KREATIF YOSOREJO: CEMILAN STIK LELE DARI YOSOREJO

proses pembuatan stik lele

proses pembuatan stik lele

Pekalongan (27/07) , Mahasiswa dari Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan telah melakukan acara pelatihan pembuatan stik lele di Balai Desa Yosorejo pada hari Kamis, 27 Juli 2017. Acara  tersebut telah dihadiri oleh 17 Ibu PKK dan dimulai pada pukul 15:00 WIB. Lele yang telah kami pamerkan pada saat pelatihan pembuatan stik lele diberi nama Lenteng yang merupakan kepanjangan dari “Lele Ganteng”. Acara pelatihan pembuatan stik lele berjalan dengan sedikit hambatan dengan turunnya gerimis hujan namun berakhir dengan memuaskan.

stik lele yosorejo 1

Acara pelatihan pembuatan stik lele bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga, membantu ibu rumah tangga untuk berinovasi dalam kreasi hidangan rumah tangga dan membantu menggerakkan ibu rumah tangga dalam berwirausaha melalui usaha cemilan kecil – kecilan. Melalui acara pelatihan pembuatan stik lele, ibu – ibu PKK dan ibu rumah tangga dapat berinovasi untuk bergerak ke bidang UMKM melalui stik lele yang sudah kami perkenalkan. Disamping itu, pelatihan pembuatan stik lele juga mempunyai tujuan untuk memperkenalkan bahwa kandungan gizi pada lele mempunyai kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan susu dan daging. Dan juga, harga lele lebih murah dibandingkan harga susu dan daging.

stik lele yosorejo 4 stik lele yosorejo 5

ANAK – ANAK YOSOREJO: KEBUN KECILKU

Pekalongan (27/07) , Mahasiswa dari Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan melakukan pendidikan praktik menanam sejak usia dini di SDN 02 Yosorejo pada hari Kamis, 27 Juli 2017. Kami melakukan pendidikan praktik menanam pada anak kelas 3. Kami memilih anak usia dini, karena ingin menanamkan sifat cinta alam, peduli lingkungan, dan menjadi pribadi yang lebih aktif. Selain itu, anak – anak juga diajarkan terbiasa menanam dan merawat tanaman. Program ini sekaligus mengajarkan bahwa dengan menanam dapat mengurangi kerusakan dan polusi yang terdapat pada lingkungan Desa Yosorejo.

yosorejo (kebun kecil) 3

Praktik menanam benih tomat dimulai dengan menyiapkan tanah yang sudah dibawa masing – masing oleh anak – anak, pupuk kandang, air, pot, dan benih tomat itu sendiri. Cara menanam benih tomat yaitu pertama memasukkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang ke dalam pot. Kedua memasukkan benih tomat ke dalam media tanam. Setelah itu tanah disiram. Agar tanah subur dilakukan penyiraman sebanyak 2x sehari secara rutin. Benih tomat mulai tumbuh kecambah pada saat 7 – 10 HST (hari setelah tanam). Tomat diharapkan mulai bisa dipanen pada umur 60 – 90 HST.

Yosorejo(kebun kecil)

 

MAHASISWA KKN PPM TEMATIK KUNINGAN MENGADAKAN PELATIHAN DAN EXPO UMKM KUNINGAN KECAMATAN JUWANA

Pemerintah melalui Kementrian Riset, Teknologi, Pendidikan menyadari akan pentingnya pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Hal inilah yang mendasari adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM) bagi mahasiswa pada beberapa universitas di Indonesia. KKN PPM ini merupakan sebagai metode pemberian pengalaman pembelajaran dan bekerja kepada mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat, membaur dengan masyarakat, hidup bersama masyarakat serta membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Kecamatan Juwana yang terletak di Kabupaten Pati merupakan salah satu desa yang dijadikan tempat melaksanakan kegiatan KKN PPM oleh tim Universitas Diponegoro Mahasiswa Lintas fakultas. KKN PPM ini dibimbing oleh Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes,  Aji Prasetyaningrum, S.T., M.T dan DR. Ratnawati yang merupakan dosen Universitas Diponegoro. Pelaksanaanya dilakukan di tiga desa yaitu Desa Karang Rejo, Desa Tluwah dan Desa Beringin sebanyak 32 Mahasiswa dari 5 Fakultas di UNDIP, yakni Fakultas Teknik ( FT) , Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM), Fakultas Ekonomi & Bisnis ( FEB ), Fakultas Ilmu Sosial & Politik ( FISIP), dan Fakultas Ilmu Budaya ( FIB ). Program pengabdian yang dilakukan fokus pada UMKM Kuningan yang berada di 3 desa tersebut. Tema KKN Tematik ini adalah “Peningkatan Kesehatan Kerja & Lingkungan Masyarakat Pengrajin Kuningan Berbasis Teknologi Bersih Ramah Lingkungan “. KKN PPM Tematik ini dilakukan mulai tanggal 5 Agustus 2017 – 5 September 2017. KKN PPM Tematik ini dilakukan dibawah LPPM UNDIP dengan mendapat pendanaan dari KEMRISTEKDIKTI.

Setelah menjalani program KKN PPM selama 3 minggu, Tim KKN PPM Tematik UMKM Kuningan Universitas Diponegoro menunjukkan hasil karya mereka di sebuah acara yang disaksikan oleh berbagai khalayak umum. Kegiatan tersebut bernama “JBI Expo” yang merupakan singkatan dari Juwana Brass Industry Expo pada tanggal 26 Agustus 2017 bertempat di Balai Kecamatan Juwana. Acara dimulai dengan Persemian Pos-UKK yang merupakan salah satu program multi serta ikon utama dalam Expo dan juga kegiatan tim KKN Universitas Diponegoro.

