Mahasiswa KKN Undip Berdayakan UKM Kopi Papasan dan Terpilih sebagai Stand Terbaik EXPO KKN Jepara

Bupati Jepara Bapak Ahmad Marzuki Berfoto dengan Mahasiswa KKN Desa Papasan dan Memamerkan Produk Kopi Papasan

Jepara – 12 Agustus 2018 telah diselenggerakan kegiatan Expo Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di pendopo Kabupaten Jepara. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan hiburan Tongtek, opening MC, dan sambutan-sambutan. Rangkaian acara ini dimeriahkan dengan pentas seni dari masing-masing kecamatan, lomba mewarnai tingkat SD, dan pameran potensi desa.

Expo Kabupaten ini dihadiri oleh Bupati Jepara, Camat Bangsri, Ketua P2KKN UNDIP, Koordinator Dosen KKN Kabupaten Jepara, Dosen KKN, mahasiswa KKN UNDIP TIM II Kabupaten Jepara dan masyarakat umum. Pembukaan acara ini diresmikan oleh Bupati  dengan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan  mengunjungi stand pameran potensi desa dari kecamatan Kedung, Bangsri, dan Kalinyamatan.

Kecamatan Kedung memamerkan potensi desanya berupa pernak-pernik dan keindahan pantai. Sementara dari kecamatan Kalinyamatan memamerkan produk lokal berupa celana dan kerudung. Sedangkan dari kecamatan Bangsri memamerkan potensi desa berupa batik dan kopi.

Desa Papasan memamerkan potensi desa berupa “Kopi Papasan”. Dengan bantuan mahasiswa UKM Kopi Papasan memiliki desain kemasan baru yang lebih menarik untuk mendorong daya jual di masyarakat. Kopi ini merupakan kopi khas dari Desa Papasan. Kopi Papasan mempunyai 3 jenis yaitu Robusta, Robusta Liberica, dan Liberica, dimana  masing-masing kopi ini memiliki cita rasa yang berbeda sehingga menarik minat banyak orang termasuk Bupati Jepara. Pada akhir acara, stand Kopi Papasan berhasil memenangkan kategori “Stand Terbaik” yang mana dipilih langsung oleh  Bupati Jepara.

Edit by :

Bambang Hariyana

Konsep Zero-Waste: Tim II KKN Kranggan Ajak PKK untuk Mengolah Makanan hingga Sisa Limbahnya

Image and video hosting by TinyPic

SEMARANG – Pada Rabu (1/8) kemarin, Tim II KKN Undip ajak Ibu-Ibu PKK dari Kelurahan Kranggan untuk senantiasa mengangkat konsep zero-waste di rumah. Zero-Waste merupakan tujuan etis, ekonomis, efisien, dan visioner, untuk memandu masyarakat dalam mengubah gaya hidup dan praktik-praktik mereka dalam meniru siklus alami yang berkelanjutan, dimana semua material yang tidak terpakai lagi dirancang untuk menjadi sumber daya bagi pihak lain untuk menggunakannya. Pada pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Kranggan tersebut, Tim II KKN Kranggan ajak para ibu-ibu untuk mengolah makanan dan sampah atau bahan-bahan bekas pengolahan makanan tersebut menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

Pada kesempatan tersebut pula, Tim II KKN Undip ingatkan para ibu-ibu mengenai pentingya protein untuk cegah stunting pada anak. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting pada anak. Tak hanya mengingatkan mengenai pentingnya protein, Tim II KKN Kranggan pun beri contoh olahan protein yang mudah dibuat di rumah, yakni nugget dan kaki naga dari lele.

Image and video hosting by TinyPic
Tim II KKN Kranggan bagikan sample nugget dan kaki naga dari lele

Dari olahan nugget dan kaki naga dari lele tersebut, Tim II KKN Undip juga ajak ibu-ibu untuk manfaatkan limbah pengolahan makanan menjadi pupuk. Tim II KKN Kranggan ajarkan ibu-ibu untuk membuat pupuk cair dari air cucian beras dan sisa tulang-tulang ikan lele. Tak berhenti sampai disitu, ibu-ibu PKK pun diajak pula untuk membuat sabun dari minyak jelantah hasil penggorengan makanan. Antusiasme pun terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para ibu-ibu mengenai alternatif lain dari olahan, khasiat sabun, serta membahas mitos-mitos kesehatan terkait dengan ikan lele yang digunakan.

Image and video hosting by TinyPic
Tim II KKN Kranggan bagikan cara-cara membuat pupuk cair dari air cucian bekas dan sisa pengolahan lele

Edit by Winarni

HUT Bhayangkara: Membuat Kabupaten Pati Lebih Aman Lagi

Akhir Juli lalu, warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, dihebohkan dengan kedatangan 2 unit mobil polisi dari Polsek Kayen. Awalnya, warga menduga adanya tindakan kriminal di Desa Srikaton. Setelah ditelusur, pernyataan salah seorang polisi bahwa tujuan kedatangan aksi tersebut adalah untuk memberi apresiasi kepada warga Desa Srikaton atas kondusifitasnya saat momen Pilkada serentak lalu, dimana Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu wilayah yang menggelar Pemilihan Gubernur untuk periode 2018-2023. “Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Hari Ulang Tahun Bhayangkara Polres Pati, dimana Desa Srikaton menjadi salah satu desa yang menjadi target kegiatan ini” ujarnya.

Tak kurang dari 50 paket bingkisan yang berisikan sajadah dan kain sarung diberikan secara cuma-cuma oleh aparat kepolisian Polres Pati dan Polsek Kayen kepada warga Desa Srikaton yang dipilih secara acak oleh salah seorang perangkat desa yang ikut dalam kesempatan ini. Pesan salah satu aparat kepolisian untuk warga agar menguatkan sinergitas antara polisi dan masyarakat sehingga Kabupaten Pati ini dapat meneruskan situasi kondusif yang telah dibangun selama ini.

Fenomena tersebut, menunjukkn kemampuan warga Desa Srikaton dalam menjaga daerahnya sendiri dalam kegiatan-kegiatan yang yag berpotensi terjadinya konflik. Hal itu menjadi potensi keunggulan tersendiri bagi Desa Srikaton yang menurut pengakuan warga memang menjadi desa yang disegani, setidaknya dalam tingkat Kecamatan Kayen.Harapannya bahwa warga Desa Srikaton ini bisa tetap menjadi desa yang aman dan kondusif atau bahkan mampu untuk menyebarkan suasana tersebut hingga ke desa-desa lain sehingga Desa Srikaton ini terus menjadi pilihan bagi Polres Pati dan Polsek Kayen sebagai salah satu mitra kerjasama sinergitas antara polisi dan masyarakat.

Penulis: Bhakti Putra Utama (Srikaton)

LINGKUNGAN SEHAT BERSAMA POSYANDU DUSUN MENDONGAN

LINGKUNGAN SEHAT BERSAMA POSYANDU DUSUN MENDONGAN

Mendongan, Sumowono (21/07/2018) – Di hari yang cerah ini, Tim II KKN Desa Mendongan tahun 2018 ikut berpatisipasi dalam kegiatan Posyandu Dusun Mendongan periode Juli 2018 di Balai Desa Desa Mendongan. Kali ini, partisipasi kegiatan dipimpin oleh Diah Pitaloka Kusumaningrum Al-Muharram dari Fakultas Kedokteran dan dibantu oleh Senia Rahayu dan Muhammad Zaki Fuad dari Fakulas Teknik, Disha Septiviardi serta Sarah Nabila dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Posyandu Dusun Mendongan sudah ramai dikunjungi ole masyarakat sejak pukul 09.00 WIB. Berdasarkan data yang ada, yang hadir sebanyak 52 orang, 32 orang ibu dan balita serta 20 orang lansia. Tim II KKN Desa Mendongan membantu Ibu Suharni, A.md, Keb untuk melakukan beberapa prosedur dan pemeriksaan di posyandu. Para ibu dan balita datang bergiliran untuk mengukur tinggi badan, mengukur berat, dan mencatat buku KMS (Kartu Menuju Sehat) yang mereka bawa. Sedangkan lansia menuju ke meja sebelah untuk melakukan pengecekan tensi dan tekanan darah, pengukuran kolesterol, gulah darah sewaktu (GDS), dan asam urat.

