Home » Lokasi KKN » Kab. Pemalang » Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Solusi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Solusi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Untitled

PEMALANG – Mahasiswa KKN Undip Tim I Desa Muncang Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang mengadakan pemaparan program monodisiplin sekaligus sosialisasi alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar mentah dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari, pukul 08.00 WIB, bertempat di Balai Desa Muncang.

Pemaparan materi disampaikan oleh Sabilly Rasyad yang berasal dari jurusan Teknik Mesin. Diri nya mengaku mengangkat program ini karena melihat masalah sampah yang terjadi di Desa Muncang. Berawal dari banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan terutama sampah plastic, dan juga masalah polusi udara yang diakibatkan dari pembakaran sampah plastik.

Alat dibuat dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas dan pipa logam berdiameter kurang lebih 1 inci serta panjang 50cm. Pipa logam dihubungkan dengan kaleng secara horizontal dengan sudut kemiringan pipa sebesar 45 derajat. Sampah plastik yang sudah dicacah, dimasukkan ke kaleng kemudian ditutup rapat, lalu dibakar dengan kompor atau tungku.

Pipa logam dibalut dengan kain bekas yang ditetesi air dingin sebagai kondensor (pendingin) agar dapat mendinginkan gas yang mengalir dari pemanasan plastik dalam kaleng dan berubah menjadi minyak. Gas dan minyak tersebut merupakan produk dari alat pengolah sampah plastik sederhana yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif.

Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah asap dari pembakaran sampah plastik menjadi cair dengan cara pendinginan secara cepat. Alat pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif memanfaatkan proses pirolisis. Setelah alat selesai, selanjutnya proses uji coba dengan cara memasukan sampah plastik ke dalam kaleng sampai padat, kemudian tutup kaleng dengan rapat dan usahakan tidak terjadi kebocoran pada kaleng. Selanjutnya siapkan kayu bakar kemudian bakar sampai api nya besar. Letakan alat diatas api yang terbakar besar. Usahakan asap tidak keluar dari kaleng agar mengalir melalui pipa besi dan selang air, yang didingikan dengan air dingin dan es batu. Kemudian tunggu beberapa jam hingga butiran-butiran air terkumpul dan sampah habis terbakar di dalam kaleng.

Ibu-ibu yang hadir terlihat antusias dengan pemaparan yang dilakukan, banyak yang tertarik dan bertanya terkait alat tersebut. “Diharapkan dengan program ini, lingkungan Desa Muncang bersih dan terbebas dari sampah plastik, karena dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar” Ujar Ibu Lurah Desa Muncang.