Kemudian rangakaian acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Teknologi bersih Elektroplating,  perbaikan bak elektroplating serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pemaparan materi Teknologi bersih Elektroplating dipaparkan langsung oleh Dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro yaitu Luqman Buchori, ST. MT. Salah satu masalah yang dihadapi oleh para pekerja UMKM Kuningan Kecamatan Juwana adalah pengolahan limbah buangan proses electroplating. Oleh karena itu, adanya sosialisai tentang Teknologi bersih Elektroplating diharapkan masyarakat pekerja UMKM Kuningan dapat memahami salah satu cara teknologi terbaru yang dapat mengolah limbah electroplating agar tidak berbahaya apabila dibuang ke lingkungan.

Sosialisasi kedua dilanjutkan dengan sosialisasi tentang perbaikan bak electroplating. Materi ini disampaikan oleh Ir. Hargono, M.T yang merupakan dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Electroplating merupakan salah satu tahapan akhir dalam proses pembuatan kuningan yang bertujuan memberikan tampilan yang lebih baik pada tahap akhir pembuatan kuningan agar layak dan menarik untuk dipasarkan. Materi ini juga sangat penting untuk para pekerja agar para pekerja mengetahui tahapan yang baik dan benar mengenai teknologi electroplating termasuk perbaikan bak electroplating di UMKM Kuningan.

Selain pengolahan limbah, masalah kerja yang dihadapi oleh para pekerja UMKM Kuningan Kecamatan Juwana adalah keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini lah yang mendorong mahasiswa tim KKN PPM Tematik Undip mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di UMKM Kuningan. Materi tersebut disampaiakan langsung oleh Dr. Yuliani Setyaningsih, SKM, M.Kes yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Beliau juga menyampaikan bahwa pengendalian dan pengobatan kecelakaan kerja yang salah dapat menyebabkan efek yang panjang di masa depan bahkan dapat menyebabkan penyakit bawaan pada keturunan.      Melalui program-program KKN PPM Tematik UMKM  Kuningan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, telah diresmikan sebuah POS Unit Kesehatan Kerja di UMKM Saestu Makaryo di Desa Karangrejo. Pengadaan POS UKK tersebut juga merupakan salah satu upaya pencegahan dan promosi kesehatan  kerja yang terjadi di UMKM Kuningan.

Setelah kegiataan sosialisasi berakhir, peserta diarahkan untuk  mengunjungi Expo yang akan menampilkan produk-produk yang diproduksi oleh UKM  yakni, UKM Saestu Makaryo, Sinar Padi dan Sunar Logam. Expo tersebut juga menampilkan karya-karya mahasiswa KKN Undip yang telah menjalankan program mereka, berkolaborasi dengan UKM yang menjadi mitra KKN Tematik ini. Diantaranya, ialah Pos-UKK, pengolahan limbah secara elekrokoagulasi,  Teknik Elektroplatting, Pemasaran Produk, Good House Keeping, dll

Sambutan Dosen pemboimbing, Aji Prasetyaningrum, ST, MT

Sambutan Dosen pembiimbing, Aji Prasetyaningrum, ST, MT

 

Presentasi Elektroplatting oleh Lukman Buchori, MT

Presentasi Elektroplatting oleh Lukman Buchori, MT

Presentasi Dr. Yuliani S , SKM, M.Kes tentang K3

Presentasi Dr. Yuliani S , SKM, M.Kes tentang K3

Sambutan Perwakilan Bappeda

Sambutan Perwakilan Bappeda

Foto Ekspo KKN Tematik Kuningan Juana

Foto Ekspo KKN Tematik Kuningan Juana

Foto Bersama peserta pelatihan, Tamu Undangan dan Mahasiswa KKN

Foto Bersama peserta pelatihan, Tamu Undangan dan Mahasiswa KKN

Panitia Mahasiswa KKN Tematik Juana

Panitia Mahasiswa KKN Tematik Juana

 

Acara ini melibatkan seluruh Tim KKN PPM Tematik Undip Kecamatan dan juga mengundang seluruh jajaran Dosen-dosen Undip serta Pejabat-pejabat berwenang untuk turut menyaksikan karya-karya dari mahasiswa-mahasiwa Tim KKN PPM Tematik Undip Kecamatan Juwana. Adanya expo UKM ini dinilai diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi dari Industri Kuningan Kecamatan Juwana Kepada para pemangku kepentingan yang diundang.

 

REPORTASE REGULAR TIM II KKN UNDIP 2016/2017 DESA DLIMAS, KEC. BANYUPUTIH, KAB. BATANG

Tim KKN Desa Dlimas: Keluarga Baru

Selasa, 18 Juli 2017 | 15.30 WIB

Selasa, 11 Juli 2017 pukul 09.00 WIB, selepas mengikuti upacara pelepasan TIM II KKN UNDIP tahun 2016/2017 oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan Utama, Tim KKN Desa Dlimas berkumpul bersama untuk membahas keberangkatan dan saling mengingatkan akan barang bawaan yang dibutuhkan saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 42 hari di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada saat kami berkumpul bersama tidak lupa kami menyempatkan berfoto bersama di Lapangan Widyapuraya Universitas Diponegoro, dan setelah itu kami pulang kembali ke kos masing-masing untuk mempesiapkan keberangkatan esok hari. Rabu, 12 Juli 2017 pukul 10.00 WIB, Tim KKN Desa Dlimas berangkat menuju Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, 6 orang anggota tim berangkat menuju lokasi menggunakan bus yang sudah disiapkan oleh Universitas Diponegoro, 1 orang anggota tim berangkat menuju lokasi dengan menggunakan pick up bersama dengan 1 orang anggota tim Desa Banyuputih sekaligus membawa barang bawaan kami menuju lokasi KKN di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada hari sebelumnya telah diberangkatkan motor yang kami gunakan untuk transportasi selama KKN di lokasi dengan menggunakan truk. Transportasi keberangkatan dan pengangkutan motor sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak universitas untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan selama pemberangkatan, mengingat lokasi KKN Tim II Tahun 2016/2017 yang berbeda-beda tempat lokasi dan jarak. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya sampailah kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Minggu pertama kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang kami melakukan perkenalan dengan perangkat desa, kepala dusun Desa Dlimas, waarga sekitar, dan tidak lupa survey permasalah yang ada di Desa Dlimas. Survey dilakukan di minggu petama karena sebelum pemberangkatan tidak ada survey yang dilakukan mengingat lokasi yang jauh dan demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan survey, dan ini adalah kebijakan dari pihak universitas. Kami tinggal di rumah Bapak Lurah Desa Dlimas, alhamdulillah keluarga Bapak Lurah sangat ramah dan baik terhadap kami seakan kami adalah anak sendiri. Masyarakat Desa Dlimas juga baik dengan kami yang merupakan orang baru di lingkungan mereka, di sini kami merasa seperti menemukan keluarga baru yang hangat dan menyambut kami dengan keramahan dan kebaikan mereka. Tim II KKN Tahun 2016/2017 di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang memiliki 7 anggota dimana kami sudah seperti keluarga, saling membantu satu sama lain, saling  menjaga, kedekatan dan keakraban kami yang menjadikan kami menjadi sebuah keluarga baru. Setelah survey kami melakukan penyusunan program dan berdiskusi dengan perangkat desa mengenai program yang akan kami laksanakan di Desa Dlimas.

Awal minggu kedua kami mulai mempersiapkan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program yang akan dijalankan. Kami membeli bahan-bahan di Kota Limpung dimana di Limpung adalah pusat alun-alun di Banyuputih, yang menjual berbagai macam barang-barang yang tidak bisa kami dapatkan di Desa Dlimas. Waktu tempuh dari Desa Dlimas menuju Limpung kurang lebih 20 menit, lumayan dekat karena mengingat di Limpung lebih lengkap dan sekaligus sebagai tempat hiburan kami jika ingin melihat keramaian. Pada awal minggu kedua ini kami melakukan persiapan untuk mendukung pelaksanaan program yang akan dijalankan.

Tim KKN Desa Dlimas: Sambutan Hangat

Jumat, 21 Juli 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ini kami mulai menjalankan program kami. Kami mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam mendukung program yang akan dijalankan. Kami saling bahu – membahu dalam membantu anggota kami yang akan menjalankan programnya pada minggu ini. Persiapan bahan, materi, serta mental sudah disiapkan dengan matang. Akhirnya, tibalah hari dimana program pertama dari salah satu anggota kami dilaksanakan. Program pertama yang kami jalankan sasaran utamanya adalah perangkat desa, bertempat di balai desa program kami berjalan dengan sistematika presentasi dan diskusi ringan dengan para perangkat desa. Perangkat desa terlihat antusias dan menyambut kami dengan ramah dan hangat dalam mengikuti materi program yang disampaikan, karena memang materi yang disampaikan adalah materi yang dibutuhkan oleh warda Desa Dlimas khususnya para perangkat desa. Materi yang disampaikan mengenai hukum pidana, hukum perdata, yang dimana memang di Desa Dlimas terkadang terjadi tindak kejahatan seperti tawuran, pencurian, dll, dan perangkat desa yang notabene bukan lulusan hukum sulit untuk menangani kasus-kasus kriminal tersebut sesuai dengan undang-undang yang telah ada. Atas dasar itulah program ini dibuat untuk membantu perangkat desa lebih tanggap dalam menyikapi tindak kriminal yang ada dan diharapkan tidak adanya makin hakim sendiri oleh warga.

Terdapat dua sekolah dasar di Desa Dlimas yaitu SD 02 Dlimas dan MI, serta dua taman kanak kanak yaitu TK dan RA. Program kami selanjutnya dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar di SD 02 Dlimas dan MI. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya keselamatan berkendara di jalan karena di Desa Dlimas ini banyak masyarakatnya yang berkendara di jalan menggunakan sepeda motor tetapi tidak menggunakan helm, padahal masyarakat melewati jalan raya pantura dimana setiap hari menjadi tempat lalu-lalang bus luar kota dan truk-truk besar. Kemudian siswa-siswi akan diberi pembelajaran mengenai bahaya narkoba dan menghindarinya sedini mungkin, siswa-siswi perlu tahu akan bahaya dari narkoba sejak dini yang diharapkan dapat mencegah dan mengurangi rusaknya generasi muda karena narkoba. Selian itu siswa-siswi juga diberi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi, yang diharapkan agar anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar terutama tempat wisata yang dikunjungi. Diharapkan siswa-siswi dapat turut andil dalam menjaga lingkungan sejak dini seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret coret fasilitas umum, dan lebih menghargai para pekerja yang bertugas untuk menjaga dan merawat lingkungan tersebut. Jadi pada akhir minggu pertama ini kami sudah menjalankan beberapa program dari serangkaian program yang akan kami jalankan.

