HITUNGAN MINGGU ANGKA POSITIF COVID-19 MENINGKAT DRASTIS, MAHASISWI UNDIP SOSIALISASIKAN PERBUP INI DI LINGKUNGAN RUMAH

Jepara – Bertambah hari serta minggu, semakin meningkatnya angka positif pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten Jepara. Hingga Jumat (17/7), total positif pasien terpapar Covid-19 menembus angka 794, dengan rincian positif saat ini sebanyak 599 orang, sembuh sebanyak 151 orang, dan meninggal dunia sebanyak 44 orang. Pasien tersebar di 15 kecamatan serta tidak adanya kasus positif di Kecamatan Karimunjawa.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mensahkan dan menerbitkan Peraturan Bupati Jepara Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pada 17 Juni 2020. Terbitnya Perbup tersebut untuk membiasakan dan menertibkan seluruh masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

Apabila ditelusuri lebih lanjut, masih banyak masyarakat yang kurang peduli dengan tersebarnya Covid-19. Masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah, kurang peduli dengan kebersihan setempat, dan masih terbiasa untuk berkumpul santai.

Oleh karena itu, mahasiswi KKN TIM II Tahun 2020 UNDIP, Yulia Andriyani, melaksanakan sosialisasi terkait analisis kebijakan Perbup tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dengan sistem door-to-door menggunakan media poster di wilayah RT 07/RW 07 Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, tepatnya berada di Perumnas Griya Tahunan Indah. Sosialisasi dilaksanakan secara door-to-door untuk menghindari adanya kerumunan orang apabila diselenggarakan penyuluhan di suatu tempat tersendiri, juga untuk memutus tali penularan Covid-19. Kegiatan yang dimulai pada Jumat (17/7) bertujuan untuk memasifkan telah terbitnya suatu regulasi yang sangat penting diketahui dan diterapkan oleh masyarakat. Poster juga akan disebar dan dilekatkan pada tempat-tempat strategis sebagai upaya makin masifnya regulasi tersebut.

Menurut Pasal 1 angka 4 Perbup ini, Pembatasan Kegiatan Masyarakat adalah upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk membatasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya untuk mencegah kemungkinan penyebaran wabah Covid-19 yang menggunakan ruang publik, moda transportasi publik, dan bangunan publik.

Ada 6 (enam) pembatasan aktivitas di luar rumah, meliputi:

  1. Pelaksanaan kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya. Kegiatan pembelajaran dilakukan di rumah atau tempat tinggal masing-masing dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan media yang paling efektif.
  2. Pelaksanaan kegiatan bekerja di tempat kerja/perusahaan/perkantoran. Kegiatan dilakukan dengan mengatur jumlah pekerja dalam satu ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  3. Pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Kegiatan dilakukan berdasarkan himbauan pemerintah atau fatwa lembaga. Kegiatan diperbolehkan apabila telah mendapatkan rekomendasi dari GTPP tingkat kecamatan.
  4. Pelaksanaan kegiatan di tempat umum, seperti tempat hiburan, PKL, dan tempat usaha (pasar tradisional, toko swalayan, restaurant, dan hotel). Kegiatan di tempat hiburan wajib ditutup untuk sementara waktu. Di tempat umum lainnya wajib untuk menerapkan jam operasional yang telah ditentukan dan patuh terhadap protokol kesehatan.
  5. Pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya dihentikan sementara waktu, kecuali untuk kegiatan pernikahan dan pemakaman yang bukan karena Covid-19 dengan tetap menerapkan beberapa ketentuan yang berlaku.
  6. Pergerakan menggunakan moda transportasi dengan membatasi jumlah penumpang paling banyak 50% dari kapasitas penunpang.

Harapannya, setelah dilaksanakannya kegiatan sosialisasi door-to-door, maka masyarakat semakin cermat, siaga, dan siap untuk menjaga diri dari penyebaran Covid-19 apabila sedang beraktivitas di luar rumah.