Home » Posts tagged 'Posdaya'

Tag Archives: Posdaya

Pengaktifan Kembali Posdaya Mekarsari, Dusun Peron, Kelurahan Petarukan

Sarasehan Pengurus Posdaya Mekarsari

Sarasehan Pengurus Posdaya Mekarsari

1486991072655

Pelatihan pembuatan nugget dari ikan lele

Petarukan – Posdaya merupakan salah satu program pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia  di tiap desa. Mahasiswa KKN Undip Tim I 2017 Kelurahan Petarukan mengaktifkan kembali Posdaya Mekarsari yang berkedudukan di Dusun Peron, Kelurahan Petarukan dengan diawali oleh sarasehan anggota Posdaya Mekarsari yang dilakukan pada Rabu (8/2) malam di kediaman Ibu Mulyati Dusun Peron.

Setelah itu pada hari Jumat (10/2) pagi diadakan kegiatan Jumat Bersih di Dusun Peron RW 13 dan RW 14, yaitu kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan. Dan siang harinya diisi dengan pelatihan pembuatan produk berupa krupuk dan nugget dari ikan lele yang diinisialisasi oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Reniel Twojubel Simamora, kemudian kegiatan pembuatan selai mangga yang diinisialisasi oleh mahasiswa Fakultas Teknik, Gabriella Emma Purbaningdyah. Selain itu juga ada sosialisasi penanganan Demam Berdarah Dengue yang diinisalisasi oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Chilvy Saputra, dan Sosialisasi Bahaya Penyakit Tuberkulosis (TBC) yang diinisialisasi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran, Putri Melania Purba.

Kegiatan ini mengundang seluruh ibu-ibu PKK Dusun Peron untuk ikut terlibat. Selain bertujuan untuk memberikan inovasi produk yang bisa dikembangkan, adanya pelatihan ini juga melatih para ibu untuk bekerja mandiri dan mengembangkan posdaya.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos

Tidak hanya mengembangkan produk dengan variasi yang berbeda, mahasiswa juga membimbing para bapak untuk membuat pupuk kompos dengan menggunakan sampah sampah organik. Salah satu keuntungan pupuk kompos alami ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar dan tidak berbahaya. Prosesnya adalah dengan mencampurkan dedaunan kering dengan Bioaktivator EM4 yang selanjutnya dikubur di pekarangan rumah.

Diharapkan dengan diaktifkannya kembali Posdaya Mekarsari di Dusun Peron dapat memberdayakan masyarakat sekitar untuk hidup mandiri dan kreatif, serta ilmu yang diberikan dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Foto Bersama setelah kegiatan usai

Foto Bersama setelah kegiatan usai

Acara Perpisahan KKN Tematik Posdaya 1 Sebagai Ajang Silaturahim Dengan Warga Desa

a11

Tidak terasa selama 7 minggu, tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, telah mengabdi secara langsung kepada masyarakat melalui program monodisiplin dan multidisplin yang telah dirancang sebelumnya selama pembekalan KKN. Memasuki minggu kedelapan sebagai minggu terakhir jadwal kegiatan KKN Tematik Posdaya 1, mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengadakan rangkaian acara perpisahan yang disemarakkan oleh warga RW 04. Dengan menjalin koordinasi antara warga RW 04 dan mahasiswa KKN, acara perpisahan diawali dengan akhirussanah, yaitu acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat dan diakhiri oleh silaturahim dan tasyakuran bersama pengurus Posdaya Tunas Manunggal yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Mei 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro.

