Home » Posts tagged 'KKN Tim II Kec.Muntilan'

Tag Archives: KKN Tim II Kec.Muntilan

TIM KKN Desa Pucungrejo Meriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan Dusun Growong

Muntilan – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 Dusun Gerowong mengadakan berbagi lomba. Salah satu lomba yang menarik adalah lomba cerdas cermat antar anak SD kelas 3,4,5, dan 6. Lomba yang diusung dari sebuah acara televisi “Ranking 1” ini sangat menarik minat anak-anak Desa Growong. Tak hanya anak-anak, namun para orang tua dan rema juga berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut. Acara yang bertempatkan di lapangan Dusun Growong ini berlangsung pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dan dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN yang diberi kesemoatan untuk menjadi MC. Acara ini sangat menyedot perhatian masyarakat, karena merupakan lombacerdas cermat pertama di Dusun Growong yang di prakarsai oleh Mahasiswa KKN Undip.

Antusias anak-anak terlihat ketika lomba akan dimulai, seluruh anak yang merasa siswa kelas 3,4,5,dan 6 langsung mendaftar untuk mengikuti lomba ini. Setelah mendaftar mereka pun segera duduk rapi dan kemudian dibagikan kertas sebagai alat bantu jawab. Perlombaan Ranking 1 ini menggunakan sistem gugur, yaitu apabila setelah diberi pertanyaan dan ada peserta yang salah menjawab maka ia akan dikeluarkan dari arena perlombaan. Jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 50 anak membuat suasana perlombaan semakin ramai. Diringi pula dengan suara-suara pendukung dari keluarga mereka yang datang untuk menonton perlombaan.

Setelah smua peserta siap, perlombaanpun segera dimulai. Perlombaan ini dipimpin oleh mahasiswa KKN yaitu Gita dan Audy. Mereka merupakan MC yang sekaligus mengatur jalannya acara. Selain itu, mahasiswa lainnya bertugas sebagai juri dimana mereka yang mengawasi apabila ada peserta yang jawabannya salah atau curang untuk dikeluarkan dari arena.

Lomba pun dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup mudah. Satu-per satu peserta gugur dalam lima pertanyaan pertama. Sekita 25 anak perlahan-lahan meninggalkan arena. Kemeriahan lomba juga ikut mengiringi berjalannya acara, semua orang tua peserta berlomba-lomba menyemangati anak-anaknya. Tak kalah seru, peserta yang tadinya gugur ikut menyoraki peserta yang bertahan dan terkadang suka mengganggu agar peserta di arena kalah. Hal itu menambah seru dan membuat persaingan semakin sengit. Kemudian lomba terus bergulir dan gugur kembali satu per satu peserta Hingga akhirnya pertanyaan ke 7 yaitu tentang ibukota dari Amerika Serikat, membuat 19 peserta gugur seketika. 19 peserta tersebut menjawab New York, padahal seharusnya adalah Washington D C. Kemeriahan semakin bertambah, karena banyak peserta yang merasa gagal dan mengeluh.

Kemudian sisa peserta adalah 6 peserta. Dari 6 peserta ini kemudian diberikan pertanyaan lagi hingga disisihkan 3 untuk final. Ketiga peserta ini adalah Anas kelas 3, Dava kelas 5, dan ibnu kelas 6. Ketiga peserta ini merupakan peserta tertangguh dari Dusun Growong yang berhasil bertahan. Mereka merupakan bibit-bibit siswa yang cerdas karena berhasil menyingkirkan 47 temannya.

