Home » Posts tagged 'nugget ikan'

Tag Archives: nugget ikan

Pengenalan Ikan Segar dan Pengenalan Pembuatan Nugget Ikan kepada Ibu-ibu PKK Mejasem

Mejasem, Selasa 25 Juli 2017- Indonesia merupakan Negara maritim yang memiliki sumberdaya laut melimpah. Namun, ikan belum menjadi pilihan utama masyarakat Mejasem untuk dijadikan lauk pendamping makan. Untuk itu, Tim II KKN Undip melakukan sosialisasi pengenalan ikan segar dan pembuatan nugget ikan bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Bertempat di Balai Desa Mejasem, ibu-ibu PKK tampak antusias menyimak penjelasan mengenai ciri-ciri ikan segar dan cara mengolah ikan menjadi nugget. Melalui acara ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan ibu-ibu PKK agar mampu mengolah ikan segar menjadi nugget yang bergizi. Acara diakhiri dengan pembagian sampel nugget ikan kepada peserta yang hadir.

nuget ikan mejasem 1 nuget ikan mejasem 2

Pembuatan Olahan Ikan (Nugget) untuk Menambah Gizi Masyarakat Tunjungsari

Selasa, 25 Juli 2017 pukul 14.00 WIB, Tim II KKN Desa Tunjungsari melaksanakan kegiatan demo masak pembuatan nugget berbahan dasar ikan lele. Kegiatan demo masak ditujukan pada anggota PKK Dukuh Klanyah. Olahan ikan di kalangan anggota PKK kurang bervariasi dan kurang menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi ikan. Pembuatan Nugget merupakan alternatif solusi untuk menambah minat anak-anak terhadap konsumsi ikan dan menumbuhkan kreativitas ibu-ibu untuk membuat variasi masakan dari ikan.

nugget ikan

Mahasiswa Universitas Diponegoro Adakan Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Non-MSG

Minggu, 31 Januari 2016 | 21.00 WIB

up 2

Demo masak oleh mahasiswa KKN-PPM Undip  bersama ibu-ibu PKK di balai pertemuan Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu

Kedu. Monosodium Glutamat (MSG) adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat, suatu asam amino yang terdapat dalam semua jenis protein. Glutamat diproduksi melalui proses fermentasi menggunakan bir, cuka, kecap kedelai dan yogurt. Glutamat secara alamiah terdapat dalam makanan. Biasanya, penggunaan MSG bertujuan untuk menguatkan rasa asli dari makanan seperti ikan, daging, ayam/ unggas, sayuran, saus, kuah masakan. Rasa MSG seperti rasa garam dan memiliki sifat membatasi diri. Dalam membuat suatu masakan mencapai cita rasa optimum, seseorang hanya perlu menambahkan sedikit saja bahan MSG. Glutamat yang ditambahkan pada makanan sebagai penyedap rasa hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah keseluruhan glutamat yang dikonsumsi rata-rata makanan kita sehari-hari. Orang rata-rata mengkonsumsi antara 10-20 gram glutamat perhari. Rata-rata pasokan glutamat yang ditambahkan dari MSG hanya sebesar 0,5-1,5 gram perhari. Mengkonsumsi MSG dalam intensitas yang padat dan dalam porsi berlebihan akan memberikan efek buruk bagi tubuh. Terdapat beberapa kerugian mengkonsumsi MSG dalam jumlah yang berlebihan, diantaranya:

  1. Kerusakan otak

Mengkonsumsi MSG secara rutin dapat menyebabkan degenerasi otak dan sel-sel sistem saraf. Monosodium glutamat adalah jenis excitotoxin. Setelah mengonsumsi makanan yang kaya MSG, selanjutnya MSG masuk ke aliran darah sebelum menuju ke otak. Setelah di otak, pada dasarnya MSG hanya merangsang sel-sel otak untuk berpikir bahwa apa yang kita makan rasanya lezat. Inilah sebabnya sebabnya, mengapa kita sering merasa berhasrat untuk makanan yang tinggi MSG. Sayangnya, overstimulating otak seperti itu dapat menyebabkan kelelahan dan kematian sel-sel otak kita.

  1. Kegemukan

MSG efektif dalam merangsang pikiran untuk menjadi kecanduan rasa, maka secara otomatis kita mengembangkan keinginan untuk makan-makanan yang tinggi MSG. Bahkan, MSG sangat efektif untuk mendorong kenaikan berat badan, yang digunakan oleh para ilmuwan ketika mereka ingin menginduksi obesitas pada hewan di laboratorium.

  1. ADD dan ADHD

Anak-anak, bahkan bayi yang belum lahir seringkali menjadi korban umum monosodium glutamat. Otak Janin serta anak-anak sepenuhnya masih berkembang. Perkembangan ini dapat dengan mudah terganggu oleh bahan kimia berbahaya seperti eksitoksin. Ibu hamil dan menyusui disarankan agar menghilangkan, atau setidaknya mengurangi MSG untuk makanan sehari-hari. Jika tidak, maka ada kemungkinan jika MSG dapat menyebabkan janin dan bayi mengembangkan Attention Deficit Disorder atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Hal ini karena MSG akan masuk kedalam aliran darah, dan pada akhirnya akan dengan mudah mencapai janin yang sedang berkembang.

Menyadari bahaya penggunaan MSG yang berlebihan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 1 tahun 2015/2016 mengadakan sosialisasi bahaya MSG dan memberikan pelatihan membuat nugget ikan tanpa menggunakan bahan MSG.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat (29/1/2016) di balai pertemuan Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu. Asri Ratna Pertiwi (Mahasiswa Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro) sebagai koordinator program tersebut menjelaskan bahwa masyarakat perlu membiasakan mengkonsumsi ikan sebagai lauk maupun makanan ringan. Hal ini dikarenakan banyak manfaat yang terkandung dalam ikan jika dikonsumsi dengan teratur. Ikan banyak mengandung protein  yang bermanfaat untuk merangsang perkembangan otak sehingga mampu mencerdaskan otak, meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh serta membantu program diet karena sebagian besar ikan memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga cocok dijadikan sebagai asupan nutrisi bagi orang yang melakukan program diet.

Untuk membuat nugget ikan, bahan yang diperlukan antara lain:

  1. Ikan mas (boleh menggunakan ikan yang lain)
  2. Tepung panir/ tepung panir
  3. Tepung tapioka
  4. Mentega
  5. Garam
  6. Gula
  7. Bawang putih
  8. Bawang bombai
  9. Putih telur
  10. Merica

Dengan diadakannya pelatihan pembuatan nugget ikan tanpa menggunakan bahan MSG, diharapkan masyarakat Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu mendapatkan inovasi varian lauk maupun camilan baru di meja makan, meningkatkan nilai gizi, inovasi olahan ikan, menciptakan peluang usaha nugget untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Karangtejo serta menigkatkan kecerdasan otak anak melalui manfaat ikan sebagai bahan utama pembuatan nugget ikan.