#X Menilik kandang bapak Wardi, menjelang idul adha sold out semua! X-22-A-2#

Kadirejo (17/07), hari-hari menjelang hari raya, khususnya hari raya kurban atau Idul Adha merupakan hari yang ditunggu oleh para peternak, karena pada hari raya tersebut permintaan akan ternak sapi meningkat. Selain itu, harga jual sapi juga cenderung mengalami peningkatan. Begitu pula di peternakan Bapak Wardi. Bapak Wardi merupakan seorang petani dan juga peternak yang memiliki 5 sapi bangsa simmental. Pak Wardi sempat khawatir penjualan ternak pada tahun ini akan menurun akibat adanya pandemi Covid-19, namun kekhawatirannya tidak terjadi. Sejumlah 3 dari 5 sapi miliknya sudah dipesan orang untuk hari raya Idul Adha. Dua dari kelima sapi Pak Wardi yang belum dipesan tersebut merupakan sapi betina, sehingga tidak boleh dipotong dan tidak dijual pada hari raya Idul Adha. Beliau mengaku 2 sapi betinanya tersebut untuk dikembangbiakkan lagi guna meningkatkan jumlah sapi miliknya melalui program inseminasi buatan. Pak Wardi merupakan salah satu contoh peternak modern yang telah terbiasa menerapkan kawin suntik atau inseminasi buatan pada sapi miliknya. IB sapi Pak Wardi biasanya dilakukan oleh seorang inseminator bernama Pak Yahya. Inseminasi buatan pada sapi milik pak Wardi tidak selalu berhasil. Keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan 4 faktor utama yang harus selalu diperhatikan dan tidak boleh terlewatkan, yaitu ketepatan peternak akan pendeteksian birahi, kemampuan inseminator dalam pendeposisisan semen, kualitas semen dan kondisi reproduksi ternak betina. Semua itu tidak akan sempurna, dalam artian ternak tidak dapat bunting apabila salah 1 faktor utamanya ada yang terlewat. Peran peternak dalam hal ini sangatlah besar dalam deteksi birahi, diperlukan recording reproduksi untuk mencatat segala hal mengenai reproduksi, seperti tanggal birahi, tanggal IB, tanggal kelahiran, dan lain-lain.

Menilik Kandang Pak Wardi
Sosialisasi Inseminasi Buatan bersama Pak Wardi