Persaingan di final ini juga tak kalah menarik. Yang awalnya panitia mengira bahwa dapat memutuskan juara dengan 3 pertanyaan saja, namun smua anak berhasil menjawab hingga 5 pertanyaan. Hasil seri didapat setelah 5 pertanyaan yang cukup sulit terjawab, hingga akhirnya di pertanyaan ke 6 munculah anak dengan skor tertinggi yaitu Ibnu. Setelah itu tinggal 2 peserta lagi dan akhirnya panita kembal melanjutkan lomba hingga mendapatkan juara ke 2 dan 3. Hasil seri selalu ditunjukan oleh mereka. Hingga akhirnya pada 5 pertanyaan terakhir setelah diakumulasi hasilnya terlihatlah sang juara ke 2 yaitu anas, dan juara ke 3 yaitu dava. Pengumuman juara tak langsung diberikan kepada peserta itu, karena akan jadi kejutan pada puncak acara Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2016 nanti

 

Seiring dengan Pelaksanaan Program Monodisiplin, Tim KKN Undip Juga Tak Lupa Lakukan Pendataan UMKM dan Rumah Tak Layak Huni

 

Ngawen, Muntilan – Menjalani minggu ketiga di desa Ngawen, tim KKN Undip lakukan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni. Agar pendataan dapat berlangsung efektif dan efisien, tim KKN Undip yang berjumlah 12 orang dibagi kedalam 6 pasukan yang dikerahkan untuk mendata UMKM dan rumah tak layak huni yang tersebar di 10 dusun yang terdapat di desa Ngawen. Pendataan yang dilakukan oleh Tim KKN Undip terbilang berjalan cukup lancar sebab para warga yang masuk kedalam daftar pemilik UMKM dan rumah tak layak huni berlaku kooperatif ketika didata oleh para pasukan tim KKN Undip. Tercatat sebanyak 41 pemilik UMKM dan 64 pemilik rumah tak layak huni telah berhasil didata oleh Tim KKN Undip.

Selain melaksanakan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni, di minggu ketiga ini tim KKN Undip juga melaksanakan beberapa program mono. Diantaranya adalah melakukan pendataan kependudukan yang dilakukan oleh Aprianna Marselina Sinabutar, melakukan pelatihan pembuatan laporan keuangan UMKM yang dilakukan oleh Tioro Simbolon, dan melakukan perencanaan gapura dan sarana prasarana bumi perkemahan desa wisata Ngawen yang dilakukan oleh Ambarisqia Dining Dwifa. Terakhir, terdapat dua anggota tim KKN Undip yang melakukan pelatihan jurnalistik dan mendapuk karang taruna desa Ngawen untuk menjadi audience pelatihan tersebut.

Pelatihan Jurnalistik yang dilakukan oleh dua anggota tim KKN Undip, yakni Ahmad Nursani dan Ardha Fadhilla, merupakan paket pelatihan yang terdiri dari dua pelatihan yang berbeda, yakni pelatihan citizen journalism dan pelatihan membuat script film pendek. Pelatihan yang diselenggarakan di MI Ngawen ini dimulai pukul delapan pagi. Dengan jumlah peserta sebanyak dua puluh orang, pelatihan berjalan cukup lancar. Para peserta pun mengaku antusias mengikuti pelatihan yang diberikan. “Ya menurut saya , kalo menurut saya sih materinya itu yaa….. membantu banget ya.  Yaa dari kita sebelumnya gak tau jadi dikasih tau. Yaa….membantu banget sih” Ujar Febry (20), salah satu peserta pelatihan yang berasal dari dusun Ngawen.

 

REPORTASE TIM KKN II 2016 UNIVERISTAS DIPNEGORO Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Masa kanak-kanak adalah masa paling tepat untuk melakukan penanaman serta penerapan pendidikan karakter. Berdasarkan pada hal tersebut, tim KKN II Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang membentuk rangkaian program mengenai pendidikan karakter serta penambahan wawasan pada minggu ke-2 kegiatan KKN yang berlangsung, yakni dimulai dari tanggal 18 Juli 2016.

