Home » Posts tagged 'kkn'

Tag Archives: kkn

Bulugede Gemar Makan Daging, Telur, dan Minum Susu

BULUGEDE, KENDAL – Tim II KKN Undip 2017 Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kendal ikut berpartisipasi dalam Gerakan Gemar Makan Daging, Telur dan Minum Susu untuk Anak Usia Dini. Diselenggarakan di Balai Desa pada Jumat (21/7) pagi, gerakan tersebut diikuti oleh puluhan anak-anak dari PAUD Harapan Bangsa dan TK Siswo Utomo Desa Bulugede. Antusiasme anak-anak terlihat dari awal hingga akhir acara.

Ceria - Foto bersama Gerakan Gemar Makan Daging, Telur, dan Minum Susu untuk Anak Usia Dini

Foto bersama Gerakan Gemar Makan Daging, Telur, dan Minum Susu untuk Anak Usia Dini

Gerakan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini makanan-makanan yang sehat dan bergizi untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sri Wahyuni, salah satu perwakilan dari DPP, menjelaskan pentingnya gerakan ini untuk anak-anak di desa seperti Bulugede. “Tujuan kami dalam kegiatan ini agar anak-anak sejak dini mengenal makanan-makanan bergizi dan rajin dikonsumsi, lebih (sering dikonsumsi) daripada jajanan yang menarik namun kurang sehat,” ungkapnya.

Gerakan Gemar Makan Daging, Telur dan Minum Susu untuk Anak Usia Dini dimoderasi oleh Yoga Arfiansyah, salah satu mahasiswa Tim II KKN Undip 2017 Desa Bulugede. Acara diawali dengan sambutan dari kepala TK Siswo Utomo dan perwakilan dari DPP Kendal. Selanjutnya diisi dengan penjelasan makanan sehat oleh Indah Fadhilla dari DPP. Dalam penjelasannya, Indah menuturkan betapa pentingnya anak-anak PAUD dan TK makan telur, daging, dan susu karena tergolong makanan-makanan yang sehat, serta mengurangi jajanan yang kurang sehat seperti permen dan makanan kemasan.

Sebagai penutup, DPP dengan bantuan dari Tim II KKN Undip 2017 membagikan paket berisi telur rebus, bakso daging, dan susu kotak secara gratis kepada anak-anak PAUD dan TK. “Semoga gerakan gemar makan ini dapat terus diingat dan dipraktekan oleh anak-anak,” ujar Sri.

KKN UNDIP Jelaskan Pentingnya Akta Kelahiran

dianBertempat di posyandu desa Ngeling, mahasiswa fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Dian Shabrina, menjelaskan kepada warga desa mengenai pentingnya memilki akta kelahiran. Hal tersebut dilatarbelakangi masih kurangnya pengetahuan dari warga desa terhadap manfaat dari kepemilikan akta kelahiran.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini mendapat antusias yang tinggi dari ibu-ibu yang datang ke posyandu desa. Dian menyampaikan beberapa materi mengenai akta kelahiran, mulai dari syarat pembuatan hingga manfaat dari akta kelahiran.

“Setiap warga negara, harus memilki akta kelahiran ibu-ibu. Soalnya banyak sekali manfaat dari memiliki akta kelahiran. Kalo nggak punya akta, nanti bakal susah ke depannya,” tegas Dian.

Berikut ini beberapa manfaat dari memiliki akta kelahiran, diantaranya adalah pengakuan negara tentang status individu, status perdata, dan status kewarganegaraan seseorang; data dasar penetapan identitas dalam dokumen lainnya,seperti ijazah, KTP, KK; salah satu syarat memasuki dunia pendidikan dari TK s/d perguruan tinggi.

Acara ini mendapat respon positif dari warga desa Ngeling. Warga desa berharap dengan adanya KKN Undip dapat memberikan dampak positif di desa Ngeling.

“Materinya bagus. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi ngerti manfaat akta. Ya mugi-mugi, KKN Undip saged maringi manfaat ning desa Ngeling,” ujar salah satu warga desa Ngeling.

Petinggi Ngeling Sambut Kedatangan Mahasiswa KKN UNDIP

Petinggi Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan, Jumaidi, menyambut dengan hangat mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim 2 Universitas Diponegoro. Jumadi menyambut mahasiswa di kantor balai desa Ngeling dengan seluruh perangkat desa.