 

Tim KKN Desa Dlimas: Home Visit

Selasa, 25 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu kedua ini masih sama seperti minggu pertama kami disibukkan dengan program-program yang kami jalankan. Awal minggu kedua ini kami berencana untuk mengunjungi para perangkat desa dan kepala dusun yang ada di Desa Dlimas. Terdapat tiga dusun di Desa Dlimas sendiri diantaranya Dusun Jetis, Dusun Dlimas, dan Dusun Kebonsari. Kami mengunjungi rumah para kepala dusun dengan maksud silaturahmi dan menyapa warga di setiap dusun, agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas dan nantinya kami harapkan agar para warga mau dan ikut berpartisipasi dengan program yang akan kami jalankan di Desa Dlimas. Kami disambut hangat oleh para kepala dusun dan masyarakat sekitar, masyarakat sangat antusias akan keberadaan kami di Desa Dlimas dan menunjukkan dukungan akan program yang akan kami jalankan. Pertama kami mengunjungi rumah Kepala Dusun Jetis, rumah bapak kadusJetis dekat dengan MI dan RA dan terletak cukup strategis karena dipinggir jalan. Kami mengobrol dengan bapak kadus Jetis guna membahas program-program yang akan kami jalankan selama di Desa Dlimas dan mengenai permasalahan yang ada di Dusun Jetis sendiri. Kunjungan kedua kami menuju rumah Kepala Dusun Dlimas yang terletak di dekat posko kami, hanya berbeda gang dengan posko kami. Bapak kadus Dlimas sangat terbuka dan menyambut kami dengan hangatnya. Beliau menanyakan program-program kami selama di Desa Dlimas dan memberikan saran serta masukan yang menurut kami sangat bermanfaat sekali bagi kami. Beliau juga terbuka dan menceritakan setiap permasalahan yang ada di Dusun Dlimas sendiri, dimana masih adanya tawuran pemuda antar dusun yang sering dipicu karena masalah sepele seperti adu mulut, lomba, atau hanya sekedar gurauan yang berujug pada pertengkaran. Beliau sangat ramah dan memperkenalkan kami kepada warga yang tinggal di sekitar rumah beliau, tak jauh berbeda dengan kadus Dlimas masyarakat sekitar juga menyambut kami dengan sangat ramah. Kemudian kunjungan ketiga yaitu ke Kepala Dusun Kebonsari. Dusun Kebonsari terletak paling jauh dari posko kami dimana kami harus melewati perkebunan jagung dan tebu. Kami melakukan kunjungan ke rumah Kepala Dusun Kebonsari sekitar ba’da maghrib karena Kepala Dusun Kebonsari memang sering berkegiatan di luar rumah dan biasanya beliau berada di rumah saat hari mulai petang. Seperti halnya di Dusun Jetis dan Dusun Dlimas, kami juga disambut baik di rumah bapak kadus Kebonsari. Beliau adalah orang yang sangat kritis dan sangat antusias terhadap program-program yang akan kami jalankan. Terlihat jelas banyaknya harapan beliau dengan kehadiran kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas. Beliau mengharapkan dengan kedatangan kami di Desa Dlimas mampu membawa sedikit perubahan dan dorongan motivasi kepada masyarakat Desa Dlimas khususnya para pemudanya. Karena di Desa Dlimas khususnya di Dusun Kebonsari sendiri mayoritas pemudanya bekerja di bengkel karena pendidikan yang rendah. Minat pemuda untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah. Oleh sebab itu beliau mengharapkan dengan adanya Tim KKN UNDIP mampu memberi motivasi kepada pemuda untuk mengejar impian dan mau untuk bersekolah setinggi mungkin. Begitulah di awal minggu kedua ini kami melakukan kunjungan ke rumah perangkat Desa Dlimasa dan masyarakat sekitar untuk lebih mengakrabkan diri kepada masyarakat Desa Dlimas.

