Home » Posts tagged '#KKN #Tematik #PPM #UNDIP #Kelompok #Tani #Padi #Teknologi #SRI #Bioslurry #Plus #Montongsari #Weleri #Kendal'

Tag Archives: #KKN #Tematik #PPM #UNDIP #Kelompok #Tani #Padi #Teknologi #SRI #Bioslurry #Plus #Montongsari #Weleri #Kendal

Menetaskan Asa Bangsa di Bidang Pertanian, Mahasiswa KKN UNDIP Bersama Warga Manfaatkan Limbah Biogas (Bioslurry) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional

Kendal, Sabtu (19/8)-Mengacu pada pengertian kemandirian pangan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, maka kemandirian pangan di tingkat rumah tangga akan menjadi faktor kunci untuk mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional. Oleh sebab itu, kesadaran akan pemenuhan pangan secara mandiri masih perlu terus didorong dan ditingkatkan bagi anak-anak Sekolah Dasar, remaja Karang Taruna, ibu-ibu Rumah Tangga, perangkat Desa, dan seluruh komponen warga masyarakat.

Dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP “Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Padi melalui Teknologi SRI-Bioslurry Plus di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah” bersama seluruh warga memanfaatkan limbah biogas (bio-slurry) sebagai alternatif dalam pemupukan tanaman. Selain itu, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP bersama warga juga membentuk Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga untuk ditanami sejumlah jenis sayuran. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut HUT RI ke-72. Dalam menyambut peringatan nasional ini, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP bersama warga menitihkan harapan besar pada terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional.

Warga Desa Montongsari, khususnya petani jagung di Dusun Montong Tambak, mulai sadar terhadap dampak negatif aplikasi pupuk anorganik sintetis selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, petani jagung pun turut antusias pada saat pengaplikasian pupuk organik bioslurry cair yang langsung didampingi mahasiswa Tim KKN Tematik-PPM UNDIP.

Jagung merupakan komoditas yang saat ini tengah ramai ditanam oleh warga desa, setelah beberapa tahun silam petani mengalami kerugian akibat harga tembakau yang anjlok. Sehingga sudah kurang lebih 2 tahun ini petani beralih ke komoditas jagung. Kegiatan ini pun diakhiri dengan penyerahan bioslurry cair kepada ketua RW 03 yang juga merupakan salah satu petani jagung di desa Montongsari.

Sosialisasi RPL

Menyadari betapa pentingnya sektor pangan dan terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional dikemudian hari, warga desa tidak tinggal diam, warga Desa Montongsari, khususnya Dusun Montongtambak tampak antusias untuk membentuk RPL. RPL yang dibentuk menggunakan konsep pertanian organik, vertikultur, dan seoptimal mungkin memanfaatkan limbah/barang bekas yang ada di lingkungan sekitar rumah warga. Contoh tanaman sayur-sayuran yang ditanam pada RPL diantaranya bayam, kangkung, sawi, tomat, terong, cabai, dsb.

Botol kemasan air mineral yang sudah menumpuk di tempat pembuangan sampah, kemudian dimanfaatkan sebagai wadah penanaman tanaman sayur. Selain itu, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP berusaha memanfaatkan limbah biogas (bioslurry) yang terdapat di kawasan rumah warga sebagai pupuk untuk tanaman-tanaman pada RPL.

Pemanfaatan Dinding Rumah untuk RPL

Pemberdayaan warga Dusun Montongtambak menjadi kunci kesuksesan pembentukan RPL, dimana ibu-ibu Rumah Tangga dan Remaja (Anggota Karang Taruna) berperan sebagai aktor penting kesuksesan pelaksanaan program. Ibu-ibu Rumah Tangga membantu mempersiapkan tempat untuk tanaman, sementara remaja yang tergabung dalam KOMPLIT (Komunitas Remaja Peduli Tambak) membantu menghias RPL dengan lukisan yang bertemakan tentang HUT RI ke-72.

