Home » Posts tagged 'Banjarmulya'

Tag Archives: Banjarmulya

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

ASI Eksklusif Untuk Generasi Cemerlang Banjarmulya

Senin (22/1/2017) bertempat di kediaman ibu Cartinah, dukuh Kecepit desa Banjarmulya diadakan pertemuan ibu hamil membahas tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan pertama yang telah diadakan pada tanggal 15 Januari, dalam pertemuan yang dihadiri oleh 16 orang yang terdiri dari ibu hamil dan kader posyandu dibahas hal – hal yang berkaitan dengan keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif.
Mahasiswa KKN dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam menyusui yaitu ; posisi badan ibu, posisi badan ibu dan bayi dan posisi mulut bayi dan payudara ibu (perlekatan). Dalam penjelasan materi dibantu dengan lembar balik panduan konseling menyusui. Di jelaskan juga tanda – tanda bayi dengan kecukupan ASI diantaranya adalah kenaikan berat badan bayi sesuai dengan kenaikan berat badan minimal (KBM) yang ada di KMS, dilhat dari pipis bayi,bayi yang ASInya cukup buang air kecilnya sehari 5 – 6 kali dengan warna pipis yang jernih dan tidak berbau tajam.
Acara pertemuan ibu hamil kemudian dilanjutkan dengan saling tukar pengalaman sesama ibu hamil, bu Warniti selaku dari Pokja IV PKK menyampaikan bahwa di dusun kecepit masih banyak budaya yang kurang baik terkait dengan kehamilan diantaranya adalah budaya ‘ngasrep’ bagi orang yang baru melahirkan, masyarakat beranggapan dengan ngasrep atau makan makanan yang tidak ada rasanya, luka setelah persalinan akan cepat sembuh dan ketika empat puluh hari akan terlihat cantik, kemudian beliau menjelaskan bahwa dengan ngasrep kebutuhan gizi ibu tidak akan tercukupi sehingga kualitas ASI kurang, ibu kelihatan cantik, sebenarnya bukan cantik melainkan pucat karena kekurangan darah karena asupan gizi yang kurang, untuk itu ibu hamil bisa menyiasatinya dengan makan makanan yang mengandung cukup zat gizinya.
Pertemuan ibu hamil ini diharapkan dapat menjadi suatu cara mendukung terciptanya generasi yang sehat diawali dari perhatian gizi dimasa kehamilan, pemberian inisiasi menyusu dini,pemberian ASI secara eksklusif dan memperhatikan makanan tambahan yang optimal untuk tumbuh kembang bayi dan balita. Sebagai pengingat Mahasiswa KKN membagikan kalender yang berisikan pesan tentang pentingnya pemberian ASI secara eksklusif bagi ibu hamil. Di akhir pertemuan bu – ibu hamil yang hadir sepakat akan berusaha memberikan ASI secara eksklusif untuk menciptakan generasi yang cemerlang bagi kemajuan desa Banjarmulya.

