HEBAT… Mahasiswa KKN Grobogan adakan Pelatihan K3 Pengelasan

Menduran (22/7) – Telah dilaksanakan program mono disiplin berupa penyuluhan K3 Pengelasan di bengkel las Desa Menduran oleh M. Aulia Zahril, mahasiswa Teknik Perkapalan Undip. Program ini diadakan karena ada permasalahan mengenai kurangnya pemahaman pekerja di bengkel las tentang keselamatan kerja pada bidang pengelasan.

Target dari program ini yaitu pekerja di bengkel las yang ada di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Output yang diberikan berupa poster tentang K3 yang akan ditempel di bengkel las. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ari Wibawa Budi Santosa sebagai salah satu Dosen KKN yang juga mengampu teknologi pengelasan. Dari program ini, diharapkan para pekerja di bengkel las bisa memahami dan menerapkan keselamatan kerja dalam kesehariannya bekerja di bengkel las serta mengurangi angka kecelakaan kerja pengelasan di desa menduran. Para pekerja las sangat berterimakasih kepada tim KKN UNDIP yang telah memberikan edukasi tentang keselamatan kerja dalam pengelasan.

TIM KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Sampo Alami dari Ekstrak Lerak

Pedurungan (24/8) – TIM KKN Tematik Lerak Batik Pedurungan, melaksanakan program multidisiplin berupa pembuatan sampo alami dari ekstrak buah lerak. Buah lerak diketahui kaya akan saponin yang mana saponin ini merupakan salah satu komposisi yang harus dimiliki oleh produk pencuci, salah satunya yaitu sampo. Kegunaan dari saponin yaitu sebagai penghasil busa ketika dilarutkan dalam air.

Kegiatan ini  dimulai dengan persiapan bahan-bahan sampo yang sesuai SNI dan ditambah ekstrak buah lerak. Proses pembuatannya cukup sederhana. Hasil dari sampo ekstrak lerak ini di uji coba secara langsung untuk mencuci rambut. Hasilnya rambut lebih lembut dan bersih.

Sampo dari ekstrak lerak ini kaya akan manfaat, diantara-Nya sebagai sampo anti ketombe. Karena berasal dari bahan alami, limbah dari sampo lerak tidak berbahaya ketika dibuang dilingkungan. Alasan tersebut menjadikan sampo ekstrak lerak lebih ramah lingkungan. Sampo ekstrak lerak diharapkan menjadi alternatif produk lain dari CV Rena selain sabun cuci batik yang sebelumnya telah ada. Selain itu, produsen penghasil sampo ekstrak buah lerak juga masih minim.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP dengan Masyarakat Dusun Pledokan Sumowono

Sumowono (24/8) – Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP yang memiliki tema Pemasaran Gula Aren melakukan perpisahan kepada masyarakat Dusun Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Perpisahan dilakukan ke rumah Kepala Dusun, Ketua Karang Taruna, SDN Pledokan, serta KUB Arum Sari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengucapkan terimakasih atas kerjasama masyarakat Dusun Pledokan selama kegiatan KKN berlangsung. Selain itu, mahasiswa juga melaporkan hasil dari kegiatan yang selama ini dilaksanakan. Dari hasil tersebut, diharapkan akan memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat khususnya Dusun Pledokan dan menjadi evaluasi untuk kegiatan KKN UNDIP mendatang.

Salah satu dari beberapa hasil program kerja yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP selama KKN berlangsung adalah pengemasan ulang terhadap produk KUB Arum Sari. Pengemasan ulang ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual produk KUB Arum Sari serta dapat menarik masyarakat untuk mencoba dan membeli produk. Upaya ini dilakukan mulai dari pembaharuan tempat kemasan hingga label kemasan yang diperbaharui menjadi lebih lengkap dan informatif.