“Ya, semoga kalian betah dan kerasan di sini. Kami seluruh perangkat desa menyambut seluruh mahasiswa KKN dengan senang hati. Jika ada hal-hal yang sekiranya dapat kami bantu, ya bakal kami bantu,” sambut petinggi desa Ngeling.

Tim 2 KKN Undip di desa Ngeling terdiri dari delapan orang mahasiswa yang berbeda latar belakang disiplin ilmu, yaitu teknik elektro, manajemen, hukum, ilmu gizi, administrasi bisnis, akuntansi, dan ilmu komunikasi. Kedelapan mahasiswa tersebut akan mengabdi di desa Ngeling selama 42 hari.

Mahasiswa KKN akan mengabdi dengan membuat program-program baik program monodisplin maupun program multidisplin. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk membuat dua program monodisplin, yaitu program yang sesuai dengan keilmuan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga akan membuat dua program multidisplin, yaitu program yang dilaksanakan minimal tiga keilmuwan.

Selain itu, perangkat desa juga mengharapkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan desa, khususnya untuk persiapan menyambut hari kemerdekaan.

“Ya kami juga berharap temen-temen ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh karangtaruna untuk menyambut hari kemerdekaan,” tutup Jumadi.

TIM II KKN UNDIP KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA MENGGELAR AKSI TANAM POHON UNTUK KALINYAMATAN LESTARI

IMG_1110

Minggu (30/7) Tim II KKN Undip Kecamatan Kalinyamatan menggelar aksi penanaman bibit pohon dengan tema “Aksi Tanam Pohon Untuk Kalinyamatan Lestari” di Desa Batukali . Kegiatan ini mengundang masing-masing 1 perwakilan rt dan rw desa Batukali, petinggi Desa Batukali, Camat Kalinyamatan Kabupaten Jepara dan Dosen pembina KKN Universitas Diponegoro. Tema kegiatan yang dipilih berangkat dari permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat Kecamatan Kalinyamatan tepatnya Desa Batukali, yaitu banjir yang sering melanda di desa tersebut. Penanaman pohon ini berfungsi sebagai penghijauan kembali lahan tandus dan penstabilan tanggul sungai. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diakhiri pukul 11.30 WIB. Sebanyak 30 bibit pohon mangga ditanam di Desa Batukali, bibit pohon mangga dipilih karena dirasa cocok dengan kondisi Desa Batukali, perawatannya tergolong mudah serta buah yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

IMG_1087

Sebelum aksi tanam pohon, acara ini di awali dengan beberapa sambutan salah satunya oleh M.Suherman S.H selaku Camat Kalinyamatan Kabupaten Jepara serta Dosen pembina KKN Universitas Diponegoro Priyo Nugroho ST, M.Eng. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara Bapak Ali As’at selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Batukali. Beliau memaparkan tentang manfaat dan pentingnya penghijauan serta cara menanam bibit pohon mangga yang baik.

IMG_1069

Acara semakin ramai dengan antusias peserta saat aksi penanaman pohon, hal ini terlihat dari semangat Petinggi dan Perangkat Desa Batukali,  Camat Kalinyamatan dan dosen pembina KKN yag turut mencangkul membuat lubang serta menanam bibit pohon mangga bersama mahasiswa KKN.  Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama.

IMG_1100

IMG_1066

Pengajaran serta Simulasi P3K dan PHBS kepada Siswa SD Lebo 02

Pada  hari Selasa tanggal 31 Januari 2017, tim KKN 1 Undip Desa Lebo, Kecamatan Warungasem telah melaksanakan dua program monodisiplin yang dilaksanakan di SD Lebo 02 . Salah satu program yang dilaksanakan adalah Kader Kesehatan Sekolah. Program tersebut dilatarbelakangi belum terdapat kader kesehatan sekolah di SD Lebo 02. Tujuan dilaksanakannya program ini adalah terbentuknya kader kesehatan sekolah yang nantinya akan menjadi pengurus Unit Kesehatan Sekolah. Program ini dilakasanakan dalam dua sesi, antara lain pemberian wawasan kepada seluruh siswa kelas empat dan kelas lima tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pemberian wawasan ini sebagai bekal dasar bagi calon kader kesehatan sekolah. Tahapan kedua yaitu pembentukan kader kesehatan sekolah yang akan dilakukan sendiri oleh para guru.