Tim KKN Desa Dlimas: Dlimas Sehat

Jum’at, 28 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada minggu kedua ini kami menjalankan program kami kembali. Setelah melakukan kunjungan ke perangkat desa dan menyapa masyarakat sekitar, kami melanjutkan untuk menjalankan program kami. Sasaran program kami selanjtnya masih sama yaitu siswa-siswi SD 02 Dlimas dan MI. Program yang akan dijalankan adalah pengenalan dunia pertanian kepada siswa-siswi sekolah dasar. Pemilihan program ini dikarenakan rendahnya minat pemuda untuk terjun bekerja di bidang pertanian, padahal Desa Dlimas memiliki potensi pertanian yang cukup baik dengan hamparan sawah dan perkebunan yang cukup banyak. Program ini diadakan dengan tujuan agar siswa-siswi dapat melihat potensi yang ada di Desa Dlimas sejak dini dan merubah pola pikir anak sejak dini bahwa bekerja di bidang pertanian tidak hanya serta merta menjadi petani saja, namun dapat menjadi seorang pengusaha olahan produk hasil pertanian. Selain itu juga siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya menghargai para petani yang telah bekerja keras, mengajarkan anak untuk makan makanan bergizi seperti sayur dan buah. Kegiatan yang dilakukan adalah mewarnai gambar petani bersama di ruang kelas masing-masing sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani yang telah bekerja keras. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menanam bersama, di SD 02 Dlimas terdapat pekarangan sekolah yang terletak di belakang sekolah dan  dibiarkan begitu saja, oleh sebab itu kami membuat program ini selain mengenalkan siswa-siswi bagaimana cara budidaya tanaman juga mempercantik penampilan sekolah dengan adanya kebun sayur di belakang sekolah. Hasil produksi kebun nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan hal ini juga dapat mengajarkan siswa-siswi untuk disiplin dalam merawat dan memelihara tanaman yang ada di sekolah mereka. Siswa-siswi terlihat sangat antusias terhadap kegiatan menanam bersama, bibit yang ditanam meliputi tanaman cabai, tanaman terong, dan tanaman tomat. Setelah kegiatan menanam bersama siswa-siswi kami bagikan bibit tanaman cabai untuk masing-masing siswa agar dapat ditanam oleh siswa-siswi di rumah mereka masing-masing. Selanjutnya di MI karena memang di sana tidak memiliki pekarangan seperti di SD 02 Dlimas, kami tidak dapat melakukan kegiatan menanam bersama di MI. Namun sebagai gantinya kami tetap memberikan kegiatan mewarnai bersama dan membagikan bibit tanaman cabai kepada masing-masing siswa agar dapat ditanam di rumah masing-masing. Kemudian kami memberikan pengertian akan pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai kandungan yang terdapat dalam susu dan berbagai macam susu seperti susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kuda, dll. Tidak lupa setelah penyampain materi siswa-siwi masing-masing diberikan susu untuk diminum bersama, sebagai langkah awal utnuk membiasakan anak dalam mengkonsumsi susu setiap hari agar pertumbuhan otak dan tubuh dapat maksimal, dan terpenuhnya kebutuhan gizi anak. Program kami minggu ini diharapkan dapat menjadikan generasi muda Dlimas yang sehat dan pintar.

Tim KKN Desa Dlimas: Carnaval

Selasa, 01 Agustus 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ketiga ini kami sudah memasuki bulan baru yaitu Bulan Agustus. Kami mulai disibukkan dengan serangkaian rapat dengan perangkat desa maupun pemuda Desa Dlimas guna membahas acara yang akan dilaksanakan untuk meramaikan kemerdekaan Indonesia. Setiap dua tahun sekali di Desa Dlimas selalu diadakan acara carnaval, dan tepat pada tahun ini adalah pelaksaan carnaval tersebut. Carnaval diadakan di setiap desa yang ada di Kecamatan Banyuputih, termasuk Desa Dlimas. Namun, untuk waktu pelaksanaan carnaval berbeda-beda tergantung dengan keputusan dari masing-masing desa. Kami mendapat undangan dari pemuda Desa Dlimas untuk menghadiri rapat guna membahas acara carnaval yang akan diadakan pada tahun ini. Rapat tersebut membahas sistematika carnaval yang akan dilaksanakan. Rencana awal carnaval diadakan pada satu hari di Bulan Agustus. Dimulai dari konvoi kendaraan mengelilingi desa dan sekitarnya menggunakan kaos yang seragam. Jika pada dua tahun lalu kaos yang digunakan pada saat konvoi berbeda-beda motif dan warna tiap RT. Namun, pada tahun ini akan diseragamkan untuk warna dan motifnya agar tidak ada perbedaan karena merupakan satu Desa Dlimas. Biasanya konvoi selesai siang hari, kemudian dilanjutkan dengan persiapan carnaval malam harinya. Jika di desa lain carnaval diadakan pada siang hari, berbeda di Desa Dlimas karena carnaval diadakan pada malam hari. Kami ditunjukkan video dokumentasi carnaval dua tahun lalu, kami melihat carnaval Desa Dlimas begitu meriah hingga dihadiri oleh Bupati Batang. Setiap RT memberikan penampilan terbaik ada Drum Band, arak-arakan patung yang dibuat sendiri oleh masing-masing RT, kemudian ada penampilan dari SD 02 Dlimas, MI, Tk, dan RA, penampilan dari Ibu PKK dan bapak-bapak, tak lupa penampilan dari para pemuda. Carnaval dilaksanakan dengan berjalan kaki mengelilingi Desa Dlimas dengan warna-warni lampu yang sangat menakjubkan. Kami sangat tidak sabar menantikan acara carnaval tahun ini, kami juga ingin ikut berpasrtisipasi dalam memeriahkan acara carnaval, dan dari pihak pemuda maupun masyarakat juga mengharapkan bantuan dan dukungan dari kami mengenai konsep acara dan hiburan yang meriah. Kami dengan senang hati akan membantu untuk berlangsungnya acara carnaval tahun ini.

Tahun ini akan diadakan caarnaval, oleh sebab itu tidak adanya lomba-lomba yang biasanya diadakan menjelang kemerdekaan Indonesia, karena masyarakat disibukkan dengan persiapan carnaval tahun ini. Setiap hari kami selalu melihat aktivitas masyarakat yang begitu semangat mempersiapkan carnaval. Para pemuda melakukan rapat setiap malam, latihan drum band di setiap dusun maupun sekolah, pembuatan properti untuk arak-arakan, dll. Begitu terasa antusias warga dalam menyambut carnaval tahun ini dan membuat kami makin tidak sabar untuk menantikan carnaval Desa Dlimas tahun ini.