a12

a13

Sebagai acara pembuka dalam rangkaian event perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat RW 04, telah berlangsung akhirussanah wisuda Al-Qur’an (atau yang lebih dikenal dengan istilah khataman Al-Qur’an) keempat. Acara dihadiri sebanyak kurang lebih 200 orang. Dalam acara tersebut, tampak adik-adik yang telah tergabung dalam pendidikan dan kegiatan di TPA Al-Hikmah ikut meramaikan suasana. Walaupun usia tergolong belia, namun adik-adik TPA sudah fasih membaca Al-Qur’an, terbukti dengan adanya penyerahan sertifikat kepada 20 anak yang menyatakan bahwa anak tersebut telah khatam Al-Qur’an. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai macam lomba dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, diantaranya lomba membaca puisi, mewarnai gambar, tartil Al-Qur’an, dan masih banyak lagi. Keramaian semakin terasa ketika beberapa pemenang dari lomba tersebut diumumkan, terlebih lagi adik-adik yang berusia 4 sampai 7 tahun berebut menuju panggung untuk mengambil hadiah yang telah disediakan oleh panitia acara. Setelah pembagian hadiah usai, acara akhirusannah kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Bapak Tulabi, sekaligus membuka rangkaian acara akhirusannah. Acara kemudian diisi dengan tausiyah yang diisi oleh Bapak Taufik selaku ustadz yang secara langsung didatangkan dari Semarang. Saat tausiyah berlangsung, warga sempat dikejutkan dengan aksi multitalenta dari Bapak Taufik karena pemaparan yang diberikan disampaikan melalui lantunan lagu, dan terkadang ditambah dengan candaan sehingga mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Acara akhirusannah berakhir pada pukul 23:00 WIB. Meski beberapa hadirin terlihat kelelahan, namun mereka mengaku senang lantaran acara berlangsung sangat meriah sekaligus sebagai siraman qalbu dengan adanya tausiyah.

a14

a15

            Keesokan harinya, tepat pukul 15:30 WIB, rangkaian acara perpisahan kembali dilanjutkan dengan silaturahim antara pengurus Posdaya dengan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. Acara diawali dengan sambutan oleh Bapak Sunardi selaku Kepala Desa Tlompakan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Dwi Kadarwati selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal serta Lutfi Yulmiftiyanto Nurhamzah selaku Koordinator Desa Tlompakan. Sambutan yang disampaikan mayoritas mengungkapkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf selama berlangsungnya kegiatan KKN di desa Tlompakan. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh dengan rasa haru, sebab warga merasa sangat berkesan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, ditambah dengan keakraban yang terjalin antara mahasiswa KKN khususnya dengan warga RW 04 dan masyarakat desa Tlompakan pada umumnya, menjadi kesan tersendiri yang akan selalu diingat oleh seluruh pihak yang ada di desa Tlompakan. Meski beberapa pengurus nampak mengusap air mata, namun perpisahan tersebut berlangsung dengan haru bahagia. Tak lupa, acara perpisahan yang dibungkus dengan konsep silaturahim tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN kepada Bapak Sunardi dan Ibu Kadarwati, sekaligus dilangsungkan peresmian beberapa program monodisiplin yang bergerak dalam pilar kesehatan, program bank sampah, serta peresmian Posko Posdaya Tunas Manunggal yang ditempatkan pada rumah Ibu Dwi Kadarwati.

Di akhir acara, suasana semakin akrab dengan adanya pemotongan tumpeng dan makan bersama. Hidangan yang disajikan merupakan nasi tumpeng dan lauk pauk yang dibuat sendiri oleh Ibu Puji dan Ibu Windu dengan bantuan mahasiswa KKN. Meski acara telah berakhir seiring denga berakhirnya pula pengabdian mahasiswa KKN, Bapak Sunardi berpesan agar silaturahim dan rasa kekeluargaan tetap terjalin meski mahasiswa KKN sudah kembali ke Tembalang untuk melanjutkan kegiatan akademik lainnya. “Saya atas nama seluruh masyarakat di desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di RW 04 Dusun Krajan Barat, berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa atas seluruh ilmu dan pelatihan yang telah diberikan. Saya berpesan semoga adik-adik kelak menjadi mahasiswa yang sukses, dan jangan lupa bahwa silaturahim ini harus tetap terjalin, rasa kekeluargaan yang telah kita bangun bersama tidak akan hilang sampai kapanpun. Selamat dan semoga berhasil saya ucapkan kepada adik-adik mahasiswa, doa kami selalu menyertai kalian”, pungkas Bapak Sunardi.

Handicraft Kresek: Mengolah Limbah Menjadi Berkah

a5

Kresek sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari kegiatan berbelanja sampai dengan membungkus sampah mayoritas masyarakat menggunakan kresek. Selama ini, kresek hanya dibuang begitu saja, padahal limbah kresek mengancam kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan limbah kresek dengan baik, sehingga limbah kresek benar-benar mendukung kehidupan masyarakat. Tidak hanya ketika kita gunakan, namun juga setelah kita gunakan.