Editor : Abdul Syakur

Ovitrap: Strategi Pemutus Siklus Hidup Vektor Penyakit DBD di Desa Banjarmulya

Banjarmulya, Pemalang (23/1) – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) DBD di desa Banjarmulya, mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro melakukan kegiatan pendampingan kader dalam pemutusan rantai penularan DBD. Kasus demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di desa Banjarmulya. Hampir setiap tahun kasus demam berdarah dengue terjadi, terlebih lagi pada musim penghujan yang sedang berlangsung saat ini.
Kegiatan dilaksanakan pada saat pertemuan kader di dusun Tamansari, desa Banjarmulya tepatnya pada hari Selasa, 16 Januari 2017 pukul 16.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat sesi yaitu pemberian materi mengenai DBD, pelatihan pembuatan ovitrap, simulasi penggunaan ovitrap dan evaluasi.
Pada sesi pertama dilakukan pemberian materi mengenai penyakit DBD secara umum oleh Dwi Nikmah Lestari yang merupakan salah satu mahasiswi jurusan kesehatan masyarakat. Pada sesi ini, Tari menjelaskan tentang bagaimana transmisi penyakit DBD, tanda dan gejala yang muncul pada penderita DBD, serta berbagai macam tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Melalui sesi ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peserta mengenai penyakit demam berdarah serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melakukan tindakan pencegahan.
Selanjutnya pada sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap. Ovitrap adalah salah satu alat yang digunakan untuk menjebak atau memerangkap telur nyamuk. Penggunaan ovitrap merupakan salah satu teknik pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Bahan dan peralatan penyusun ovitrap cukup sederhana dan mudah ditemukan diantaranya yaitu botol plastik bekas, plastik berwarna gelap, lem perekat, kertas saring, label dan gunting.
Pengaplikasian ovitrap cukup sederhana yaitu dengan meletakkan ovitrap di dalam rumah dan diluar rumah. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan adanya telur nyamuk yang terperangkap setelah 3 hari peletakan. Jika dalam ovitrap ditemukan telur, maka telur tersebut dapat langsung dibuang atau dimusnahkan sehingga dapat memutus siklus hidup vektor. Pada sesi ini peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat karena peserta dapat langsung mempraktikkan bagaimana membuat ovitrap yang mana belum pernah dilakukan sebelumnya.
Selesai ovitrap berhasil dibuat, masuk ke sesi berikutnya yaitu simulasi survei telur menggunakan ovitrap. Pada sesi ini, para peserta dipandu agar memasang ovitrap tersebut dirumah masing-masing. Setiap peserta membawa dua ovitrap untuk dipasang di dalam dan di luar rumah. Ovitrap diletakkan pada tempat-tempat gelap dan lembab yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk seperti kolong meja dekat toilet, sudut ruangan maupun dibawah semak-semak yang ada diluar rumah.
Setelah ovitrap dipasang, langkah selanjutnya adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dilakukan dengan memeriksa setiap ovitrap yang dipasang. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui ovitrap positif telur dan jumlah telur yang terperangkap dalam ovitrap. Kegiatan monitoring dapat dilakukan setelah 3-7 hari pemasangan. Namun dalam program kali ini, monitoring dilaksanakan pada hari kelima, tepatnya pada hari Sabtu (20/1). Dari 8 ovitrap yang dipasang, semuanya tidak ditemukan adanya telur yang terperangkap. Namun hal tersebut tidak menurunkan antusiasme peserta untuk mengikuti hingga sesi terakhir yaitu evaluasi.

Editor : Abdul Syakur

Banjarmulya Desa Terluas di Kecamatan Pemalang, Harapkan Mahasiswa KKN Undip Kelola Sampah Terpadu

Pemalang-Kamis, 4 Januari 2018 KKN Tim I Universitas Diponegoro tiba di Kecamatan Pemalang dan disambut oleh Ibu Titik Widyastuti selaku sekretaris kecamatan Pemalang. Setelah penyambutan di kantor Kecamatan Pemalang KKN Tim I Universitas Diponegoro menuju ke setiap desa lokasi KKN. Adapun desa yang menjadi lokasi KKN di Kecamatan Pemalang diantaranya adalah Desa Danasari, Desa Lawangrejo, Desa Sewaka, Desa Pegongsoran, Desa Surajaya, Desa Sungapan, Desa Kramat, Desa Banjarmulya, Desa Wanamulya, dan Desa Bojongnangka.

Setelah penyambutan di kecamatan, KKN Tim I Desa Banjarmulya melanjutkan mengikuti penyambutan di tingkat desa pada hari berikutnya. Kegiatan penyambutan dilaksanakan di Balai Desa Banjarmulya yang dihadiri oleh perangkat desa, antara lain Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan, dan Kepala Dusun. Pada pertemuan tersebut juga dipaparkan mengenai gambaran serta permasalahan umum yang ada di Desa Banjarmulya.