Dikarenakan jauhnya lokasi produksi KUB Arum Sari dengan pasar maka proses pengiriman memakan waktu yang cukup lama. Kemasan sirup yang sebelumnya menggunakan botol kaca diubah menjadi botol plastik yang lebih tahan benturan, hal ini dimaksudkan agar pengiriman produk lebih mudah dan aman, sehingga tidak mudah pecah. Hal ini juga bertujuan agar produk dapat lebih mudah dipasarkan sehingga proses pengemasan ulang ini menjadi salah satu fokus utama Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP sebelum memasarkan produk kepada masyarakat. Selain itu, permintaan pasar saat ini memandang kemasan sebagai hal paling penting, adanya kelengkapan No. P-IRT, Sertifikasi Halal, tanggal/bulan kadaluwarsa dan komposisi menjadi hal esensial yang harus ada pada label kemasan produk.

Pengemasan ulang ini harapannya bisa menjadi langkah awal untuk dapat menarik dan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk hasil olahan KUB Arum Sari. Tidak lupa, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga melakukan sesi foto produk untuk mendukung upaya pemasaran produk secara online di berbagai platform e-commerce serta media sosial, khususnya Instagram (@kubarumsari.sumowono) serta Google My Business, yaitu Gula Aren Gula Semut Sumowono. Pemasaran produk KUB Arum Sari dan Tazakka dilakukan dengan menitipkan produk untuk dapat dijual di tempat-tempat wisata diantaranya seperti Dusun Semilir, Kampoeng Kopi Banaran, Tahu Serasi Bandungan, dan toko-toko ataupun rumah makan disekitar Kabupaten Semarang.

Selain dijual ditempat-tempat tersebut, bagi siapapun yang tertarik untuk membeli produk KUB Arum Sari, maka dapat langsung melakukan pemesanan ke Ibu Yatimah, selaku ketua KUB Arum Sari melalui nomor kontak 081325365003.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga ditandai dengan pemberian kenang-kenangan kepada pihak-pihak yang telah terlibat selama proses KKN berlangsung. Pemberian kenangan ini juga disertai dengan serah terima berkas-berkas dan barang-barang yang mendukung upaya pemasaran produk KUB Arum Sari dimana salah satunya yaitu pemberian botol kemasan serta label kemasan untuk KUB Arum Sari dan Tazakka.

TIM 2 KKN TEMATIK CIPTAKAN ALAT PENGERING KULIT KAYU MAHONI DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS PEWARNA ALAMI BATIK LAWUNG AGENG

Gemawang (23/8) TIM 2 KKN Tematik Undip menciptakan alat pengering kulit kayu mahoni dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha batik Lawung Ageng. Kulit kayu mahoni digunakan sebagai salah satu pewarna alami. Secara tradisional, kulit kayu mahoni perlu dikeringkan oleh sinar matahari kurang lebih waktu yang diperlukan adalah 1 minggu. Terjadi masalah apabila saat cuaca sedang sinar matahari tidak terik atau hujan.

TIM 2 KKN Tematik Undip memberikan solusi untuk permasalahan ini, dengan alat pengering mahoni ini dapat mengeringkan kulit kayu mahoni disegala kondisi cuaca. Alat ini dapat mengeringkan kurang lebih dari 20 Kg kulit kayu mahoni dalam waktu kurang lebih 5 jam. Dengan ini produktivitas pewarna alami tetap terjaga walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik.

Program ini dibuat oleh teman -teman dari  fakultas yakni FSM dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  membuat rancangan mekanik dan elektrik alat pengering ini ke dalam bentuk alat, Pergina Astuti Timbo – Managemen’16 membuat standar operasional prosedur pemakaian dan Rahmat Rizal Muafig – Akuntansi’16 membuat anggaran dari pembuatan alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Bu Umi Khalifa sebagai pemilik dari usaha batik Lawung Ageng yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. Kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik Lawung Ageng

pengering-kayu-mahoni

Wow, Desinfektan dengan Bahan Kulit Nanas Madu Karya Tim II KKN Tematik UNDIP

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro yang diterjunkan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang mampu ciptakan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi desinfektan alami untuk kandang. Pembuatan desinfektan dengan bahan baku kulit nanas ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah kulit nanas yang dibiarkan begitu saja. Melihat potensi sumber daya yang ada, memunculkan ide untuk menjadikan limbah kulit nanas ini menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang memiliki manfaat lebih.

