KKN Undip Kampanyekan Design Jamban Ekonomis di Desa Tajuk

Tajuk (30/1) Mahasiswa KKN Undip Desa Tajuk Tahun 2020 Periode 1 melakukan melakukan sosialisasi terkait perencanaan Jamban Sehat dan penyusunan RAB kepada perangkat Desa Tajuk di balai Desa Tajuk. Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Maasyarakat) merupakan program dari kader-kader posyandu dimana kegiatannya mencangkup pengolahan sampah, pemilahan sampah, sosialisasi kebersihan diri dan lingkungan, dan jambanisasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat serta membantu warga pra sejahtera dalam membangun rumah yang layak huni dan sehat. Salah satunya yaitu program jambanisasi yang diberikan kepada rumah yang belum memiliki jamban.

Banyaknya warga yang masih melakukan buang air besar secara sembarangan dan kurang sadarnya akan dampak penyakit yang akan ditimbulkan. Oleh karena itu, pemerintah melakukan suatu program jambanisasi yang mana hal ini diberikan setiap rumah yang layak mendapatkan bantuan.

Di Desa Tajuk melaksanakan program jambanisasi dengan memberikan bantuan kepada rumah dengan tiap dusun mendapat tiga buah bantuan jamban senilai Rp 1.500.000,00 dengan memberikan dalam bentuk material. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan terealisasi dan tepat sasaran.

Perencanaan dilakukan dengan melakukan survey di Dusun Pulihan yang mana merupakan salah satu dusun yang mendapat bantuan jamban, dan melakukan wawancara dengan Kepala Dusun Pulihan, Bapak Sugiyanto, “Tahun ini ada program jambanisasi dimana setiap dusun mendapat 3 kuota tetapi bulan ini masih dalam tahap pendaftaran” ujar Bapak Sugiyanto. Selain itu, diskusi dilakukan dengan sekretaris desa, “Jamban akan diberikan dalam bentuk material untuk lokasinya belum dilakukan survey rumah mana yang layak mendapat jamban tetapi biasanya dibangun di dalam rumah” ujar Ibu Yuyun. Melihat permasalahan tersebut, Sri Susilowati mahasiswi KKN Tim 1 Undip Desa Tajuk melakukan perencanaan design dan rencana anggaran biaya jamban sehat dan ekonomis.

Perencanaan dilakukan selama dua hari dimana dilakukan pendesignan dan pembuatan rencana anggaran biaya. Jamban dengan ukuran 2×2 m dimana dibangun didalam rumah. Design bangunan dirancang dengan tinggi bangunan 2 meter dengan dinding batu bata atau batako, mengingat bangunan dibangun berada di dalam ruangan sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Pondasi yang digunakan yaitu pondasi telapak dan untuk kolomnya digunakan kolom praktis ukuran 15×15 cm. Penutup atap digunakan yaitu jenis plywood dengan tebal 3 mm dan ditengahnya diberi lubang seukuran genteng kaca yang mana untuk tempat genteng kaca itu sendiri dan juga sebagai penerangan selain lampu saat siang hari sehingga dapat mengurangi penggunakan listrik. Pemilihan bahan yang digunakan diusahakan seekonomis tetapi memenuhi standar perencanaan. Harga satuan pekerjaan yang digunakan menyesuaikan dengan tahun terbaru yang dikeluarkan karena untuk memberikan validasi harga pasaran yang lebih akurat sehingga rencana anggaran biaya yang disusun tidak kurang.

Dilakukan sosialisasi pada hari Kamis, 30 Januari 2020 yang dilakukan di Balai Desa Tajuk dengan sasaran perangkat Desa Tajuk. Pemaparan dilakukan kurang lebih sekitar satu jam dan penyerahan modul yang berisi design dan rencana anggaran biaya sebagai arsip desa untuk pertimbangan pembelian material yang akan diberikan kepada masyarakat. Dengan adanya design yang telah diajukan maka diharapkan pembuatan jamban memiliki gambaran tentang bentuk jamban yang akan dibangun dan pertimbangan pembelian bahan yang akan dibelanjakan sehingga bantuan dana desa tersebut tepat dan dapat seoptimal mungkin direalisasikan. Selain itu, dengan adanya jamban disetiap rumah diharapkan tidak ada lagi kebiasaan buang air besar sembarangan, mengurangi wabah penyakit yang mungkin timbul, dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.