Masalah yang ditemukan berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan di posyandu adalah ditemukan 5 anak yang memiliki perawakan pendek (stunting) dan hampir seluruh pasien lansia yang melakukan pengecekan, baik hipersensi, asam urat dan gula darah, hasilnya menunjukkan tekann darah, kolesterol, asam urat, dan GDS yang tinggi. Diharapkan para ibu yang anaknya didapatkan perawakan pendek untuk langsung konsultasi ke puskesmas, agar diberi penanganan lebih lanjut. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk menjaga pola hidup (olahraga dan aktivitas fisik) agar terhindar dari Sindroma Metabolik.

182

Edit by Winarni

TAHU BAKSO “AL-FARUQ” : POTENSI UMKM DESA MENDONGAN

TAHU BAKSO “AL-FARUQ” : POTENSI UMKM DESA MENDONGAN

Mendongan, Sumowono (13/07/2018) – Pukul 10.00 WIB, Tim II KKN Desa Mendongan melakukan kunjungan ke salah satu UMKM yang ada di Desa Mendongan, yaitu Pabrik Pembuatan Tahu Bakso “Al-Faruq” di Dusun Gondangsari. Survei ini dipimpin oleh Arif Hartadi dan dibantu oleh seluruh anggota Tim II KKN Desa Mendongan. Menurut pemilik pabrik tersebut adalah Pak Tajib dan sekarang pembuatan tahu bakso dikelola oleh istrinya, yaitu Ibu Nur Khimatul. Pabrik pembuatan tahu bakso ini termasuk home industry, letaknya di belakang rumah Bu Nur. Pabrik ini memproduksi 2 jenis olahan, tahu putih biasa dan tahu bakso.

164

Foto : Proses pengolahan tahu bakso

Bu Nur mengatakan bahwa tahu bakso ini sudah berdiri sejak lama. Tahu bakso yang diproduksi biasanya dipasarkan di Pasar Pagi dan mereka juga menerima pesanan. Pabrik Tahu Bakso “Al-Faruq” bisa memproduksi 6000-6500 buah tahu per hari dengan kisaran harga untuk 1 tahu sebesar Rp 600,- dan untuk kemasan menggunakan plastik atau mika sebesar Rp 6.000,- .Hal yang perlu ditingkatkan dalam UMKM Tahu Bakso ini adalah memperluas pemasaran, pembuatan logo dan packaging yang menarik serta menyusun sistem keuangan yang baik dan benar. Karena, apabila UMKM Tahu Bakso ini dikembangkan, maka dinilai bisa menjadi potensi bagi Desa Mendongan.

 

edit by kusyogo cahyo

PANGAN ASUH & IKAN SEGAR UNTUK NUGET

Batang, Kamis (26/7/18).  Bertempat  Balai Desa Kalipucang Kulon  ibu-ibu PKK antuasis mengikuti kegiatan “Pengenalan PANGAN ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal); Pemilihan Ikan Segar dan Ikan Kurang Segar; dan Pembuatan Nugget Ikan Lele serta Nugget Ayam”. Kegiatan dibawakan oleh Maryam Naqya (Peternakan 15) dan Silvia Ayu (Perikanan 15). Pada sesi pertama disosialisasikan tentang Pengenalan PANGAN ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Diterangkan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan pangan yang cukup bergizi dan aman dikonsumsi,  sehingga perlu diperhatikan mutu dan keamanan makanan yang layak untuk konsumen. Makanan yang aman artinya tidak mengandung bahaya biologis, kimiawi dan fisik, makanan sehat mengandung bahan-bahan yang baik untuk kesehatan manusia, makanan utuh berarti tidak dikurangi atau dicampuri dengan bahan lain, dan makanan halal tentunya sesuai dengan syariat agama Islam. Diterangkan juga tentang ciri-ciri daging sapi, babi dan ayam, serta perbedaan dari ketiganya. Dijelaskan pula beberapa penyakit menular melalui daging yangperlu diketahui, sebagai dasar untuk menentukan keamanan mutu pangan.

Sesi kedua diisi oleh Silvia tentang ikan segar dan kurang segar. Diberikan contoh ikan bandeng yang segar dan kurang segar. Membedakan segar atau kurang segar dapat dilihat dari kenampakan mata, insang, warna, bau, daging, sisik dan dinding. Terlihat bahwa ikan segar cerah matanya daripada ikan kurang segar, insang ikan segar merah dan berbau sedangkan ikan kurang segar coklat/kelabu, warna ikan segar terang dan lendir bening sedangkan ikan kurang segar pudar, bau ikan segar seperti bau laut sedangkan ikan kurang segar asam atau busuk, daging ikan segar nampak putih sedangkan ikan kurang segar kemerahan sekitar punggung, sisik ikan segar menempel kuat pada kulit sedangkan ikan kurang segar mudah lepas, dan dinding ikan segar utuh sedangkan kurang segar menggelembung. Dijelaskanpula beberapa ciri-ciri ikan berfomalin serta pencegahannya.