Tidak dipungkiri bahwa kresek dapat mudah ditemukan di segala aktivitas masyarakat, mulai dari berbelanja sampai dengan membungkus sampah rumah tangga. Sifat kresek yang tahan air dan ringan membuat masyarakat selalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kresek yang tidak terpakai langsung dibuang tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan jumlah limbah kresek mengalami peningkatan yang tajam setiap tahunnya. Terlebih lagi, limbah kresek memiliki sifat tidak mudah terurai dalam waktu singkat, sehingga penumpukan limbah kresek selalu tergambar nyata di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa ada solusi untuk mengurangi jumlah limbah kresek tersebut.

a6

Dengan berlandaskan pada kenyataan di atas, timbul upaya untuk mengurangi jumlah limbah kresek yang menumpuk pada skala rumah tangga di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, sehingga tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro berinisiatif menggalakkan program monodisiplin yang digagas oleh Agritia Amana, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Matematika. Program tersebut berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi kerajinan tangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah handicraft. Bermodalkan pada pengalamannya sebagai grand finalis kedua pada lomba pembuatan handicraft November 2015 lalu di ajang Pekan Inovasi LPP (Lembaga Penyiaran Publik) RRI (Radio Republik Indonesia) tingkat Nasional, Agritia memberikan pelatihan pembuatan handicraft dari limbah kresek kepada ibu-ibu PKK RW 04 beserta kader Posdaya Tunas Manunggal desa Tlompakan.

Pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft berlangsung 2 kali. Pelatihan pertama berlangsung pada hari Minggu, 16 April 2016, berlokasi di rumah ibu Sri Purwati, dengan sasaran pelatihan yaitu ibu-ibu PKK RT 04 RW 04 desa Tlompakan. Sedangkan pelatihan kedua berlangsung pada hari Sabtu, 30 April 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 RT 03 RW 04 desa Tlompakan. Pelatihan yang merupakan bagian dari kegiatan program monodisiplin KKN Tematik Posdaya 1 ini disambut baik oleh seluruh pihak, khususnya ibu-ibu PKK RT 04 dan RW 04 sekaligus kader Posdaya Tunas Manunggal. Nampak bahwa dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu memiliki semangat belajar serta tingkat antuisiasme yang tinggi.

a7

Pengolahan limbah kresek menjadi handicraft terbilang mudah. Limbah kresek yang diperoleh dari kegiatan berbelanja awalnya dipotong ujung atas dan bawahnya, kemudian limbah kresek tersebut dipotong dengan teknik tertentu sedemikian hingga menghasilkan benang/tali dari limbah kresek. Benang dari limbah kresek tersebut digulung pada potongan berbentuk stick dari kardus bekas, kemudian benang limbah kresek siap untuk dikepang layaknya mengepang tali pada umumnya. Kepangan dari limbah kresek tersebut dapat diaplikasikan sebagai penghias atau aksen pada barang bekas, layaknya toples bekas yang sudah kusam, maupun barang bekas seperti kardus bekas dan kaleng bekas yang dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan.

a8

Beberapa handicraft yang dihasilkan dari pelatihan pengolahan limbah kresek ini meliputi: tempat tissue, dompet, celengan (tabungan koin), tempat air mineral gelas, stationery organizer, dan accessories organizer. “Dengan adanya pelaksanaan program (re:pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft) ini, kedepannya, saya berharap agar masyarakat dapat melanjutkan pembuatan handicraft ini sebagai kegiatan rutin. Selain mengisi waktu luang dan memanfaatkan limbah kresek yang terbuang atau hanya menumpuk sia-sia di dalam rumah, handicraft yang dihasilkan dari kepangan limbah kresek tersebut juga dapat membawa berkah dengan adanya bentuk kewirausahaan dari penjualan handicraft. Handicraft dari limbah kresek masih jarang di pasaran, dengan demikian terdapat peluang yang terbuka lebar bagi masyarakat untuk menjual produk handicraft kepada khalayak umum”, ujar Agritia. Ibu Kadarwati, selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal, juga sangat mengapreasiasi dengan adanya pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. “Kami sangat beruntung sekali, karena dengan adanya pelatihan membuat handicraft dari limbah kresek, masyarakat menjadi lebih bijak dalam mengolah limbah kresek. Ditambah dengan peluang berwirausaha melalui produksi handicraft dari limbah kresek, saya menginginkan agar produk ini dapat dipasarkan melalui warung Posdaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tlompakan, khususnya warga yang ada di wilayah RW 04”, imbuh beliau.

