KKN Undip : Reaktivasi Embung Bangau Desa Tajuk Adalah Keharusan

Tajuk (30/1) Mahasiswa KKN Undip Desa Tajuk Tahun 2020 Periode 1 melakukan melakukan reaktivasi Embung Bangau dengan melakukan pengurasan dan pembersihan embung dari sampah. Pembangunan Embung Bangau pertamakali dilakukan untuk irigasi ladang pertanian sayuran sekitar.  Lokasinya yang berada didekat kawasan Hutan Lindung Pinus Kalipasang tidak mengherankan jika embung tersebut beralih fungsi menjadi tempat wisata dengan diberi benih ikan lele. Embung Bangau eksis selama 2 tahun setelah pembangunan tetapi setelah itu, tidak ada perawatan yang dilakukan oleh pihak Desa Tajuk sehingga embung yang dilengkapi dengan fasilitas selfie dikanan kiri embung terbengkalai begitu saja dan tidak sedikit fasilitas yang ada rusak berat dimana spot foto yang ada sudah tidak bisa dipakai dan bahaya jika dipakai serta pagar pembatas embung rusak sebagian.

Embung Bangau memiliki ukuran 13×26 meter dengan kedalaman 3 meter. Dilengkai dengan pagar pembatas dari pagar besi setinggi 1,5 meter, saluran pintu masuk air, pintu inspeksi embung, dan beberapa spot selfie sekitar embung. Air yang ada pada saat itu setinggi kurang lebih 70-80 cm dengan kondisi keruh dan banyak sampah botol, kayu, plastik dan lain sebagainya. Kekurangan dari pembuatan Embung Bangau ini adalah tidak adanya saluran untuk penguras dan perawatan fasilitas embung sehingga sulit dilakukan pembersihan dasar embung.

Melihat potensi yang ada pada Embung Bangau, maka KKN Undip Desa Tajuk melakukan suatu terobosan dimana melakukan reaktivitas Embung Bangau dengan memberikan Benih ikan kembali dan memberikan gagasan dimana menjadikan Embung Bangau sebagai Edu Minawisata. Diskusi dilakukan beberapa tokoh Desa Tajuk seperti Kepala Desa Tajuk, Bapak Singgih, “Dulu menjadi tempat wisata dan banyak yang mengunjungi tetapi sekarang terbengkalai dan baru dilakukan renovasi sekitar embung” ujar Pak Singgih. Dengan melihat permasalah tersebut dan mengantongi persetujuan dari perangkat Desa Tajuk, maka dilakukanlah reaktivasi Embung Bangau.

Pengurasan dilakukan mulai pada tanggal 28-30 Januari 2020 dengan menggunakan pompa 1 buah dari pinjaman Kepala Dusun Kaliajeng. Pada hari Selasa, 28 Februari dilakukan pengurasan tahap pertama dimana dilakukan persiapan penempatan pompa dan pipa untuk pembuangan air embung ke saluran pembuangan sekitar embung. Persiapan pemopaan memakan waktu yang lumayan lama dikarenakan keterbatasan pipa untuk pembuangan dan medan sekitar embung yang tidak rata sehingga menyulitkan dalam memposisikan pompa. Setelah terpasang, pompa melakukan penyedotan air dan sekitar 5 jam dilakukan pengurasan tahap 1.

Pada hari Rabu, 29 januari dilakukan pengurasan tahap 2 dimana pengurasan terkendala oleh hujan deras yang mengguyur Desa Tajuk waktu itu. Pengurasan hanya berjalan sekitar 3 jam. Pada hari Kamis, 30 Januari pengurasan tahap 3 dimana juga dilakukan pembersihan sampah-sampah yang berada di dalam Embung Bangau. Dengan modal sepatu boot, jas hujan , dan trashbag pembersihan embung dilakukan. Karena terbatasnya alat maka lumpur yang berada dibawah embung dan batuan besar yang masuk dalam embung tidak dapat diibersihkan dan diangkat.

Tidak hanya itu, Mahasiswa KKN Undip berhasil menemukan sumber mata air Embung Bangau sebagai inputan. Kegiatan ini dibantu oleh ketua RT 03 pak jarwo , penemuan sumber mata air ini sebagai inputan kolam Embung Bangau yang dibantu dengan penggantian pipa. Sehingga kondisi dari embung lebih baik daripada sebelumnya dan embung siap diisi air dari sumber mata air dari tempat sekitar.

Adanya reaktivasi Embung Bangau yaitu dengan kegiatan pengurasan dan pembersihan sampah-sampah yang selanjutnya akan ditebar benih ikan dan diberi papan edukasi diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi dari Embung Bangau, memberikan pemasukan kepada masyarakat Tajuk dengan pengelolaan wisata Embung Bangau nantinya, serta memberikan edukasi dan potensi pengembangan dari Edu Minawisata.