Pada hari pertama dan kedua, 18-19 Juli, dimanfaatkan oleh tim KKN II Desa Menayu untuk melakukan perkenalan diri sekaligus meneliti lingkungan di SDN Menayu 01 dan SDN Menayu 02. Selain itu, tim KKN II juga melakukan permohonan ijin terhadap perangkat sekolah yang melingkupi Kepala Sekolah serta jajaran guru agar segala macam program yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Dimulai pada tanggal 20 Juli 2016, program kerja Bangga Budaya dilaksanakan di SDN Menayu 02. Dalam program tersebut diselipkan penanaman budaya dan juga kearifan local sebagai sarana untuk memperkokoh karakter generasi penerus bangsa. Melalui program ini, diharapkan dengan mengenal budaya lokal serta memahami bagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam kebudayaan tersebut bisa memberikan dampak positif pada siswa/i SDN Menayu 02.

Keesokan harinya, program dilanjutkan dengan pengenalan dengan menggunakan media story telling melalui program kerja “Introduction to short story telling” di SDN Menayu 02 juga. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan membaca dan menulis dalam berbahasa inggris. Rangkaian program kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Negara-Negara di Dunia dengan judul program “See The World” di mana program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetehauan siswa/i SDN Menayu 02 tentang Negara-Negara yang ada di dunia beserta letaknya. Wawasan yang terselip pada program ini adalah tentang pengenalan mengenai profesi diplomat sehingga siswa/i di SDN Menayu 02 dapat memiliki variatif tambahan sebagai pilihan profesi cita-cita mereka.

Sehari setelahnya, rangkaian program kerja pendidikan karakter untuk siswa/i ditutup dengan pelatihan public speaking di mana kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian bagi siswa/i agar mampu berbicara di depan umum serta siap berhadapan dengan publik.

Dengan rangkaian program kegiatan mengenai pendidikan karakter serta penambahan wawasan di SD yang ada di Desa Menayu, tim KKN II Universitas Diponegoro berharap siswa/i dapat mencerminkan nilai-nilai positif yang ada dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan dapat bermanfaat baik dalam lingkup individu maupun lingkup sosial dan lingkunganmenayu

Bioskop Anak-anak, Ajak Anak Cerdas Nonton TV

Rabu 20 Juli 2016, mahasiswa KKN Tim II Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, kembali melaksanakan salah satu kegiatan monodisiplin yang dipandu oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, Ahmad Maulana yang bertemakan literasi media. Kegiatan yang berjudul “Bioskop Anak-anak” ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB dan dilaksanakan di SD Tamanagung 1. Kegiatan ini disambut antusisas oleh siswa kelas lima dan kelas 6 SD tersebut.

Media televisi merupakan salah satu media yang paling banyak dikonsumsi oleh warga desa Tamanagung, termasuk anak-anak. Intensitas menonton televisi yang cukup tinggi inilah yang membuat Ahmad selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip, perlu untuk memperkenalkan mengenai dampak dari acara televisi yang ditonton, baik itu positif maupun negatif. Mengingat, saat ini banyak sekali acara televisi yang kurang baik untuk dicontoh namun tetap ditonton oleh anak-anak.

Kegiatan tersebut diawali dengan nonton bareng cuplikan dari beberapa film kartun anak-anak, yang diantaranya film Doraemon, Crayon Shincan, Tom & Jerry, dan Spongebob Squarepants. Pemutaran film kartun tersebut dilakukan guna memperkenalkan beberapa symbol yang harus diketahui oleh anak-anak ketika menonton televisi. Salah satunya adalah “R-BO” yang berarti Remaja Bimbingan Orangtua. Simbol ini memiliki arti ketika menonton tayangan televisi dan terdapat symbol tersebut, anak-anak harus didampingi oleh orangtua. Selain memperkenalkan symbol-simbol yang ada di televisi, Ahmad juga memperlihatkan beberapa adegan yang tidak pantas untuk ditiru oleh anak-anak melalui cuplikan film kartun tersebut. Contohnya, terdapat adegan Suneo salah satu pemain di film Doraemon yang bersifat pamer karena selalu menunnjukkan kekayaannya. Adegan yang tidak pantas lainnya terdapat pada cuplikan film Tom & Jerry, dimana terdapat banyak sekali adegan kekerasan seperti menedang, memukul, melempar benda, dan lain sebagainya. Beberapa adegan tersebut merupakan adegan yang tidak pantas ditiru oleh anak-anak, dan dapat memberikan dampak negatif dikehidupan nyata mereka. Tetapi film kartun tersebut tetap ditayangkan di televisi, sehingga anak-anak tersebutlah yang harus pintar menyeleksi adegan mana yang pantas atau tidak pantas untuk ditiru.