Tim KKN Desa Dlimas: Maafkan Kami DPL, Kami Main ke Dieng

 Sabtu, 5 Agustus 2017. Pada hari ini kita menjalankan proker tentang makan-makan yang ASUH dan keuangan keluarga di dukuh Jetis, setelah menjalankan proker kita diajak oleh guru MI untuk ikut silaturahmi ke ustad yang akan mengikuti ibadah haji pada tahun ini.

Bersilaturahmi memang membawa rizki. Rizki memang tidak selalu berbentuk materi, info yang bermanfaat juga termasuk rizki. Pada saat silaturahmi tentunya kita dapat doa dari pak ustad dan juga kita mendapat info tentang DIENG CULTURE FESTIVAL atau yang biasa di singkat DCF. Mendengar adanya acara tersebut, kita sangat tertarik dengan adanya acara tersebut dan kita berencana untuk datang ke acara tersebut.

Dengan modal izin dari pak lurah dan orang tua kita semua, kita memutuskan untuk berangkat ke Dieng. Namun sayang, salah satu teman kita tidak bisa ikut dengan kita ke Dieng karena dia harus balik ke Semarang untuk mengurus KRS. Kita ber-6 berangkat dari desa Dlimas sekitar pukul 5 sore. Kita berangkat dengan berbekal GPS dan bertanya kepada warga sekitar. Dikarenakan perjalnan kita pada malam hari, maka kita memutuskan untuk melawati jalur Parakan, memutari gunung sindoro dan melewati kota Wonosobo. Ketika sampai di Parakan, rencana yang awalnya akan melewati Kledung dirubah dengan jalur tercepat berhubung pelepasan lampion dimulai pukul 19.30 dan berakhir pukul 21.00. Ketika sampai di pintu masuk, kita sempat berkecil hati tidak bisa mengikuti acara pelepasan lampion karena masih membutuhkan sekitar 30 menit lagi untuk sampai dilokasi.

Sesampainya di lokasi yaitu Kawasan Candi Arjuna, betapa senangnya kita karena acara tersebut belum selasai. Disana kita menerbangkan 3 lampion ditemani dinginnya Dieng dan juga lantunan musik yang merdu. Setelah menerbangkan lampion, kita berencana untuk masuk ke depan panggung, teteapi kita tidak bisa masuk dikarenakan lokasi telah penuh, sehingga kita memutuskan untuk menikmati suasana itu ditepian panggung, sampai akhirnya pukul 23.00.

Dikarenakan sudah malam, kita berencana untuk tidur di bascamp guung Prau. Ketika kita sampai di basecamp. Kondisi parkiran telah penuh oleh motor dan kondisi bascamp telah penuh oleh para pendaki. Namun nasib kita memang beruntung. Masih tersisa tempat tidur untuk kita ber-6.

Tim KKN Desa Dlimas: Last Proker, Minggu Terproduktif

Senin, 7 Agustus 2017. Proker terakhir kordes Sony Lesmana dengan sasaran perangkat dilaksanakan di balai desa Dlimas denagan materi pelatihan RAB dan Rumah Sehat. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Kamis, 10 Agustus 2017. Proker terakhir milik Wildan pemberian materi Manajemen Aset Daerah dengan sasaran perangkat desa dilaksanakan di balai Desa Dlimas. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Jumat, 11 Agustus 2017. Proker terakhir kita semua dengan memberi materi UMKM dengan sasaran ibu-ibu PKK yang dilaksanakan di balai desa Dlimas. Pemberian materi diberikan setelah ibu-ibu PKK selesai berdiskusi tentang lomba 17an PKK.

Dihari yang sama juga dilaksanakan proker dari teman kita tuan putri Eka tentang pemanfaatan pekarang rumah yang dilanjutakan dengan pemberian bibit terong, cabai, tomat dan bayam kepada ibu-ibu PKK.

Tim KKN Desa Dlimas: Api Kita Sudah Menyala

Selasa, 15 Agustus 2017, pada akhir minggu ke-5, tim II KKN Undip 2017 desa Dlimas diberi amanat oleh SD dan MI desa Dlimas untuk mengawal acara pramuka yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Jambore tingkat Kecamatan Banyuputih.

Sore hari kita menyiapkan untuk peralatan pentas seni MI desa Dlimas. Nasib lelaki pada waktu itu memang kurang beruntung. Mereka dijadikan bahan percobaan untuk dicorat-coret mukanya, seperti adat orang Papua. Setelah sholat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB (Waktu Indonesia bagian Batang), tim KKN desa Dlimas bersiap-siap menuju lapangan desa Kaliballik kecamatan Banyuputih. Sekitar 10 menit kearah timur, melawati ladang tebu dan ladang padi kita sampai di lokasi Jambore.

Sesampai dilokasi, kami segera untuk merias siswa MI Dlimas. Imah dan Wildan bertugas merias pakaian sedangkan Anan dan Eka merias wajah. Tidak sesuai rencana, hanya 9 anak yang mau dirias, ada 1 anak yang tidak mau dihias dan dipastikan gagal untuk mengikuti pentas seni. Sebelum itu, tim KKN beserta para guru telah membujuk siswa tersebut untuk mengikuti pentas seni tersebut, tetapi usaha kita gagal. Selagi merias, api unggun yang disiapkan panitia jambore dinyalakan, hal ini membuat susana menjadi kurang kondusif karena para siswa ingin melihat proses api ungun itu menyala.