KKN Tematik Undip Tim II tahun 2019 mengajak masyarakat Desa Beluk untuk peduli terhadap lingkungan dari sampah-sampah organik yang ada. Sampah organik limbah kulit buah nanas dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN Undip dan masyarakat disulap menjadi desinfektan alami yang bernilai ekonomis.

Desinfektan ini memiliki manfaat untuk menghambat dan membasmi mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri yang ada di dalam kandang ternak. Desinfektan diciptakan untuk menunjang pemeliharaan kandang yang sehat, sehingga hewan ternak dapat hidup sehat dengan tumbuh kembang yang produktif.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 24 Agustus 2019

TIM 2 KKN TEMATIK UNDIP CIPTAKAN CANTING LISTRIK DENGAN PENGONTROL SUHU UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFTAS KERJA PARA PECANTING USAHA BATIK GEMAWANG

Gemawang (21/8) Mahasiswa KKN Tematik Undip Tim 2 membuat alat canting listrik dengan pengontrol suhu guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk para pecanting usaha batik gemawang. Untuk pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 1 bulan.  Alat ini dirancang dengan pengendali PID yang mana dapat menjaga suhu optimal untuk melelehkan malam dan suhu optimal yang diperlukan untuk melelehkan malam yang digunakan di usaha ini ialah 130 derajat celcius.

Program ini merupakan program multidisiplin yang dibuat dengan kerja sama antara 3 fakultas yakni FSM, FT, dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Aliska Nuriya Aziza – Fisika’16 dibagian analisis sitem kendali yang digunakan untuk mendapatkan nilai konstanta PID agar bisa menjada suhu optimal, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  dibagian rancangan diagram blok sistem dan skematik rangakaian listrik, Yogie Meysa Tama – Teknik Komputer’16 mengimplementasikan PID ke dalam mikrokontroller, Annisa Nilam Cahaya – IESP’16 membuat evaluasi proyek yang berisi hasil pengamatan baik buruk nya projek ini, dan Siti Sofiyatun –  fisika’16 membuat Standar operasional prosedur penggunaan dari alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Pak Fauzi sebagai pemilik dari usaha batik gemawang yang berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik gewamang.

Canting-Listrik

Manfaatkan Buah Lerak, Tim KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Gel Rambut dan Masker Peel Off

Pedurungan (21/08) – Dwi Cahya Prihandoko, Mahasiswa Perikanan KKN Tematik Universitas Diponegoro melaksanakan program monodisiplin “Pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan penambahan ekstrak buah lerak”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat menambah varian produk dari CV. Rena.

Kegiatan monodisiplin ini dimulai dengan pemilihan bahan baku yang alami dan meminimalkan penggunaan bahan kimia pada kedua produk yang berbasis kosmetik tersebut, kemudian trial and error juga dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dari setiap bahan yang dibutuhkan pada pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan tujuan untuk mendapatkan hasil terbaik, kemudian akan dilakukan praktik secara langsung untuk menjelaskan cara pembuatan kepada pemilik CV Rena.

Menurut penelitian sebelumnya, bahwa ekstrak buah lerak sebagai obat jerawat. Selain itu, penambahan ekstrak lerak yang dilakukan pada pembuatan gel rambut juga memberikan efek lembut pada rambut setelah dibilas dengan air yang biasanya hal tersebut dilakukan setelah pemakaian gel rambut, percobaan tersebut juga telah dilakukan oleh mahasiswa Perikanan lainnya yaitu Alip (24) “Tekstur sudah menyerupai gel rambut yang berada di pasaran, memberikan efek keras saat digunakan ke rambut layaknya kegunaan umum gel rambut, namun mudah dibilas dan memberikan efek lain yang berbeda dengan gel rambut lain yaitu lembut pada rambut setelah pembilasan”.