Selain menonton film, Ahmad juga mengajak anak-anak kelas lima dan enam untuk cerdas menonton film melalui beberapa games kreatif yang sudah dipersiapkan. Ahmad juga membagikan beberapa hadiah kepada siswa dan siswi yang berani maju ke depan kelas untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai adegan yang pantas atau tidak pantas untuk ditiru.

Kegiatan ini disambut antusias baik oleh para siswa maupun para guru di sekolah tersebut. “Program ini sangat bagus, karena cukup banyak siswa dan siswi yang sering menonton sinetron Anak Jalanan dirumah. Semoga besok-besok mereka paham mana yang baik dan tidak baik ditutup”, ujar salah satu guru Bahasa Indonesia di SD Tamanagung 1.

Kegiatan “Bioskop Anak-anak” diakhiri dengan pembagian stiker dan merchandise dan juga foto bersama dengan siswa siswi kelas  lima dan enam. Ahmad selaku mahasiswa tim II KKN Undip berharap, kedepannya anak-anak bisa lebih bijak dan cerdas dalam menonton tayangan televisi. (Ahmad/Asri)

 

UMKM Di Dusun Daleman Desa Gondosuli

Gondosuli adalah desa yang memiliki berbagai potensi Usaha. Salah satu contohnya adalah di dusun Daleman. Dusun Daleman memiliki tanah yang subur dan pada kedalaman 1 meter air tanahnya sudah cukup jernih. Rata-rata setiap rumah memiliki kolam ikan, seperti ikan nila, ikan mas, ikan mujair, dll. Ikan tersebut biasanya akan di konsumsi sendiri oleh warga, tak jarang pula ada sebagian yang akan dijual. Hamparan sawah terbentang luas di dusun ini.

Selain potensi di atas, terdapat berbagai macam usaha seperti usaha bakso, bakso goreng, keripik melinjo, Roti Daleman, dll.

Senin (18/07/2016), TIM II KKN Gondosuli melaukan kunjungan ke rumah Bapak Agus Santoso selaku kepala Dusun Daleman. Pakadus mengantarkan TIM II KKN untuk melihat UMKM yang ada di Dusun tersebut. Suasana desa masih sangat kental di Dusun ini. Kami mengunjungi tempat produksi Roti Daleman, tetapi kami belum beruntung, karena adonan roti tidak tersedia pada hari itu sehingga kami tidak dapat melihat proses produksinya.

Akhirnya kami mengunjungi rumah produksi keripik melinjo. Terdapat 2 orang pekerja yang sedang mengelupas kulit melinjo yang selanjutnya akan di tumbuk dan diolah menjadi keripik. Pengerjaannya terlihat sangat mudah, tetapi ketika kami mencobanya ternyata cukup sulit.

Setelah kulit melinjo di kupas menggunakan pisau, maka tahap selanjutnya adalah menumbuk melinjo tersebut.

Kunjungan berikutnya pakadus mengantarkan TIM II KKN ke rumah produksi bakso. Bakso yang diproduksi ini sudah di jual hingga ke luar Magelang, seperti Yogyakarta, Seamarang, dan Solo. Rata-rata bakso ini dijual ke toko-toko klontong di desa.

