PENINGKATAN PRODUKTIVITAS WINGKO BABAT DENGAN MENERAPKAN MODIFIED OVEN

Semarang (6/9/2017), wingko babat merupakan oleh-oleh makanan khas Semarang. Oleh
sebab itu keberadaan industri wingko babat ini tidak dapat diabaikan sebagai suatu unit
usaha kecil komersial. Proses pembuatan wingko babatmeliputi beberapa tahap
yaitu tahap pencampuran bahan baku, pencetakan, pemasakan, pendinginan dan
pengemasan. Namunpada proses pemasakan, bahan yang dimasak tidak bisa merata. Hal ini
disebabkan distribusi api atau panas tidak merata sehingga produk yang dihasilkan terkadang
ada yang gosong. Kuantitas produk atau jumlah bahan yang dimasak tidak bisa maksimal
karena proses pemasakan lama. Akibatnyasulit memenuhi permintaan pasar. Untuk
mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan perbaikan sistem pemasakan bahan wingko
babatdengan cara mendesain ulang peralatan masaknya yaitu dengan rancang bangun
alat masak bahan wingko babat.Alat ini dinamakan modified oven. Alat ini terdiri
dari lima bagian utama yaitu (1) saluran pipa, (2) modified oven, (3)lubangtempat keluarnya
api, (4) lubang sirkulasi udara, dan (5) penyangga. Hasil aplikasi alat ini menunjukkan
peningkatan kuantitas dan kualitas produk. Kapasitas produksi meningkat 75% per
harinya.Penggunaan bahan bakar untuk sekali masak menurun 50%. Omset produksi naik
menjadi hampir 75% dan keuntungan UKM meningkat 2 kali lipat. Hasil pemasakan dapat
seragam sehingga produk wingko yang dihasilkan tidak sampai gosong. Tekstur produk
lembut dan proses pemasakan menjadi lebih cepat. Kualitas produk wingko menjadi lebih
terjaga dan dapat memenuhi permintaan pasar khususnya pada musim wisatawan.