Tingkatkan Minat Panganan Lokal Melalui Bazaar Desa

r2

Panganan lokal menjadi salah satu makanan legendaris bagi sebagian masyarakat. Selain harganya yang mudah terjangkau, citarasanya yang khas membuat kesan tersendiri bagi pemburu kuliner. Namun, di era modernisasi saat ini, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan makanan berlabel lokal tersebut. Bahkan masyarakat rela membayar lebih demi makanan ala luar negeri. Perlu disadari bahwa tak selamanya makanan berharga ‘selangit’ memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, salah satu contohnya adalah junk food yang sayangnya masih digandrungi oleh mayoritas masyarakat. Ditambah dengan gengsi sosial masyarakat yang memiliki persepsi bahwa makanan lokal adalah makanan wong ndeso, membuat makanan ini semakin miris keberadaannya. Padahal makanan lokal tak selalu identik dengan makanan orang desa, justru makanan lokal sesungguhnya memiliki nilai gizi serta citarasa yang khas bila dibandingkan dengan makanan olahan serba luar negeri.

r1

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memperkenalkan makanan lokal dengan harapan masyarakat dapat mengenal sekaligus mulai membudayakan konsumsi makanan lokal dibandingkan dengan junk food. Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip Desa Tlompakan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RW 04 kemudian berinisiatif untuk menggelar bazaar seiring dengan adanya problematika tersebut. Olahan pangan yang telah dibuat oleh warga setempat kemudian dijajakan sebagai barang dagangan dalam bazaar tersebut. Adapun panganan lokal tersebut meliputi kripik talas, kripik pisang, bothok sayur, oseng kangkung, serta abon lele. Bazaar kemudian diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2016, bertepatan dengan pertemuan ibu-ibu RW 04 Desa Tlompakan, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

r3

Untuk menambah variasi komoditas bazaar, ibu-ibu PKK juga menyelenggarakan sembako murah diantaranya mie instan, gula, dan minyak goreng. Dengan harga terjangkau, ibu-ibu dapat membeli sembako tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar, sebab pasar terdekat dari desa Tlompakan yaitu pasar Bringin yang berjarak 4 kilometer. Antusiasme warga juga terlihat dengan adanya transaksi jual beli selama bazaar diselenggarakan. Harga olahan panganan lokal yang dijual berkisar antara Rp 3.500,00 hingga Rp 20.000,00. Di lain pihak, keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang pada bazaar tersebut akan dimasukkan ke dalam uang kas warung Posdaya Tunas Manunggal, dimana warung Posdaya tersebut nantinya menjadi rintisan koperasi Posdaya. Kas tersebut akan dikelola oleh pengurus warung Posdaya supaya kegiatan yang berkaitan dengan Posdaya Tunas Manunggal memiliki anggaran dana tersendiri. Kedepannya, kegiatan bazaar akan dilaksanakan secara rutin sebagai pemasukan bagi kas warung Posdaya. Selain itu, bazaar tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat warga terhadap panganan lokal sekaligus memberdayakan kreatifitas masyarakat dalam mengolah bahan baku setempat untuk mengolah panganan yang sehat dan bergizi tinggi.

Pembentukan Rintisan Koperasi Posdaya Tunas Manunggal

a9

Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Tlompakan mengenai peminjaman dana UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro melakukan rapat dengan pengurus Posdaya Tunas Manunggal guna membentuk pengurus koperasi Posdaya. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus Posdaya beserta kepala desa Tlompakan, Bapak Sunardi, berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, bertempat di posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan. Rapat perdana yang dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menjadi suatu kesan tersendiri bagi pengurus Posdaya Tunas Manunggal. Rapat bersama pengurus Posdaya dilaksanakan dalam 2 periode. Untuk periode pertama, rapat berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, pukul 15:00 WIB, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan, sedangkan untuk periode kedua, rapat berlangsung pada hari dan jam yang sama di tanggal 15 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