 

Bakso ini dapat di konsumsi langsung tanpa harus di masak, bisa juga dijadikan untuk pelengkap sayur soup, pelengkap masakan lainnya, dll. Rasa bakso ini tidak kalah enak dengan bakso yang dijual di supermarket. Rasa bakso ini jauh lebih gurih.

Terdapat rumah produksi bakso lain selain di atas. Bedanya adalah packging atau pengemasan produk. Pengemasan produk bakso ini menggunakan mika, sedangakan pada rumah produksi sebelumnya menggunakan plastik. Di dalam kemasan bakso ini terdapat saus sehingga bakso dapat di konsumsi langsung dan jadikan cemilan.gondosuli

Minggu Pertama di Menayu

menayuPada hari sabtu tanggal 16 juli 2016 mahasiswa KKN Tim  II Undip 2016 Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang menghadiri Halal bi Halal rutin di Desa Menayu. Halal bi Halal ini sekaligus sebagai salah satu acara untuk merekatkan kembali silaturrahim antar warga Desa Menayu. Acara Halal bi Halal ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di Dusun Jambean RT 10. Dengan dihadiri oleh perangkat Desa Menayu dan segenap warga Desa Menayu sendiri, acara Halal bi Halal ini berlangsung khidmat  meskipun lokasi acara sempat diguyur hujan deras. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat dan semangat warga Desa Menayu untuk menghadiri acara tersebut.

Acara Halal bi Halal ini dimulai pada pukul 20.00 WIB. Dibuka dengan adanya sambutan dari perangkat desa serta beberapa tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh pembawa acara demi menjaga keberlangsungan acara agar acara dapat berjalan dengan lancar. Setelah pembacaan doa, acara diteruskan dengan jamuan makan malam bersama. Pada sesi ini, mahasiswa KKN Tim II Undip 2016 mendapat pembelajaran mengenai nilai kekeluargaan dimana makan malam yang disediakan merupakan urunan dari warga setempat yang dikumpulkan dan kemudian menjadi konsumsi warga selama acara. Hal ini mengajarkan mahasiswa bahwa kekeluargaan, dan rasa saling berbabagi merupakan nilai penting dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat yang baik.

Setelah sesi jamuan makan malam selesai, acara dilanjutkan dengan tausyiah atau siraman rohani oleh Kyai Haji Nur Cholis  mengenai pentingnya menjalin tali persaudaraan dan juga aqidah islam. Sesi ini berlangsung dengan khidmat. Tausyiah diselingi dengan “guyonan” khas dari Kyai Nur Cholis namun tidak mengurangi nilai – nilai religius yang disampaikan oleh beliau. Dalam sesi inipun mahasiswa KKN Tim II Undip 2016 kembali mendapatkan pembelajaran mengenai bagaimana warga Desa Menayu menghargai tamu, baik kepada Kyai Nur Cholis, maupun kepada mahasiswa KKN sendiri. Harapan dari mahasiswa KKN adalah semoga dengan adanya acara Halal bi Halal yang penuh dengan rasa kekeluargaan  ini mahasiswa KKN bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang

REPORTASE KKN TIM II UNDIP 2016 DESA PUCUNGREJO

pucungrejoMuntilan – Rabu, 13 Juli 2016 diselenggarakan upacara penerimaan KKN Tim II Undip. Acara yang di pimpin oleh Jawawi, selaku Camat Muntilan ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa peserta KKN serta memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKN. Upacara yang berlangsung dari pukul 08.00 – 09.00 WIB ini diikuti oleh seluruh peserta KKN Tim II Undip, Dosen Pembimbing Lapangan, dan para Kepala Desa Kecamatan Muntulan, serta  jajaran pengurus Kecamatan Muntilan. Dengan diadakannya upacara ini, mahasiswa KKN II UNDIP resmi diterima di kecamatan dan bisa melaksanakan program kerja masing-masing individu maupun kelompok.

Setelah upacara penerimaan KKN, para peserta kembali ke desanya masing-masing untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut serta menjalankan program kerja selama 35 hari ke depan. Tim Desa Pucungrejo memulai silaturahmi dengan kunjungan ke Kantor Balai Desa pada keesokan harinya Kamis, !4 Juli 2016. Dalam kunjungannya Tim Desa Pucungrejo mendapatkan pengarahan kembali serta masukan-masukan terhadap program yang yang telah direncakan. Semua program di bahas ulang oleh bapak Kepala Desa hingga benar-benar matang. Tak selesai pada siang itu, rapat pembahasan program dilanjutan pada malam harinya di Posko KKN Desa Pucungrejo. Dalam rapat pembahasan ini, Ma’aruf selaku Kepala Desa sangat detail dalam membahas program masing-masing perserta KKN. Beliau berharap program yang akan dijalankan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pucungrejo. Rapat pun berjalan sangat kondusif hingga pukul 00.00.Setelah semua program direncanakan dengan matang malam itu, peserta KKN kemudian langsung melakukan silaturahmi serta konsultasi program terhadap target sasaran program, salah satunya adalah ibu – ibu PKK Desa Pucungrejo.

Sabtu, 16 Juli 2016 peserta KKN mendapat undangan dari ibu-ibu PKK Desa Pucungrejo untuk menghadiri acara halal bi halal. Acara ini bertempat di kediaman Ibu Srimulat selaku ketua PKK Desa Pucungrejo. Dalam acara tersebut, di awali dengan sambutan Ketua PKK, Ketua Dusun, dan Sekretaris Desa Pucungrejo. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan Perserta KKN Tim II Undip Desa Pucungrejo. Peserta KKN memperkenalkan diri masing-masing, serta pengenalan program selama 35 hari ke depan. Setelah dilakukan perkenalan, acara dilanjutkan dengan halal bi halal seluruh anggota PKK karena ini merupakan perkumpulan perdana mereka seusai Lebaran. Selanjutnya kami dijamu dengan makanan yang telah disediakan tuan rumah.

Ibu-ibu PKK sangat antusias dengan kehadiran Peserta KKN, hal ini dibuktikan dengan respon yang baik saat diadakannya sesi perkenalan tadi. Selain itu ibu-ibu PKK Desa Pucungrejo juga ramah dan menyambut hangat kehadiran kami. Setelah acara halal bi halal selesai, acara dilanjutkan dengan rapat bersama Ibu Srimulat berkaitan dengan program kerja yang berkaitan dengan ibu-ibu PKK. Ibu Srimulat menyambutbaik kehadiran para perserta KKN, dan memberi wejangan-wejangan berkaitan dengan program kerja masing-masing perserta. Dalam kesempatan ini, Ibu Srimulat berharap agar para peserta KKN dapat melaksanakan program kerja dengan baik, tepat waktu, dan membawa dampak yang lebih baik serta berguna bagi warga Pucungrejo.

REPORTASE MINGGU PERTAMA KKN TIM II UNDIP 2016 DI DESA ADIKARTO, KECAMATAN MUNTILAN, KABUPATEN MAGELANG “Penyesuain Lingkungan dan Mengenal Lebih Dekat Desa Adikarto”

adhikartoPada tanggal 12 Juli 2016 pukul 07.00 WIB dilakukan upacara pelepasan mahasiswa yang bertempat di lapangan Widya Puraya Undip yang dipimpin langsung oleh bapak rektor dan diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN Tim II Undip 2016 dengan berbagai jurusan serta berbagai penempatan desa maupun kecamatan.

