CORONA MINGGAT, UANGKU HEMAT

Blitar (16/07/2020) – Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar menjadi salah satu tempat KKN mahasiswa UNDIP untuk menjalankan program KKN. KKN TIM II UNDIP yang dilaksakan pada Juli – Agustus 2020 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID 19 Berbasis Pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” dilaksanakan oleh para mahasiswa secara mandiri di desa masing-masing.

Sumber: Galeri Penulis

Masyarakat desa Mandesan mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Tidak hanya bapak-bapak saja yang pergi ke sawah untuk menggarap sawahnya, tetapi juga ibu-ibu turut andil dalam penggarapan sawah. Penghasilan seorang petani tidak tetap, tergantung hasil panennya. Adanya pandemi Covid 19 ini membuat penghasilan para petani menurun seiring dengan menurunnya harga jual padi perkwintalnya. Selain itu, adanya pandemic Covid 19 ini juga membuat masyarakat harus selalu menggunakan masker, jaga jarak, tidak bersalaman, rajin mencuci tangan dengan sabun.

Apabila beraktivitas di luar rumah, semua orang harus tetap menjaga diri sendiri dari virus corona dengan membawa dan menggunakan hand sanitizer setelah memegang sesuatu di sekitarnya. Saat ini harga hand sanitizer cukup tinggi, sekitar Rp40.000 (Apotek Maharani Selopuro). Hal ini membuat warga enggan untuk membeli hand sanitizer. “Di satu sisi, warga harus selalu mencuci tangan karena wabah. Tapi di sisi lain, penghasilan mereka menurun karena wabah. Jadi, membuat sendiri hand sanitizer saya piker dapat menjadi solusi yang mudah dan murah sekaligus efektif,” tandas Siti Aminatun, seorang warga.

Mahasiswa KKN UNDIP memberikan edukasi bagaimana membuat hand sanitizer dengan bahan alami, mudah, dan murah ke warga desa Mandesan RT04/RW02 untuk menghemat pengeluaran, dan penghasilannya dapat digunakan untuk keperluan yang lain. Edukasi atau sosialisasi ini dilakukan dengan cara door to door mengingat saat ini di harapkan tidak mengumpulkan banyak masa. Bahan pembuatan hand sanitizer yang alami banyak didapatkan di sekitar rumah warga tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Jadi, dengan ini corona minggat, uangku hemat.

Oleh:   Wahyuni Cahyarini Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro