TETAP BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT MESKI DI RUMAH AJA

Salatiga (11/7) – Akibat adanya Pandemi, kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah, bertatap muka secara langsung, diubah pelaksanaannya melalui sistem during. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang juga tidak dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang merajalela. Kegiatan KKN yang biasanya dilakukan di beberapa kota di Jawa Tengah, dipindahkan ke lokasi dimana mahasiswa berada. Mahasiswa yang pulang kampung melaksanakan kegiatan KKN selama 45 hari di sana, sedangkan mahasiswa yang berada di kos menjalankan kegiatan di daerah sekitar kosnya.

Rama Khusnul merupakan salah satu mahasiswi UNDIP yang saat ini sedang menjalankan program KKN. Lokasi tempatnya melaksanakan KKN berada RT 05/RW 03 Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Kota ini memiliki latar pemandangan yang indah yaitu Gn. Merbabu. Pungkursari adalah nama kampung yang wilayahnya tidak cukup luas tetapi sangat strategis karena berada di pusat kota, dihuni kurang lebih 60 kepala keluarga, kampung ini menjadi tempat padat penduduk.

Pengurusan Izin ke Ketua RT

Kegiatan KKN dimulai sejak 5 Juli 2020 dan telah berlangsung selama 14 hari. Tema yang diusung pada KKN tahun ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Guna Menuju Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs)”. Mahasiswa diminta untuk membuat minimal dua kegiatan dengan satu kegiatan bertema COVID-19 dan tema lain yaitu SDGs yang disusun kedalam sebuah proposal kegiatan. Kegiatan yang dilakukan di minggu pertama adalah survey lokasi, mengurus perizinan ke ketua RT dan RW, dan menyusun proposal.

Pengukuran Tekanan Darah pada Ibu PKK RT 05/03 Pungkursari

Kegiatan yang dirancang merupakan gabungan dua program yaitu Edukasi Hipertensi dan Anjuran Penggunaan Masker Kain (Nonmedis), berkolaborasi oleh ibu – ibu PKK RT 05/03 Pungkursari, dilaksanakan pada hari Senin, 13 Juli 2020. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pengukuran tekanan darah, pada ibu yang didapati memiliki tekanan darah tinggi diberikan edukasi terkait dengan Hipertensi. Pada awal kedatangan ibu – ibu anggota PKK yang hadir diberikan brosur yang isinya adalah Anjuran Penggunaan Masker Kain (Nonmedis) serta dicek suhu tubuhnya dan pada akhir kunjungan diminta untuk mengisi lembar evaluasi kegiatan.

Monitoring akan dilakukan tiap minggu pada ibu yang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Pengukuran tekanan darah untuk monitoring akan dilakukan door to door, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan izin dari pihak terkait. Setelah melakukan pengolahan data, didapati dari 36 ibu PKK yang hadir 10 orang tergolong ke dalam kelompok Prehipertensi dan 11 orang tergolong kedalam kelompok Hipertensi.Pengolahan data dari lembar evaluasi didapatkan bahwa Ibu PKK merasa puas dan merasa kegiatan KKN yang dibuat bermanfaat.

Rahma Khusnul Khotimah – FK 2017

Editor: Damar Nurwahyu Bima, S.Si, M.Si