Sesi 3 diisi dengan demonstrasi memasak nugget ikan lele dan ayam. Pada sesi ini Qya dan Silvia mencontohkan pembuatan nugget ikan lele dan ayam yang mana dagingnya sudah digilingkan terlebih dahulu. Demonstrasi memasak ini cukup meriah, karena ibu-ibu PKK ikut membantu memasak. Penghujung acara ditutup dengan makan nugget bersama dan sesi foto bareng bersama ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKN.

telah direview :bambangsulis’18

Materi ToT Dosen KKN Tim 1 2018/2019

Materi ToT Dosen KKN Tim 1 2018/2019 ,Salatiga, 4-6 Oktober 2018

  1. Filosofi dan Tata Tertib KKN
  2. Reportase Kegiatan
  3. Soft Skill dan Complete
  4. Evaluasi Kegiatan KKN
  5. Model Penilaian
  6. Teknik Survey
  7. Pembekalan Fak dan Univ
  8. Kluster Agro (Perikanan dan Kelautan)
  9. RPS
  10. Form Penilaian

Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Jerami Padi

Image and video hosting by TinyPic

Pemanfaaan limbah jerami padi yang tidak digunakan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah jerami padi dan pelatihan cara pembuatan MOL dari nasi. Proses pembuatan pupuk dimulai dari tanggal 12 Agustus 2018. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait manfaat pupuk kompos dari limbah jerami padi dan praktik pembuatan pupuk kompos.

Image and video hosting by TinyPic

Warga masyarakat yang mengikuti mampu mengetahui cara pembuatan pupuk kompos dari limbah jerami padi dan mampu mengaplikasikannya untuk tanaman sesuai dengan yang disampaikan. Program ini bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran para masyarakat untuk memanfaatkan limbah jerami padi yang tidak digunakan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

 Editor : Amni Zarkasyi Rahman, M.Si

17 Agustus Dipenuhi Cerita dan Kenangan

17 Agustus pertama dan terakhir di Kecamatan Gabus

Jumat, 17 Agustus 2018, dilakukan upacara 17 Agustus yang berlokasi di Lapangan Tlogotirto. Tujuan upacara ini jelas, untuk memperingati jasa para pahlawab dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Upacara ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari Kepala Desa, guru, siswa-siswi, serta mahasiswa KKN.

Upaara berlangsung dengan tertib dan lancar, dan dimeriahkan juga oleh pertunjukan drumband. Selepas upacara, tim KKN Desa Kalipang menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan bapak dan ibu kepala desa. Bapak Lurah tampak gagah dengan seragam serba putih, sementara ibu kades tampak anggun dengan setelan kebaya.

Tirakatan Mengundang Air Mata

Pamitan dalam Acara Tirakatan

Tim II KKN UNDIP Desa Kalipang telah diundang dalam acara malam tirakatan yang diselenggarakan di Balai Desa Kalipang pada 16 Agustus 2018. Acara tersebut dihadiri oleh warga, jajaran petinggi desa dan
tokoh masyarakat Desa Kalipang. Adanya tokoh masyarakat pada acara tirakatan tersebut, dimaksudkan untuk memberikan sepatah/dua patah
kata yang dapat mengingatkan hadirin kepada jasa para pahlawan di zaman kemerdekaan.

Pada acara tirakat Desa Kalipang tersebut, Ibu Kepala Desa menyiapkan dua buah tumpeng dengan nasi kuning dan lauk-pauknya yang siap dibagikan kepada tamu undangan yang hadir. Adapun rangkaian acaranya, seperti pembukaan jalannya acara, sambutan-sambutan oleh para petinggi
Desa Kalipang, cerita tentang pahlawan, ceramah, sambutan dari tim KKN UNDIP, doa, dan pembagian berkat. Sambutan yang disampaikan oleh perwakilan tim KKN UNDIP berisikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf, sebagai pidato perpisahan. Tim KKN UDIP juga membantu membagikan berkat yang sudah tersedia kepada hadirin.