            Hal yang dibahas selama berlangsungnya rapat periode pertama yaitu kendala yang ditemui pengurus Posdaya Tunas Manunggal terkait dengan adanya pembentukan rintisan koperasi Posdaya. Kendala tersebut diantaranya adalah adanya macet usaha yang dialami oleh warga yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku. Untuk solusi dari permasalahan tersebut, berlangsung musyawarah antara mahasiswa KKN dengan pengurus Posdaya, salah satunya yaitu Ibu Dwi Kadarwati selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Beliau menuturkan, bahwasannya warga desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di wilayah RW 04 kembali diberdayakan dan diberikan pelatihan untuk mengolah jenis produk lain, dengan syarat bahan baku yang mudah ditemui dan jumlahnya tidak tergantung pada cuaca (tidak bersifat musiman). Selain itu, pengurus Posdaya Tunas Manunggal juga mengeluhkan teknik pemasaran yang belum dikuasai oleh masyarakat, menyebabkan barang yang telah diproduksi tidak dapat terjual secara optimal. Dengan adanya problema tersebut, mahasiswa KKN berupaya untuk melakukan pelabelan produk yang bertujuan agar produk memiliki identitas sehingga konsumen diharapkan lebih mengenal produk tersebut, serta pendistribusian produk di berbagai tempat wisata di kota Salatiga. Upaya tersebut juga ditambah dengan adanya pelatihan pemasaran produk secara online yang akan diajarkan oleh mahasiswa KKN. Selain permasalahan di atas, kegiatan administrasi tak luput dibahas pada rapat periode pertama, yaitu adanya usulan mengenai sistem simpan pinjam pada rintisan koperasi Posdaya yang berfungsi sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal, dimana kegiatan tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2016, dengan simpanan wajib sebesar Rp 5.000,00 dan simpanan pokok sebesar Rp 25.000,00. Kegiatan simpan pinjam akan diawali oleh pengurus Posdaya, kemudian baru diterapkan kepada masyarakat RW 04 desa Tlompakan. Rapat periode pertama kemudian ditutup dengan kesepakatan mengenai pembentukan rintisan koperasi Posdaya berupa warung Posdaya, dengan kepengurusan sebagai berikut: Pak Gus Danial sebagai ketua, Ibu Sri Kadarwati sebagai sekretaris, Ibu Yuliani dan Ibu Riswiketi (Ibu Riris) sebagai bendahara warung Posdaya.

a10

           Selanjutnya, hal yang dibahas pada rapat periode kedua yaitu penyusunan konsep warung Posdaya dan rancangan pelaksanaan bazaar Tlompakan yang akan diadakan pada tanggal 22 Mei 2016 mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Warga nantinya akan diundang dalam acara bazaar Tlompakan sekaligus pameran produk berlabel warung Posdaya, dengan tujuan agar masyarakat sekitar mengenal terlebih dahulu aktivitas dan produk yang dihasilkan dari warung Posdaya sebagai bentuk rintisan koperasi Posdaya. Dengan adanya bazaar tersebut, diharapkan dapat menjadi batu loncatan dari kegiatan administrasi Posdaya Tunas Manunggal, sekaligus sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal. Selain itu, berkaitan dengan dibentuknya rintisan koperasi Posdaya, Ibu Dwi Kadarwati mengutarakan tentang keanggotaan koperasi Posdaya beserta laporan keuangan simpan pinjam. Anggota tetap koperasi Posdaya yaitu pengurus Posdaya Tunas Manunggal sebanyak 17 orang, kemudian warga RW 04 berinisiatif untuk ikut andil dalam kegiatan koperasi Posdaya, diantaranya 3 orang warga RT 01. Di lain pihak, mengenai laporan keuangan simpan pinjam, seperti yang disampaikan oleh Ibu Riris dan Ibu Yuliani, pencairan dana dilakukan dengan tempo 1 bulan dan diangsur 15 kali dengan bunga sebesar 2%, dengan jumlah uang yang terkumpul pada saat itu sebesar Rp 510.000,00. Nantinya, jumlah uang yang terkumpul diharapkan dapat meningkat seiring dengan adanya pelaksanaan bazaar Tlompakan mendatang.

Pendataan Desa, Langkah Kecil Membangun Negeri

Pendataan Posdaya mengisi kesibukan di minggu ke-3 TIM 1 KKN UNDIP Tahun 2016. Pendataan ini mencangkup 2 aspek yaitu pendataan data penduduk dan UMKM desa. Diharapkan pendataan ini mampu memberikan gambaran nyata keadaan warga meski hanya 1 RW.

Selengkapnya, silakan klik Pendataan Posdaya, Langkah Kecil Membangun Negeri