Buat Penyebar Hoax Covid-19 Minder dengan Pengetahuan Sanksi Hukum Bagi Penyebar Hoax

Kabupaten Grobogan (Sabtu, 18 Juli 2020) Banyaknya Hoax mengenai Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat resah dan geram. Guna pencegahan penyebaran Hoax, mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP pada program kerja pertama KKN TIM II UNDIP Periode 2020 memberikan edukasi hukum kepada masyarakat mengenai bahaya dan sanksi hukum penyebaran Hoax dalam Peraturan Perundang-Undangan. Program dilaksanakan pada minggu kedua yang berlokasi di Lingkungan Majenang, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara door to door dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sumber : Galeri penulis.

Sosialisasi dilakukan dengan membagikan brosur kepada masyarakat dan menunjukkan animasi singkat yang dibuat penulis mengenai sanksi hukum penyebaran Hoax. Dalam menjalankan program ini penulis memberikan edukasi mengenai sanksi hukum penyebaran hoax dan tips supaya masyarakat dapat menghindari penyebaran hoax dengan melakukan “saring sebelum sharing”. Saring sebelum sharing ini bertujuan supaya masyarakat dapat menyeleksi dan memilah informasi yang masuk dengan data yang akurat, sehingga dapat terhindar dari penyebaran berita hoax karena sampai sekarang penyebaran hoax covid-19 masih merajalela. Dari data nasional Kementrian Teknologi Dan Informasi RI, sejak covid-19 masuk Indonesia, kurang lebih ada 850 hoax mengenai covid-19. Oleh karena itu diperlukan adanya edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya dan sanksi hukum penyebaran hoax. Penulis berharap edukasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya dan sanksi hukum penyebaran hoax, sehingga masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, lebih berhati-hati serta selalu menyaring dan menyeleksi informasi/berita yang masuk sebelum menyebarkannya.

Oleh : Lina Shabrina (11000117120038/Fakultas Hukum)

Editor : Ir. Wahju Krisna Hidajat., MT.