasca panen. Pascapanen adalah tahap penanganan hasil tanaman pertanian segera setelah pemanenan. Tujuan melakukan kegiatan pelatihan pascapanen yaitu agar karang taruna termotivasi mengolah kopi sehingga dapat meningkatkan masa simpan kopi, meningkatkan kualitas dari biji kopi, dan meningkatkan cita rasa kopi. Hal ini dilakukan karena Desa Mlatiharjo memiliki potensi kopi yang melimpah namun masih sedikit yang tertarik melakukan kegiatan pascapanen kopi.

Pelatihan Pascapanen Kopi

Pascapanen kopi adalah suatu kegiatan yang meliputi sortasi buah, pengupasan, fermentasi, pencucian, pengeringan, sortasi biji, pengemasan, penyimpanan, standarisasi mutu, dan transportasi hasil. Proses pascapanen kopi yang dilatihkan yaitu proses basah dan proses madu. Proses basah merupakan kegiatan perendaman buah kopi pada air untuk menyortir buah kopi yang berisi. Lalu setelah itu dilakukanlah pengupasan kulit dan daging buah kopi. Setelah itu, gabah kopi direndam selama 12-24 jam untuk pembersihan lendir serta fermentasi awal. Sehabis perendaman, gabah kopi dijemur hingga kering (kadar air 12-13%) baru kemudian digiling (hulling) menjadi beras kopi (green bean).

Proses Madu/Pulped Natural merupakan salah satu proses pascapanen yang apabila dilakukan secara optimal maka proses ini dapat mempertahankan karakter dasar biji dan menambahkan karakter manis serta kompleksitas pada biji kopi. Proses ini diawali dengan pengupasan kulit buah kopi. Pengupasan tersebut dapat melibatkan maupun tidak melibatkan air. Gabah yang sudah terkupas kulitnya dan masih berlendir lalu dijemur hingga kering.

Karang taruna Desa Mlatiharjo terlihat antusias dan ingin mengetahui hal tersebut baik remaja laki-laki maupun perempuan. Nantinya apabila pada masa panen tiba (sekitar bulan Agustus akan dilakukan kegiatan pasca panen secara informal agar karang taruna Desa Mlatiharjo semakin tertarik untuk melakukan kegiatan pasca panen kopi membantu orang tuanya. “Ya senang mbak, dulu tahunya hanya langsung menjual biji kopi, tanpa mencuci dan mensortasi biji kopi. Sekarang menjadi tahu mana biji kopi yang bagus dan kurang bagus.” Ujar Dina salah satu anggota karang taruna Desa Mlatiharjo.
Pelatihan Pascapanen Kopi

Pelatihan selanjutnya yang dilakukan Tim KKN Mlatiharjo yaitu dengan melakukan media promosi. Hal ini dilakukan karena setelah melakukan wawancara dan survey dengan pelaku UMKM, mayoritas terkendala mengenai pemasaran. Manajemen Pemasaran merupakan serangkaian proses dari analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian suatu kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan transaksi. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat karang taruna aktif dalam memasarkan produk-produk lokal di Desa Mlatiharjo seperti kopi “gunung prau”, aneka kripik, aneka jus, makanan ringan, dan kerajinan anyaman dari bambu, dll. Pertama-tama Tim Mlatiharjo melakukan pelatihan mengenai strategi pemasaran yang memiliki aspek-aspek produksi yang harus siap dijual dari sistem pengolahan dan pengemasan, penentuan harga sesuai standar, promosi sehingga menarik pelanggan, dan tempat pemasaran yang diinginkan.
Pelatihan Pemasaran Melalui Media Online

Setelah itu, dilakukan pembuatan market place berupa akun Shopee. Kegiatan selanjutnya adalah menjelaskan mengenai tips menarik pelanggan. Tips menarik pelanggan agar tertaruk dengan produk yang dijual dalam market place yaitu tingkat kualitas gambar produk yang baik dan gambar yang asli, informasi/diskripsi produk yang detail dan meyakinkan pelanggan terutama keunggulan produk, membuat iklan melalui online maupun dari mulut ke mulut, serta memberikan diskon-diskon pada setiap tahunnya agar menambah pelanggan. “Bagus sih mbak pelatihannya, jadi tahu apa itu strategi pemasaran, market place, dan tips agar pelanggan tertarik dengan produk yang dijualkan apalagi tadi diberikan contoh bagaimana membuatnya” ujar Sasa salah satu anggota karang taruna Desa Mlatiharjo.
Pelatihan Pemasaran Melalui Media Online