Desa Banjarmulya merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Secara administratif disebelah utara desa Banjarmulya berbatasan dengan desa Wanamulya, di sebelah selatan berbatasan dengan desa Kejene kecamatan Randudongkal, disebelah Timur berbatasan dengan desa Kramat, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan desa Kendayakan kabupaten Tegal.
Banjarmulya merupakan salah satu desa terluas di kecamatan Pemalang. Luas desa banjarmulya adalah 811.558 ha yang terdiri atas 14 RW dan 49 RT yang termasuk dalam tujuh dusun yaitu dusun Penuntun, Lobongkok, Karang Sambung, Sidomulyo, Kecepit, Karyamukti, dan Tamasari. Dusun Lobongkok menjadi dusun yang terluas diantara tujuh dusun yang ada di Desa Banjarmulya.
Berdasarkan pemaparan oleh perangkat desa, permasalahan Desa Banjarmulya secara umum yaitu anggaran dana desa yang belum merata, infrastruktur kurang memadai, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, masyarakat yang belum peduli akan pentingnya kesehatan, serta belum adanya pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat. Dari pemaparan tersebut KKN Tim I Banjarmulya diharapkan dapat memberikan solusi melalui program monodisplin dan multidisplin. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang program monodisiplin dan multidisiplin tim KKN I Banjarmulya? Simak reportase berikutnya ya !

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Pasar Tiban Lobongkok menjadi Ajang Hiburan bagi Warga Desa Banjarmulya, Pemalang

Pemalang –  Pasar Tiban yang diselenggarakan di Dusun Lobongkok setiap sebulan sekali pada malam Jumat Kliwon menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh Komunitas Pedagang di Kabupaten Pemalang. Pasar Tiban ini menjadi ajang hiburan warga Dusun Lobongkok dan merupakan salah satu instruksi dari pemerintah setempat untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam kegiatan perekonomian.
Pasar Tiban yang digelar mulai pukul 18.30 sampai dengan pukul 22.00 tersebut menjajakan berbagai macam dagangan, seperti makanan, permainan anak, pakaian, barang elektronik serta perabotan rumah tangga. Harga makanan/barang yang diperjualbelikan di Pasar Tiban cukup terjangkau, dengan mengeluarkan uang Rp 2.000 sudah bisa menikmati makanan ringan seperti sosis bakar, bakso bakar, spiral potatoes serta makanan ringan yang lain. Tidak hanya makanan saja yang dijual dengan harga yang terjangkau, namun barang elektronik, permainan anak-anak, serta barang elektronikpun juga dijual dengan harga yang cukup ekenomis.
Pasar Tiban sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat Dusun Lobongkok dan sekitarnya. Masyarakat terlihat sangat antusias dan memiliki euforia yang tinggi terhadap adanya Pasar Tiban tersebut. Adanya Pasar Tiban tersebut dapat menjadikan alternatif hiburan bagi warga Dusun Lobongkok, hal tesebut dikarenakan Pasar Tiban merupakan satu-satunya pasar malam yang ada di Dusun Lobongkok. Sehingga, masyarakat Dusun Lobongkok tidak pernah melewatkan berkunjung ke Pasar Tiban yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali. Adanya Pasar Tiban mampu mendatangkan keuntungan bagi para pedagang karena tingginya daya beli masyarakat terhadap Pasar Tiban.
Selain menguntungkan jika dilihat dari sisi pedagang, pasar tiban juga dapat juga mempererat keakraban para penduduk sekitar desa. Karena di pasar tiban ini, semua masyarakat dari segala penjuru dusun berkumpul tumpah ruah dalam satu tempat, saling menyapa dan bersilaturahmi satu sama lain. Oleh karena itu, keberadaan pasar tiban ini, diharapkan dapat mendorong percepatan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat di Desa Banjarmulya dan sekitarnya.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Senam Anti Stroke dan Anti Stress POSYANDU LANSIA Sidomulyo, Banjarmulya, Pemalang.

Pemalang- Rabu (10/1/2017) bertempat di kediaman ibu Nani, dusun Sidomulyo Desa Banjarmulya Kec. Pemalang, dilaksanakan Bina Keluarga Lansia (BKL), dengan kepesertaan lansia tiga puluh lima lansia. BKL di Dusun Sidomulyo sudah berjalan dengan baik dan diberi nama Bina Keluarga Lansia AGRESIF. Penamaan Agresif dimaksudkan agar peserta lansia semakin semangat dan kreatif. Kegiatan BKL diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan darah.

