Posyandu Dibuka, Inikah yang Disebut New Normal? Mahasiswi Undip Luruskan Kesalahpahaman Masyarakat Melalui Kader

Batang (18/7) – Di tengah situasi pandemi coronavirus disease (COVID-19), beberapa kegiatan di tempat umum mulai beroperasi kembali. Adanya kebijakan new normal bukan berarti bahwa kehidupan telah kembali normal dan terbebas dari COVID-19 sehingga dapat beraktivitas seperti biasa sebelum pandemi. Era new normal harus diikuti dengan kebiasaan baru menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Puskesmas Batang 4 menetapkan kegiatan posyandu mulai beroperasi kembali per 1 juli 2020. Kendati demikian, berdasarkan survei lapangan (7/7) yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip Tim II Batang, Aulia Salwa Alfaina, masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak memakai masker dan berkerumun saat pelaksanaan posyandu.

Reportase-1-1

Pelaksanaan penyuluhan kepada kader

Oleh karena itu, Aulia melaksanakan penyuluhan penyesuaian protokol kesehatan COVID-19 di posyandu sebagai pedoman bentuk adaptasi hidup normal baru pada 14 juli. Penyuluhan dilaksanakan di Aula Puskesmas Batang 4 dan dihadiri oleh 21 kader posyandu Desa Denasri Wetan. Meskipun dilaksanakan secara tatap muka, penyuluhan tetap mematuhi aturan physical distancing dengan pemberian jarak antar kursi peserta. Peserta penyuluhan yang hadir diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan dengan hand rub antiseptic yang disediakan di meja depan sebelum mengisi daftar presensi.

Reportase-1-2

Penerapan protokol kesehatan saat penyuluhan

Adapun isi penyuluhan yang disampaikan mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 094/1737/SPD tahun 2020 mengenai pedoman operasional posyandu di tengah pandemi COVID-19, sebagai berikut:

  1. Beroperasi atau tidaknya posyandu diserahkan kepada kebijakan Pemerintah Daerah sesuai kesiapan masing-masing puskesmas dan desa.
  2. Kader posyandu harus sehat, memakai masker dan sarung tangan sebagai alat perlindungan diri.
  3. Pengaturan tata letak meja posyandu dengan jarak minimal 1 meter supaya tidak berdekatan dan disediakan fasilitas cuci tangan atau cairan pembersih tangan sebelum memasuki posyandu.
  4. Orang tua bayi dan balita membawa sendiri kain atau sarung dari rumah untuk penimbangan.
  5. Pengturan jadwal layanan dengan tiap jadwal dibatasi 10 balita per sesi posyandu.
  6. Anak yang sudah disuntik menunggu di luar atau tempat terbuka sekitar 30 menit sebelum pulang.

Pelaksanaan penyuluhan disambut dengan antusiasme kader yang tinggi. Beberapa kader aktif bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas sehingga penerapan protokol kesehatan ini dapat benar-benar dipahami.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan kader dapat menerapkan sistem pelaksanaan posyandu sesuai dengan protokol kesehatan dan meneruskan edukasi kepada masyarakat sebagai peserta posyandu untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga angka penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

Author : Aulia Salwa Alfaina – Fakultas Kedokteran – Kedokteran Umum

Editor : Ragil Saputra, S.Si, M.Cs