Pemberian materi mengenai P3K dan PHBS dilaksanakan mulai pukul 11.00 dan selesai pukul 12.30 WIB. Materi disampaikan langsung kepada siswa kelas empat dan kelas lima oleh dua mahasiswa KKN. Penyampaian materi mengenai P3K disampaikan oleh Rainy, mahasiswi jurusan Keperawatan. Materi yang disampaikan diantaranya adalah penanganan mimisan, penanganan korban pingsan, penanganan luka bakar dan penanganan luka perdarahan. Pada akhir sesi materi ini dilakukan pelatihan secara langsung atau simulasi mengenai cara perawatan luka. Ada dua siswa masing-masing dari kelas empat dan kelas lima melakukan secara langsung simulasi perawatan luka perdarahan ringan.

Simulasi penanganan luka ringan oleh Rainy

Simulasi penanganan luka ringan oleh Rainy

Kemudian pemataran materi PHBS oleh Dewi Kurniasih, mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat. Pada sesi ini siswa diberikan pengetahuan tentang pola hidup sehat dan bersih, salah satunya adalah simulasi cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Pemaparan materi PHBS oleh Dewi Kurniasih

Pemaparan materi PHBS oleh Dewi Kurniasih

Dengan telah dilaksanakanya program tersebut, diharapkan wawasan yang telah diberikan dapat membekas di benak para siswa sehingga mereka dapat mengamalkan apa yang telah dipelajari di kelas dan kedepannya siswa akan terbiasa untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta tanggap dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.

Penyuluhan tentang UU ITE pada siswa SMP Negeri 1 Bodeh, Desa Kebandaran

Pada hari Rabu tepatnya 18 Januari 2017 kemarin, tim KKN UNDIP desa Kebandaran mengunjungi SMP Negeri 1 Bodeh untuk mengadakan penyuluhan tentang UU ITE dan sanksi apa saja yang dikenakan jika melanggar undang-undang tersebut (Fakultas Hukum). Penyuluhan dilakukan didalam ruang kelas 8-1 pada pukul 12.50 siang.

Penyuluhsn UU ITE

Penyuluhsn UU ITE

Penyuluhan diawali dengan pemaparan isi dari UU ITE dan sanksi apa saja yang dijatuhkan bagi orang yang melanggarnya. Para siswa nampak antusias dan mendengarkan penyuluhan dengan tenang.

Proses tanya jawab diawali dengan salah satu siswa yang menanyakan mengenai contoh kasus pelanggaran undang-undang tersebut. Setelah pemaparan contoh kasus pelanggaran UU ITE, para siswa dihimbau agar tidak mengirim, mengunggah, maupun membagikan sesuatu secara sembarangan ke Internet jika belum jelas sumber dan kebenarannya. Acara penyuluhan kemudian diakhiri dengan menonton bersama video motivasi tentang pentingnya kewaspadaan dalam menerima dan mengirim informasi ke Internet.

Review : AMS, 29 Januari 2017

Pentingnya PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk Balita

Proker Nana 1_170121_0010Pati – Selasa (17/01) Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati mengadakan acara penyuluhan tentang Pentingnya PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada kader-kader Posyandu Desa Jepalo. Acara tersebut bertempat di kediaman Ibu Munisih selaku Ketua kader dan Pokja IV Desa Jepalo. Pertemuan ini diawali dengan sambutan Ibu Suci selaku ibu Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Jepalo, dilanjutkan perkenalan oleh mahasiswa KKN Tim 1 Undip. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Uswatun Khasanah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Uswatun menyampaikan beberapa materi yang berkaitan dengan PMT seperti jenis-jenis PMT, tujuan PMT, menu variasi PMT dan lain sebagainya. Para kader terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan dan aktif bertanya tentang hal-hal terkait materi yang telah disampaikan. Acara tersebut diakhiri dengan bacaan do’a.

 

Partisipasi Mahasiswa Tim I KKN UNDIP Kelurahan Ngilir-Karangsari dalam Musrenbang Kelurahan Karangsari

Kelurahan Karangsari, Kec. Kendal, Jumat (13/1), mahasiswa Tim I KKN UNDIP Kelurahan Ngilir-Karangsari menghadiri undangan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) di Balai Kelurahan Karangsari. Musyawarah ini dihadiri oleh sekitar tiga puluh orang, antara lain perangkat Kelurahan Karangsari, ketua RW, ketua RT, perwakilan karangtaruna, pengurus BKM, perwakilan Kecamatan Kendal, LPMK dan mahasiswa Tim I KKN UDIP Ngilir-Karangsari.