Selanjutnya produk-produk ini akan di teliti di laboratorium berkaitan dengan keamanannya untuk digunakan oleh masyarakat umum. Penelitian meliputi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat layak edar seperti SNI, BPOM dan Halal.

Dengan dilaksanakannya kegiatan monodisiplin ini diharapkan CV. Rena yang merupakan UMKM sasaran KKN Tematik Lerak Batik dapat menambah varian produk baru berbasis kosmetik, untuk menarik minat konsumen terhadap produk dengan bahan baku lerak karena alami dan diyakini mampu bersaing dengan produk kosmetik berbahan baku alami lainnya.

Dosen & Mahasiswa KKN UNDIP Desa Surokidul Sulap Sampah Menjadi Barang Tepat Guna

Tegal – Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 Desa Surokidul mengangkat permasalahan sampah menjadi program utama dalam pelaksanaan KKN. Program ini di dasari oleh terbatasnya fasilitas pembuangan sampah di Desa Surokidul, sehingga masyarakat mengambil jalan pintas dengan membakar sampah-sampah tersebut. Padahal hasil pembakaran sampah dapat menyebabkan timbulnya masalah baru seperti polusi udara hingga menipisnya lapisan ozon di atmosfer. Program penanganan sampah ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi pengenalan mengenai jenis-jenis sampah, pemilahan sampah serta praktik pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat kepada masyarakat Desa Surokidul. Program ini menjadi salah satu program interaksi Dosen KKN dengan masyarakat dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 yang di komandoi Ariany dosen Fakultas Teknik yang memiliki konsentrasi di bidang Teknik Sistem dan Pengendalian Kelautan.

Program penanganan dan pengolahan sampah yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dan mahasiswa KKN Tim II meliputi pengolahan sampah organik menjadi starter MOL (Mikro Organisme Lokal), pupuk kompos padat hingga pupuk organik cair (POC). Disamping itu, kegiatan ini juga membuat komposter sederhana dari ember cat bekas dan drum sampah untuk dimanfaatkan sebagai tempat sampah organik limbah rumah tangga yang akan menghasilkan pupuk kompos padat dan cair untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Selain itu pengolahan sampah anorganik juga dilakukan dengan memanfaatkan sampah dan botol plastik menjadi kursi melalui Ecobrick.

Pada dasarnya sampah terbagi menjadi tiga, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Disamping itu, pemanfaatan sampah organik juga dilalukan dengan memasang Biopori di tiga SD Desa Surokidul. Kemudian dalam rangka sinkronisasi program antara mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa, terkait dengan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), mahasiswa KKN Tim II Desa Surokidul membuat suatu rancangan desain TPS yang nantinya akan dibangun dan menjadi pusat tempat pembuangan sampah sementara di Desa Surokidul.IMG_7513 IMG_6001

Pelaksanaan KKN di Desa Surokidul mendapatkan respon positif dari masyarakat. Rosikin selaku Kepala Desa Surokidul menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang dilakukan mahasiswa KKN, serta berharap program yang telah dilakukan dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

ReviewByAriany

SELAPANAN DINA DESA SEMBOJA

Semboja (14/7) – Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019 berkesempatan untuk menghadiri acara Selapanan Dina yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Semboja. Selapanan Dina merupakan suatu acara yang diadakan setiap 3 bulan sekali untuk melakukan dialog dengan masyarakat. Selapanan Dina merupakan program inovasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Semboja yaitu Bapak Untung Basuki. Acara ini berlangsung di balai desa yang dihadirin oleh masyarakat desa, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Semboja, Ketua PKK, Ketua Karang Taruna dan seluruh lembaga desa yang ada. Pada kesempatan kali ini, Bapak Untung Basuki selaku Kepala Desa mengundang Unit Pelaksana Teknis Daerah Pertanian dan Ketahanan Pangan (UPTD TAN-KP) Kecamatan Pagerbarang, dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pagerbarang.