Pengembangan RPL bersama Warga

Reportase Program Multi Disiplin Pemanfaatan Bioslurry Cair untuk Tanaman Kangkung pada Pekarangan di Dusun Montongkulon

Kendal, Jumat (18/8)Sebanyak kurang lebih 25 warga mengikuti acara sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan bioslurry cair untuk tanaman kangkung yang diselenggarakan oleh Tim KKN Tematik-PPM UNDIP “Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Padi melalui Teknologi SRI-Bioslurry Plus di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah”. Warga yang mengikuti sosialisasi tersebut terdiri dari ibu-ibu Rumah Tangga atau ibu-ibu PKK dan pemuda di Dusun Montongkulon Desa Montongsari.

Bioslurry cair yang merupakan hasil akhir yang sudah tidak terpakai dari pembuatan biogas dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman. Tanaman yang dibudidayakan berupa tanaman kangkung, karena tanaman ini sangat adaptif terhadap suhu yang panas seperti di daerah Kendal. Metode penanaman yang digunakan adalah dengan cara vertikultur menggunakan paralon bekas yang sudah dilubangi dan dicat agar terlihat menarik. Metode ini dipilih karena dianggap menarik dan mudah untuk dilakukan.

“Kami memilih metode ini karena memang dari segi estetis dapat mempercantik pekarangan, selain itu juga dapat menghemat tempat karena ditanam secara vertikal ke atas” kata Eki, koordinator KKN Dusun Montongkulon.

Penanaman Vertikultur dengan Paralon Bekas

Antusiasme warga sangat terlihat ketika warga juga turut andil ambil bagian dalam penanaman benih kangkung di media vertikultur. Mereka tampak senang karena vertikultur merupakan hal yang baru bagi mereka. Selain menanam dengan media vertikultur, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP juga membagikan benih kangkung dan polybag serta bioslurry cair yang sudah dikemas cantik di dalam botol.

Harapannya dengan kegiatan sosialisasi serta pelatihan ini warga terutama ibu-ibu PKK dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan pekarangannya.

Bioslurry Cair (more…)

Reportase Montongkulon Program Mono Rame-Rame

Kendal, Rabu (16/8)-Pelaksanaan Kegiatan Program Mono Disiplin dari mahasiswa KKN Tematik-PPM UNDIP “Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Padi melalui Teknologi SRI-Bioslurry Plus di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah” telah menarik antusiasme warga masyarakat mulai dari anak-anak SD hingga Perangkat Desa. Program Mono Disiplin di dusun Montongkulon yang diterapkan pada anak-anak SD meliputi edukasi anti korupsi sejak dini pada anak, pengenalan sejarah, pengenalan zat adiktif pada pangan, pengenalan dunia hewan laut, dan praktek pembuatan pupuk.

Materi disampaikan melalui berbagai macam cara, mulai dari games yang melatih daya motorik anak, presentasi, hingga pemutaran video serta bernyanyi dan tarian. Anak-anak juga diajarkan terkait praktek pembuatan pupuk secara langsung dengan memanfaatkan limbah dedaunan.

Tak hanya anak-anak SD saja tetapi juga ibu-ibu Rumah Tangga yang mendapatkan edukasi melalui demonstrasi secara langsung terkait pemanfaatan limbah minyak jelantah untuk bahan pembuatan sabun dan uji kualitas air.

Selanjutnya adalah Program Mono Disiplin yang ditujukan untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah seperti para peternak bebek dan ayam, serta Perangkat Desa Montongsari. Diantaranya adalah Sosialisasi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dan Edukasi Sistemasi Perkoperasian sebagai Wadah Partisipasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PUMKM).

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Montongsari terutama yang berdomisili di Dusun Montongkulon mampu bergerak lebih maju dan menjadi pelopor bagi swasembada pangan, kebersihan dan kesehatan.

“Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya.”

-Butet Manurung, Antropolog dan Pendiri “Sokola Rimba”.