Kegiatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Desa Rejosari

Penjelasan mengenai cara menggunakan batang dinamit untuk membasmi tikus oleh Bapak Sujari (13/7).
Penjelasan mengenai cara menggunakan batang dinamit untuk membasmi tikus oleh Bapak Sujari (13/7).

Semarang—Hama merupakan salah satu ancaman terbesar bagi para petani, karena eksistensinya yang bisa merusak tanaman yang mereka miliki. Pada hari Sabtu (13/7) lalu, Tim KKN Undip dari Desa Rejosari mengikuti kegiatan PHT atau Pengendalian Hama Terpadu yang dilakukan oleh para petani Desa Rejosari dengan antusias. Kegiatan tersebut dimulai sejak jam 7 pagi sampai dengan jam 10 pagi.

Pengendalian Hama Terpadu ini dilakukan untuk memberantas tikus-tikus yang merusak komoditas pangan, salah satunya adalah sumber pangan utama yang berada di Desa Rejosari, yaitu padi. Pengendalian hama tersebut dilakukan dengan cara memasukkan obat yang memiliki bentuk seperti batang dinamit ke dalam lubang-lubang yang menjadi sarang tikus. Dengan menyalakan sumbu dari batang dinamit tersebut, asapnya yang berisi belerang dapat membunuh tikus dalam jangka waktu dua sampai tiga hari.

“Setelah batang dinamitnya dimasukkan ke dalam lubang, nanti akan keluar asap. Asapnya bisa membunuh tikus tapi tidak secara instan melainkan dalam beberapa hari setelah sumbu batang dinamit dinyalakan. Mungkin dalam dua atau empat hari ke depan tikus-tikusnya akan mati di dalam sarang mereka,” terang Sujari, salah satu petani Desa Rejosari.

Masyarakat Desa Rejosari mendapatkan obat tersebut dalam bentuk subsidi dari pemerintah desa. Setiap orang mendapatkan jatah sekitar empat batang dinamit, namun mereka juga mendapatkan serbuk racun yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh tikus dengan cara mencampurkannya dengan beras. Beras yang sudah dicampur dengan serbuk racun ini juga dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang menjadi sarang tikus.