Pemimpin sidang Musrenbang Kelurahan Karangsari (13/1)

IMG_1702

Kegiatan musrenbang bertujuan untuk menampung usulan-usulan dari warga yang diwakili oleh masing-masing ketua RT dan RW dalam rangka pembangunan di Kelurahan Karangsari. Usulan tersebut akan diajukan ke musrenbang tingkat kecamatan dan dilanjutkan ke tingkat kabupaten untuk dilaksanakan pada APBD tahun 2018. Usulan pembangunan yang banyak diajukan adalah usulan program pengecoran jalan. Program tersebut sudah pernah diajukan dalam musrenbang sebelumnya yaitu di tahun 2016. Namun, baru beberapa program yang terrealisasi, sehingga warga kembali mengusulkan program tersebut di musrenbang tahun ini.

Suasana Musrenbang Kelurahan Karangsari (13/1)

IMG_1718

Pada akhir acara, mahasiswa KKN Undip diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri. Selain memperkenalkan diri, mahasiswa KKN juga memaparkan sekilas mengenai program-program yang akan dilaksanakan selama melakukan KKN di Kelurahan Karangsari.

Mahasiswa Tim I KKN UNDIP Kelurahan Ngilir-Karangsari berkenalan dengan warga Kelurahan Karangsari (13/1)IMG_1730

 

Jonathan Badawi W.S., koordinator KKN Kelurahan Ngilir-Karangsari, mewakili kelompok menyampaikan beberapa rencana program yang akan dilaksanakan di Kelurahan Karangsari. Rencana program yang akan dilaksanakan terbagi menjadi program multidisiplin dan monodisiplin. Program monodisiplin disesuaikan dengan bidang dari masing-masing mahasiswa terdiri dari berbagai fakultas, seperti: Hukum, Ilmu Budaya, Teknik, Peternakan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, dan Fakultas Sains dan Matematika. Sementara program multidisiplin yang akan dilaksanakan di kelurahan Karangsari adalah program dari KOTAKU atau Kota Tanpa Kumuh dengan bekerja sama dengan Faskel Tim 4 KOTAKU.

Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat oleh masyarakat. Meraka berharap mahasiswa mampu melaksanakan program yang bermanfaat untuk masyarakat setempat. Tidak hanya memberikan sumbangsih ide-ide kreatif terhadap pembangunan, namun juga softskill untuk masyarakat setempat.

Editor : Dr. rer. nat Thomas Putranto, S. T., M. Eng

Tanggal : 20 Januari 2017

Acara Perpisahan KKN Tematik Posdaya 1 Sebagai Ajang Silaturahim Dengan Warga Desa

a11

Tidak terasa selama 7 minggu, tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, telah mengabdi secara langsung kepada masyarakat melalui program monodisiplin dan multidisplin yang telah dirancang sebelumnya selama pembekalan KKN. Memasuki minggu kedelapan sebagai minggu terakhir jadwal kegiatan KKN Tematik Posdaya 1, mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengadakan rangkaian acara perpisahan yang disemarakkan oleh warga RW 04. Dengan menjalin koordinasi antara warga RW 04 dan mahasiswa KKN, acara perpisahan diawali dengan akhirussanah, yaitu acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat dan diakhiri oleh silaturahim dan tasyakuran bersama pengurus Posdaya Tunas Manunggal yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Mei 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro.