Api unggun telah menyala dan siswa telah selesai dirias. Waktu yang ditunggu akan segera datang, waktu untuk pentas seni MI Dlimas. MI tampil dengan nomor urut 29 dari 29 peserta. Ya kita tampil terakhir. Dengan sabar kita menunggu nomor urut kita dipanggil. Sampai pada akhirnya waktu yang ditunggu itu datang. Siswa dan siswi MI Dlimas menampilkan 3 tarian yang dipadukan dengan indah

Tim KKN Desa Dlimas: Mencari Sang Juara

 Jumat, 18 Agustus 2017. Untuk membuat kesan baik, kita berusaha membuat acara perpisahan untuk warga desa dengan membuat rencana. Rencana awal kita akan membuat lomba memancing. Rencana telah disusun dengan rapi, dari rencana anggaran sampai waktu pelakasanaan, tetapi rencana itu pupus setelah kita akan meminta izin untuk tempat. Bukan tidak boleh tetapi kita menyadari bahwa air sedang susah, sehingga kita membatalkan niatan awal kita.

Walau gagal sebelum berperang pada rencana awal, kita membuat rencana kedua, yaitu lomba 17an. Dengan persiapan yang sangat mepet kita berhasil membuat acara yang cukup ramai. Kita membuat beberapa cabang lomba seperti tarik tambang, estafet tepung, pecah air, makan kerupuk, balap kelereng.  Lomba tarik tambang, estafet tepung dan pecah air langsung diseleseaikan pada hari itu dan diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu sedangkan untuk lomba yang lain diikuti oleh anak anak dan diselesaikan pada hari selanjutnya karena terbatasnya waktu.

Tim KKN Desa Dlimas: Waktunya Berpisah

Sabtu, 19 Agustus 2017. Tetap pukul 09.00 Waktu Indonesia bagian Batang, Tim KKN desa Dlimas menuju ke SD dan MI. Pertama kita menuju SD, sebelum menuju ruang guru kita menemui para siswa terlebih dahulu untuk membayar janji. Janji untuk membelikan jajan jika bisa menjadi juara untuk pentas seni pada jambore tingkat kecamatan kemaren.

Setelah menemui sang juara, kita menuju ruang kepala sekolah. Namun  sayangnya kepala sekolah SD Dlimas sedang menjalankan tugas di luar sekolah, sehingga kita tidak bisa menemui sang kepala sekolah. Walaupun tidak bisa bertemu dengan kepala sekolah, kita tetap disambut hangat oleh para guru. Setelah itu kita berkumpul di ruang tamu kepala sekolah. Disitulah kita menyampaikan maksud kita, yaitu pamitan yang kemudian dilanjutkan foto bersama guru dan siswa.

Untuk mempersingkat waktu kita pamit kepada guru dan melanjutkan pamitan menuju MI Dlimas. Suasana di MI tak jauh beda dengan di SD, kepala sekolah sedang bertugas diluar sekolah juga tetapi kita juga tetap disambut hangat oleh guru-guru. Setelah pamitan dilanjutkan dengan foto-foto.

Memang pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan, berhubung kami tidak suka dengan adanya pepisahan sekian dulu ya reportase kita hari ini.

Pengenalan Tumbuhan Penahan Abrasi Sejak Dini

PEKALONGAN — Tim KKN II Universitas Diponegoro Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengadakan pelatihan pembibitan mangrove dengan menggunakan propagul jenis Rhizophora sp.  untuk anak kecil. Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Juli 2017 merupakan program monodisiplin Eldita Amalia, mahasiswi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Materi ini dipilih karena sesuai dengan keadaan yang ada di Desa Depok, yaitu kawasan rawan rob. Pengenalan mangrove sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak terhadap lingkungannya, agar tanaman ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Pelatihan ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman bahwa mangrove tidak hanya digunakan sebagai tumbuhan penahan abrasi, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang tinggi. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai pewarna batik, makanan, dan juga ekowisata.

Pengenalan Tumbuhan Penahan Abrasi Sejak Dini 3 Pengenalan Tumbuhan Penahan Abrasi Sejak Dini 2 Pengenalan Tumbuhan Penahan Abrasi Sejak Dini 1

Pendekatan TIM KKN kepada Warga Desa Blacanan

Minggu, 16 Juli 2017, TIM II KKN Undip Desa Blacanan telah melakukan perkenalan secara resmi sekaligus pemaparan program kerja multidisplin dan monodisiplin yang akan dilaksanakan selama 42 hari kerja di desa Blacanan. Kegiatan ini dipimpin oleh bapak Tarmudi selaku Kepala Desa, dan kemudian dilanjutkan pemaparan dari masing-masing mahasiswa KKN Undip TIM II. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dilakukan yakni sebagai salah satu bentuk pendekatan dengan perangkat desa dan masyarakat Desa Blacanan. Kegiatan pendekatan ini dilaksanakan pada Minggu malam pukul 20.00 WIB di Balai Desa Blacanan.

Respon dari perangkat dan masyarakat desa terhadap program yang akan dilaksanakan nampak baik dan antusias. Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan perkenalan dan pemaparan program kerja ini adalah didapatnya dukungan dan kesediaan atau partisipasi dari perangkat dan masyarakat desa untuk membantu pelaksanaan kegiatan program kerja yang akan dilakukan. Antusiasme masyarakat terhadap pemaparan program ditunjukan dengan banyaknya yang mangajukan pertanyaan terkait pelaksanaan rencana program yang akan dilaksanakan.