Setelah itu, ada beberapa kelompok yang melanjutkan perjalanan menuju desa masing-masing dan ada pula yang kembali ke rumah maupun ke kosan mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa pada saat KKN nanti. Kelompok kami melakukan perjalanan menuju ke Desa Adikarto pukul 17.00 WIB dan sampai di posko yang kami tempati pada pukul 20.00 WIB

Gambar 1.1

Pada tanggal 13 Juli 2016, pukul 08.00 WIB kami melaksanakan apel pagi di Kecamatan Muntilan, yang dihadiri oleh perangkat kecamatan, koramil, bapak dosen pembimbing yaitu Bapak Mecca. Banyak pesan yang disampaikan oleh beliau-beliau demi kelancaran kegiatan KKN. Setelah itu, dua orang perwakilan dari desa kami melakukan piket di kecamatan dan sisanya berkunjung ke balai desa untuk bersilaturahmi dengan para perangkat desa.

Sesampainya di balai desa kami bertemu dengan sekretaris desa yaitu Bapak Mansyur, disana kami juga berdiskusi mengenai program-program kami yang akan dilakukan dan bantuan apa saja yang akan diberikan oleh perangkat desa kepada kami. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke SD Adikarto 2 yang terletak disebelah balai desa. Disana kami bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah.

Gambar 1.2

Pada tanggal 14 Juli 2016 kami melakukan kunjungan ke Balai Desa Adikarto, disana kami bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan beberapa perangkat desa, yang terdiri dari sekretaris desa, Kepala Dusun Sudisari 1, Kepala Dusun Sudisari 2, dan Kepala Dusun Kalangan. Kami pun mendapatkan banyak informasi dan masukan tentang desa Adikarto, tentunya yang berkaitan dengan program-program yang akan kami laksanakan. Para perangkat desa berkumpul untuk memberikan pengarahan kepada kami agar program yang akan kami jalankan yaitu program multidisplin maupun monodisiplin dapat berjalanan dengan baik.

 

Pada tanggal 15 Juli 2016 kami melakukan kunjungan ke Puskesmas dan kunjungan ke SD Adikarto 1 untuk bersilaturahmi dan mendiskusikan kegiatan dari program yang akan dilakukan di tempat tersebut. Akan tetapi di SD Adikarto 1 belum ada kegiatan belajar dan mengajar sehingga kami menunda untuk melakukan silaturahmi dan diskusi di SD tersebut. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Desa Adikarto, akan tetapi di Puskesmas tersebut kami tidak dapat bertemu dengan bidan yang bertugas di Puskesmas tersebut dikarenakan ibu bidan sedang ada rapat di kecamatan sehingga kami kembali ke Posko yang kami tempati.

 

Pada tanggal 16 Juli 2016 kami melakukan kegiatan silaturahmi dengan penduduk di sekitar Posko yang kami tempati, tepatnya di sekitar Dusun Temanem dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkenalkan diri kepada warga sekitar. Kemudian kami pergi ke Pasar Tradisonal terdekat untuk mencari kebutuhan yang di perlukan dalam kegiatan program multidisiplin ataupun program monodisiplin yang akan kami laksanakan.

Gambar 1.3

Pada tanggal 17 Juli 2016 kami melakukan kegiatan mengajarkan kepada kader-kader mengenai Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak dan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) di Dusun Sudisari II dimulai dari pukul 09:00 – selesai tempatnya di rumah salah satu kader dari dusun tersebut. Selain itu, kami juga membantu merekap daftar hadir posyandu dan biaya yang dibutuhkan setiap bulan di Puskesmas Desa Adikarto.adhikarto

Sembari Persiapkan Pelaksanaan Program, Tim KKN Undip Bantu Warga Desa dalam Membenahi Jalanan Pedesaan dan Pelaksanaan Pengobatan Massal

ngawenNgawen, Muntilan – Agar program-program KKN nantinya dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, Tim KKN Undip terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada warga desa Ngawen. Salah satu pendekatan yang dilakukan Tim KKN Undip yakni dengan melakukan kerjabakti bergotong royong membantu warga desa bersihkan jalanan pedesaan, pada Kamis (14/07). Bertempat di dusun Judah, desa Ngawen, kegiatan gotong royong membersihkan jalanan ini berjalan lancar. Warga merasa antusias dengan adanya bantuan yang diberikan oleh para mahasiswa peserta KKN Undip. Tak terkecuali kepala dusun Judah, bapak Priyo (55). Ia menanggapi positif kehadiran para peserta KKN. “Buat saya kehadiran mahasiswa KKN itu menggugah ibu-ibu warga saya, biar dia lebih semangat ketika punya anak punya generasi, pendidikan itu adalah sangat penting, itu poin saya. Jadi mendorong masyarakat saya, ibu-ibu saya, untuk dia supaya bersemangat menyekolahkan anaknya.”