a12

a13

Sebagai acara pembuka dalam rangkaian event perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat RW 04, telah berlangsung akhirussanah wisuda Al-Qur’an (atau yang lebih dikenal dengan istilah khataman Al-Qur’an) keempat. Acara dihadiri sebanyak kurang lebih 200 orang. Dalam acara tersebut, tampak adik-adik yang telah tergabung dalam pendidikan dan kegiatan di TPA Al-Hikmah ikut meramaikan suasana. Walaupun usia tergolong belia, namun adik-adik TPA sudah fasih membaca Al-Qur’an, terbukti dengan adanya penyerahan sertifikat kepada 20 anak yang menyatakan bahwa anak tersebut telah khatam Al-Qur’an. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai macam lomba dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, diantaranya lomba membaca puisi, mewarnai gambar, tartil Al-Qur’an, dan masih banyak lagi. Keramaian semakin terasa ketika beberapa pemenang dari lomba tersebut diumumkan, terlebih lagi adik-adik yang berusia 4 sampai 7 tahun berebut menuju panggung untuk mengambil hadiah yang telah disediakan oleh panitia acara. Setelah pembagian hadiah usai, acara akhirusannah kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Bapak Tulabi, sekaligus membuka rangkaian acara akhirusannah. Acara kemudian diisi dengan tausiyah yang diisi oleh Bapak Taufik selaku ustadz yang secara langsung didatangkan dari Semarang. Saat tausiyah berlangsung, warga sempat dikejutkan dengan aksi multitalenta dari Bapak Taufik karena pemaparan yang diberikan disampaikan melalui lantunan lagu, dan terkadang ditambah dengan candaan sehingga mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Acara akhirusannah berakhir pada pukul 23:00 WIB. Meski beberapa hadirin terlihat kelelahan, namun mereka mengaku senang lantaran acara berlangsung sangat meriah sekaligus sebagai siraman qalbu dengan adanya tausiyah.

a14

a15

            Keesokan harinya, tepat pukul 15:30 WIB, rangkaian acara perpisahan kembali dilanjutkan dengan silaturahim antara pengurus Posdaya dengan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. Acara diawali dengan sambutan oleh Bapak Sunardi selaku Kepala Desa Tlompakan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Dwi Kadarwati selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal serta Lutfi Yulmiftiyanto Nurhamzah selaku Koordinator Desa Tlompakan. Sambutan yang disampaikan mayoritas mengungkapkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf selama berlangsungnya kegiatan KKN di desa Tlompakan. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh dengan rasa haru, sebab warga merasa sangat berkesan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, ditambah dengan keakraban yang terjalin antara mahasiswa KKN khususnya dengan warga RW 04 dan masyarakat desa Tlompakan pada umumnya, menjadi kesan tersendiri yang akan selalu diingat oleh seluruh pihak yang ada di desa Tlompakan. Meski beberapa pengurus nampak mengusap air mata, namun perpisahan tersebut berlangsung dengan haru bahagia. Tak lupa, acara perpisahan yang dibungkus dengan konsep silaturahim tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN kepada Bapak Sunardi dan Ibu Kadarwati, sekaligus dilangsungkan peresmian beberapa program monodisiplin yang bergerak dalam pilar kesehatan, program bank sampah, serta peresmian Posko Posdaya Tunas Manunggal yang ditempatkan pada rumah Ibu Dwi Kadarwati.

Di akhir acara, suasana semakin akrab dengan adanya pemotongan tumpeng dan makan bersama. Hidangan yang disajikan merupakan nasi tumpeng dan lauk pauk yang dibuat sendiri oleh Ibu Puji dan Ibu Windu dengan bantuan mahasiswa KKN. Meski acara telah berakhir seiring denga berakhirnya pula pengabdian mahasiswa KKN, Bapak Sunardi berpesan agar silaturahim dan rasa kekeluargaan tetap terjalin meski mahasiswa KKN sudah kembali ke Tembalang untuk melanjutkan kegiatan akademik lainnya. “Saya atas nama seluruh masyarakat di desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di RW 04 Dusun Krajan Barat, berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa atas seluruh ilmu dan pelatihan yang telah diberikan. Saya berpesan semoga adik-adik kelak menjadi mahasiswa yang sukses, dan jangan lupa bahwa silaturahim ini harus tetap terjalin, rasa kekeluargaan yang telah kita bangun bersama tidak akan hilang sampai kapanpun. Selamat dan semoga berhasil saya ucapkan kepada adik-adik mahasiswa, doa kami selalu menyertai kalian”, pungkas Bapak Sunardi.

Handicraft Kresek: Mengolah Limbah Menjadi Berkah

a5

Kresek sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari kegiatan berbelanja sampai dengan membungkus sampah mayoritas masyarakat menggunakan kresek. Selama ini, kresek hanya dibuang begitu saja, padahal limbah kresek mengancam kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan limbah kresek dengan baik, sehingga limbah kresek benar-benar mendukung kehidupan masyarakat. Tidak hanya ketika kita gunakan, namun juga setelah kita gunakan.