Acara BKL dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Momen yang menarik dari kegiatan BKL adalah senam lansia yang dinamakan senam anti stroke dan anti stress, dengan durasi kurang lebih sepuluh menit. Para lansia sangat antusias mengikuti gerakan senam, mulai dari gerakan kepala, tepuk- tepuk tangan, tepuk perut, tepuk kaki, dilanjut dengan gerakan senam dengan lagu pada hari minggu.

Bu Endah selaku bidan desa Banjarmulya kemudian menyampaikan materi tentang Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Germas terdiri dari A,B,C,D dan E. “A” adalah aktivitas fisik, aktivitas fisik adalah melakukan gerakan anggota tubuh. Aktivitas fisik penting dilakukan untuk pemeliharaan kesehatan fisik dan mental serta mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. “B” adalah buah dan sayur dikonsumsi setiap hari. Manfaat buah dan sayur sangat banyak diantaranya adalah merupakan sumber vitamin dan mineral, membantu melancarkan buang air besar. “C” adalah Cek kesehatan secara berkala, cek kesehatan berkala bertujuan untuk dapat mengetahui sejak dini penyakit. “D” diberikan ASI eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan. “E” enyahkan asap rokok, kebiasaan merokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, di samping itu asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif yang ikut menghirup asap rokok.


Mahasiswa KKN UNDIP yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkenalan dan sedikit ulasan tentang gizi lansia terutama tentang penyakit diabetes. Audien yang hadir sangat antusias dibuktikan dengan respon peserta, ada peserta yang menanyakan apakah penderita diabetes dapat mengkonsumsi gula,apakah makanan yang cocok untuk penderita diabetes. Bolehkah orang yang terkena diabetes makan buah mangga.
Bina keluarga lansia agresif Sidomulyo dapat menjadi inspirasi bagi kelompok lansia di dusun yang ada di desa Banjarmulya. Harapannya adalah lansia yang ada dapat menikmati masa tua, dapat saling silaturahim antara para lansia serta dapat melakukan cek kesehatan serta lansia dapat mandiri.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Mahasiswa KKN UNDIP Mengunjungi UMKM di desa Banjarmulya

PEMALANG – Sabtu, (6/1) mahasiswa Tim I KKN Universitas Diponegoro berkunjung ke beberapa lokasi UMKM yang terdapat di desa Banjarmulya. Terpusat di dusun Lokbongkok, UMKM di desa banjarmulya meliputi konveksi tas dan dompet, konveksi pakaian, dan mebel. Terdapat juga bengkel yang memproduksi mesin perontok jagung.

Produk UMKM Desa Banjarmulya

UMKM yang pertama kali dikunjungi adalah konveksi tas dan dompet, Restu Jaya. Konveksi yang memproduksi tas dan dompet berbahan kulit sintetis ini telah mempekerjakan 5 orang karyawan. Usaha ini berkembang setelah berhasil menarik banyak perhatian konsumen pada acara Expo Kabupaten Pemalang beberapa tahun lalu.
Selain konveksi tas dan dompet, terdapat pula konveksi pakaian. Produk dari konveksi pakaian tersebut adalah celana panjang formal dan kaos berbahan katun. Konveksi tersebut juga melayani pemesanan seragam karyawan. Sebagian besar produk-produk konveksi ini dikirim ke Jakarta.

UMKM Mesin Perontok Jagung Desa Banjarmulya

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan petani di desa ini, salah satu warga berinisiatif untuk memproduksi mesin perontok jagung. Mesin ini membantu para petani untuk memanen jagung secara lebih efektif. Diproduksi sejak tahun 2006, mesin ini telah dikirim ke berbagai daerah di pulau Jawa antara lain Tegal, Brebes, dan Pemalang.

UMKM Mebel Berbahan Utama Kayu Jati

Terakhir, mahasiswa KKN berkunjung ke lokasi produksi mebel. Mebel MJB telah beroperasi selama 20 tahun. Dengan bahan utama kayu jati, Mebel MJB memproduksi berbagai macam perabotan rumah tangga dan ukiran.
Hampir semua UMKM masih terkendala masalah yang kurang lebih sama. Sebagian besar dari mereka hanya memasarkan produknya dari mulut ke mulut. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha-usaha tersebut masih sangat minim. Selain itu, kurangnya fasilitas permodalan juga menghambat para pelaku usaha untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.