Selain bersama-sama melakukan kerjabakti membersihkan jalanan desa, Tim KKN Undip juga membantu pelaksanaan pengobatan massal yang diadakan oleh Gereja Emmanuel, pada Minggu (17/07). Bertempat di balai desa Ngawen, acara yang berlangsung sejak pukul delapan pagi hingga pukul satu siang ini berjalan lancar. Sekitar 150 warga desa Ngawen menggunakan kesempatan pengobatan gratis ini untuk menkonsultasikan penyakitnya.

PENERAPAN E-GOVERNMENT PADA PERANGKAT DESA TAMANAGUNG

taman agungSabtu 16 Juli 2016, mahasiswa KKN Tim II Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, telah melaksanakan salah satu kegiatan monodisiplinnya bertajuk E-Government and Tamanagung On Media. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB di balai desa Tamanagung. Program yang digagas oleh mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, Alief Khahfi ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan sistem kerja digital pada perangkat desa Tamanagung. Hal ini dilakukan karena masih kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh perangkat desa mengenai sistem informasi desa dan masih kurangnya kemampuan sumber daya manusia (perangkat desa) dalam rangka menerapkan system komputerisasi.

Program ini mendapatkan respon yang postif. Hal ini ditunjukan dari antusiasme perangkat desa untuk mengikuti program yang sudah disiapkan oleh mahasiswa dengan baik. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini diawasi langsung oleh Sekretaris Desa Tamanagung bapak Sutikno, dan kegiatan ini dipandu langsung oleh Alief Khahfi, selaku mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro Semarang.

Kegiatan tersebut diawali dengan pengenalan sistem kerja digital dalam pemerintahan kepada perangkat desa Tamanagung, diantaranya dengan mengenalkan cara menginput data ke sistem informasi desa. Kegiatan dilanjutkan dengan tutorial (peraktek) penggunaan Microsoft Excel dan Microsoft Power Point yang benar kepada perangkat desa. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kemampuan menggunakan Microsoft Excel dan menyusun presentasi yang baik menggunakan Microsoft  Power Point. Diharapkan setelah dilakukannya tutorial ini, perangkat desa dapat lebih baik dalam melakukan aktifitas yang menggunakan bantuan Microsoft Excel dan Microsoft Power Point.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pencatatan administrasi oleh perangkat desa yang dipandu oleh Alief Khahfi. Selain melakukan pencatatan administrasi, Alief juga menerangkan mengenai bagaimana pencatatan administrasi yang benar, sehingga sistem administrasi desa dapat terstruktur dengan baik

“Kami sangat terbantu dengan kedatangan mahasiswa KKN Undip. Kami berharap program yang dijalankan oleh mahasiswa KKN ini dapat kami terapkan, sehingga kegiatan perangkat desa dapat berjalan dengan baik”, ucap pak Sutikno selaku sekretaris desa Tamanagung.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembuatan email dan akun instagram desa Tamanagung. Hal ini berangkat dari keinginan desa Tamanagung untuk menjadi desa wisata, sehingga dibutuhkan sarana untuk mempublikasikan mengenai potensi wisata desa Tamanagung kepada masyarakat luas.

Mahasiswa KKN Tim II Undip desa Tamanagung berharap program ini dapat bermanfaat dan terus berkelanjutan bagi desa Tamanagung. (Ahmad/Asri)taman agungtaman agungtaman agung