Gambar 1: perangkat desa dan tamu undangan
Gambar 1: perangkat desa dan tamu undangan

Kehadiran UPTD TAN-KP membuat antusias dari masyarakat desa semakin meningkat dikarenakan pada kesempatan kali ini warga dapat menyampaikan usulan dan keluh kesah yang saat ini dirasakan oleh petani dikarenakan kekeringan sehingga petani banyak yang merasakan gagal panen. Desa Semboja memiliki potensi lahan yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman pajale. Akan tetapi keterbatasan irigasi membuat petani hanya dapat menanam padi dari bulan Desember – Agustus. Selapanan Dina juga bertujuan untuk menyampaikan penjabaran pengelolaan keuangan, menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2020 dan menyampaikan aspirasi mengenai pemerintahan desa yang sedang berlangsung.

Gambar 2: masyarakat desa yang menghadiri Selapanan Dina
Gambar 2: masyarakat desa yang menghadiri Selapanan Dina

Dalam acara Selapanan Dina kali ini Kepala Desa Bapak Untung Basuki menyambut kehadirian Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019. Kepala Desa juga memberi kesempatan kepada Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019 untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan program yang akan dilaksanakan di Desa Semboja.

Gambar 3: Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019
Gambar 3: Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019

Editor: Daniel Perwiratama Sinaga

ReviewByAriany

MENGENALI PERBEDAAN IKAN SEGAR DENGAN IKAN FORMALIN DAN PENGOLAHAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN ASAP CAIR

Fina Kertaharja 1Tegal ( 30/7 ) Ikan sumber pangan hewani yang kaya akan protein. Ikan dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar. Tetapi apakah ikan yang ada dipasar itu benar-benar ikan segar, bukan ikan yang berformalin? Maka dari itu salah satu mahasiswa Tim II KKN Undip di Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal mencoba mengenalkan tentang perbedaan ikan segar dengan ikan berformalin. Sasaran kali ini adalah ibu-ibu PKK yang mana ibu-ibu yang biasa membeli dan mengolah ikan yang dibeli di pasar. Supaya makanan yang disajikan untuk orang dirumah baik dan sehat, ibu-ibu ada baiknya mengetahui perbedaannya.

Fina Kertaharja 2

Formalin sendiri merupakan bahan kimia yang tidak digunakan untuk pengawet makanan tetapi fungsinya sebagai pengawet mayat, pembasmi serangga, dan pembuatan pupuk. Ikan yang diberi formalin memberi dampak negatif pada tubuh jika mengkonsumsinya. Dampak yang diberikan pada jika mengkonsumsi ikan yang berformalin adalah iritasi lambung, menganggu fungsi lambung dan ginjal, iritasi saluran pernafasan, kejang- kejang, muntah darah, kencing darah, dan yang paling fatal adalah kematian. Cara mudah untuk membedakan ikan yang segar dan ikan yang berformalin adalah ikan yang bebas formalin baunya segar sementara ikan yang berformalin tidak memiliki bau. Sementara itu cara lain untuk melihat ikan berformalin dapat di lihat juga dengan melihat kondisi fisiknya, keberadaan serangga di sekitarnya, dan dapat dicoba di berikan ke hewan.

Setelah mengetahui perbedaan ikan yang sehat dengan ikan yang berformalin, kemudian ada inovasi dalam pembuatan ikan asap dengan menggunakan asap cair. Asap cair disini yang dimaksud adalah Asap yang telah mengalami kondensasi dan yang telah dipisahkan dari tar. Tar merupakan senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Kegunaan dari asap cair ini adalah pemberi rasa, warna dan memperbaiki tekstur pada ikan, mudah digunakan dan hasil seragam (rasa, warna dan daya awet), mengurangi pencemaran lingkungan, aman dikonsumsi, menghemat penggunaan bahan bakar, cita rasa asap tradisional dapat dipertahankan, memberikan efek pengawet pada daging. Dengan menggunakan asap cair ini ikan yang disajikan lebih enak dan pastinya lebih sehat.

ReviewByAriany