Warga desa berharap banyak terhadap program-program di bidang pertanian, perikanan, dan keilmuan lainnya yang mendukung mata pencaharian warga. Mahasiswa KKN Undip diminta untuk dapat menyentuh permasalahan yang ada di Desa Blacanan. Program-program yang digagas terbagi atas berbagai sasaran, mulai dari anak-anak, pemuda lokal, ibu PKK, dan anggota kelembagaan lainnya seperti LPMD atau Gapoktan.

Melalui pendekatan ini, Tim II KKN Undip Desa Blacanan diterima dengan sepenuh hati oleh masyarakat dan mendapatkan perizinan penuh terkait dengan program yang akan dilaksanakan. Tim II KKN Undip Desa Blacanan juga memiliki visi untuk menjadikan Desa Blacanan sebagai desa percontohan di Kecamatan Siwalan, atau bahkan di Kabupaten Pekalongan, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.perkenalan blacanan

Pembuatan Olahan Ikan (Nugget) untuk Menambah Gizi Masyarakat Tunjungsari

Selasa, 25 Juli 2017 pukul 14.00 WIB, Tim II KKN Desa Tunjungsari melaksanakan kegiatan demo masak pembuatan nugget berbahan dasar ikan lele. Kegiatan demo masak ditujukan pada anggota PKK Dukuh Klanyah. Olahan ikan di kalangan anggota PKK kurang bervariasi dan kurang menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi ikan. Pembuatan Nugget merupakan alternatif solusi untuk menambah minat anak-anak terhadap konsumsi ikan dan menumbuhkan kreativitas ibu-ibu untuk membuat variasi masakan dari ikan.

nugget ikan

Literasi Keuangan pada Anak Sekolah Dasar

Kamis, 27 Juli 2017  Ria Safitri (Manajemen / FEB) dan Yusri Amaliani (Akutansi / FEB) di SD N 01-02 Boyoteluk, melaksanakan program pengenalan mata uang dan pentingnya mengatur keuangan dengan bijak sejak dini.

Kegiatan materi pertama oleh Ria  pengenalan mata uang, mulai dari jenis – jenis uang, uang kartal dan uang giral; Pembagian uang kartal menjadi uang logam dan uang kertas; dan pengenalan mata uang asing dan kurs-nya (nilai tukar) ke mata uang Rupiah.

Materi kedua oleh Yusri Amaliani, tentang mengatur keuangan dengan bijak. Siswa dijelaskan mengenai bagaimana memperoleh uang, hidup hemat, serta bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Pada akhir kegiatan tersebut dibagikan celengan kepada siswa – siswa dengan harapan siswa – siswa lebih dapat menghemat uang dan membelanjakan uang dengan bijak dengan cara menabung di celengan.

 

LITERASI KEUANGAN 2LITERASI KEUANGAN 1

Konsumsi Minyak Ikan Demi Si Balita Sehat di Desa Boyoteluk

 

Tim II KKN Undip 2017 Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu bagi ibu hamil dan balita yang dilakukan di rumah Kepala Dusun II Boyoteluk pada hari Kamis (26/7) bersama Bu Ambar selaku Bidan Desa Boyoteluk dan kader – kader posyandu. , kegiatan  diisi dengan imunisasi campak bagi beberapa balita yang membutuhkan imunisasi, pendataan grafik pertumbuhan berat dan tinggi badan balita dan dilanjutkan dengan acara sosialisasi mengenai manfaat konsumsi minyak ikan oleh salah satu mahasiswi Tim II KKN Undip 2017 Desa Boyoteluk, Kesuma Putri (Budidaya Perairan / FPIK).

Beberapa manfaat konsumsi minyak ikan bagi balita diantaranya menambah nafsu makan, merangsang kecerdasan otak anak, meningkatkan kemampuan baca anak, membantu mengatur keseimbangan tulang anak, menjaga kesehatan mata anak, dan meningkatkan sistem imun anak.

MINYAK IKAN 1

MINYAK IKAN 2

Penerapan Rumah Ikan sebagai teknologi tepat guna di kawasan pesisir pantai Morodemak oleh mahasiswa KKN PPM Tematik UNDIP

DEMAK  –   Tiga puluh orang  mahasiswa yang tergabung dalam KKN-PPM UNDIP 2017 dengan tema pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan potensi wilayah berwawasan lingkungan dikawasan pesisir pantai Morodemak yang dibimbing oleh Berlian Arswendo A,ST.MT , melakukan aksi  nyata dalam pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Salah satu aksi nyatanya adalah penerapan rumah ikan di kawasan pesisir pantai morodemak. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh tokoh masyarakat setempat.

Menurut ketua dosen pembimbing lapangan, Berlian Arswendo A,ST.MT bahwasanya “Rekayasa teknologi rumah ikan ini dirancang menggunakan komponen partisi plastic dengan menggunakan jenis Polypropylene yang ramah lingkungan”

Rumah Ikan ini dirancang serta mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan Apartemen yang terdiri atas 123 partisi yang bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan sehingga mem udahkan paran Nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100- 200 meter di luar areal Rumah Ikan, daya tahan Rumah Ikan ini diperkirakan bisa mencapai 30-50 tahun. Mayoritas penduduk desa Purworejo bekerja sebagai nelayan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Pelaksanaan program ini didampingi oleh tokoh desa dan kelompok nelayan desa Purworejofoto rumah ikan web lppm rumik web