Tidak dipungkiri bahwa kresek dapat mudah ditemukan di segala aktivitas masyarakat, mulai dari berbelanja sampai dengan membungkus sampah rumah tangga. Sifat kresek yang tahan air dan ringan membuat masyarakat selalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kresek yang tidak terpakai langsung dibuang tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan jumlah limbah kresek mengalami peningkatan yang tajam setiap tahunnya. Terlebih lagi, limbah kresek memiliki sifat tidak mudah terurai dalam waktu singkat, sehingga penumpukan limbah kresek selalu tergambar nyata di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa ada solusi untuk mengurangi jumlah limbah kresek tersebut.

a6

Dengan berlandaskan pada kenyataan di atas, timbul upaya untuk mengurangi jumlah limbah kresek yang menumpuk pada skala rumah tangga di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, sehingga tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro berinisiatif menggalakkan program monodisiplin yang digagas oleh Agritia Amana, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Matematika. Program tersebut berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi kerajinan tangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah handicraft. Bermodalkan pada pengalamannya sebagai grand finalis kedua pada lomba pembuatan handicraft November 2015 lalu di ajang Pekan Inovasi LPP (Lembaga Penyiaran Publik) RRI (Radio Republik Indonesia) tingkat Nasional, Agritia memberikan pelatihan pembuatan handicraft dari limbah kresek kepada ibu-ibu PKK RW 04 beserta kader Posdaya Tunas Manunggal desa Tlompakan.

Pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft berlangsung 2 kali. Pelatihan pertama berlangsung pada hari Minggu, 16 April 2016, berlokasi di rumah ibu Sri Purwati, dengan sasaran pelatihan yaitu ibu-ibu PKK RT 04 RW 04 desa Tlompakan. Sedangkan pelatihan kedua berlangsung pada hari Sabtu, 30 April 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 RT 03 RW 04 desa Tlompakan. Pelatihan yang merupakan bagian dari kegiatan program monodisiplin KKN Tematik Posdaya 1 ini disambut baik oleh seluruh pihak, khususnya ibu-ibu PKK RT 04 dan RW 04 sekaligus kader Posdaya Tunas Manunggal. Nampak bahwa dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu memiliki semangat belajar serta tingkat antuisiasme yang tinggi.

a7

Pengolahan limbah kresek menjadi handicraft terbilang mudah. Limbah kresek yang diperoleh dari kegiatan berbelanja awalnya dipotong ujung atas dan bawahnya, kemudian limbah kresek tersebut dipotong dengan teknik tertentu sedemikian hingga menghasilkan benang/tali dari limbah kresek. Benang dari limbah kresek tersebut digulung pada potongan berbentuk stick dari kardus bekas, kemudian benang limbah kresek siap untuk dikepang layaknya mengepang tali pada umumnya. Kepangan dari limbah kresek tersebut dapat diaplikasikan sebagai penghias atau aksen pada barang bekas, layaknya toples bekas yang sudah kusam, maupun barang bekas seperti kardus bekas dan kaleng bekas yang dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan.

a8

Beberapa handicraft yang dihasilkan dari pelatihan pengolahan limbah kresek ini meliputi: tempat tissue, dompet, celengan (tabungan koin), tempat air mineral gelas, stationery organizer, dan accessories organizer. “Dengan adanya pelaksanaan program (re:pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft) ini, kedepannya, saya berharap agar masyarakat dapat melanjutkan pembuatan handicraft ini sebagai kegiatan rutin. Selain mengisi waktu luang dan memanfaatkan limbah kresek yang terbuang atau hanya menumpuk sia-sia di dalam rumah, handicraft yang dihasilkan dari kepangan limbah kresek tersebut juga dapat membawa berkah dengan adanya bentuk kewirausahaan dari penjualan handicraft. Handicraft dari limbah kresek masih jarang di pasaran, dengan demikian terdapat peluang yang terbuka lebar bagi masyarakat untuk menjual produk handicraft kepada khalayak umum”, ujar Agritia. Ibu Kadarwati, selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal, juga sangat mengapreasiasi dengan adanya pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. “Kami sangat beruntung sekali, karena dengan adanya pelatihan membuat handicraft dari limbah kresek, masyarakat menjadi lebih bijak dalam mengolah limbah kresek. Ditambah dengan peluang berwirausaha melalui produksi handicraft dari limbah kresek, saya menginginkan agar produk ini dapat dipasarkan melalui warung Posdaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tlompakan, khususnya warga yang ada di wilayah RW 04”, imbuh beliau.