WHO Peringatkan Krisis Mental Akibat Pandemi, Mahasiswa Undip Peduli Mental Anak dan Remaja Desa dengan Fun Learning

Pandemi Covids-19 menggegerkan banyak aspek kehidupan. Salah satunya dunia pendidikan, aktifitas pembelajaran harus dihentikan demi menghambat penyebaran virus corona. Sejak awal maret 2020, pemerintah keluarkan kebijakan liburkan seluruh tingakatan pendidikan. Akibat lamanya pembatasan kegiatan, PBB temukan fakta semakin meningkatnya kasus kesehatan mental yang mengancam terutama pada anak-anak dan remaja karena terisolasi dari teman-teman sekolahnya.

Merespon peringatan WHO, mahasiswa Undip gelar sekolah dadakan pada hari Minggu 19 Juli 2020 di Aula Desa Samiranan Kandangan Temanggung. Acara ini diadakan berangkat dari keresahan Putri Fitriyani,  mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro yang prihatin melihat anak-anak dan remaja disekitar rumahnya hanya bermain gadget dan lupa dengan materi sekolah selama masa pandemi.

Acara yang dimulai pukul 8 pagi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diinstruksikan oleh pemerintah. Dibuka oleh  Sih Mukharom kepala desa Samiranan, acara yang diikuti oleh 3 remaja dan 20 anak kelas 4, 5, 6 SD Desa Samiranan diawali dengan cuci tangan dan pemakaian handsanitizer, peserta diberikan faceshield gratis dan duduk berjarak.

Melalui sekolah dadakan “Fun Learning” ini Putri ingin menghadirkan suasana seperti sekolah yang sesungguhnya maka dari itu, peserta diminta memakai seragam sekolah merah-putih supaya mengobati rasa kerinduan dengan sekolahnya. Materi yang disampaikan juga tak hanya materi sekolah seperti matematika dan pengetahuan umum, namun juga mengenai cita-cita yang tak banyak anak-anak ketahui. Terbukti saat sebelum diberikan materi, cita-cita anak-anak hanya itu-itu saja mayoritas adalah dokter, polisi, dan tentara. Setelah diberikan materi cita-cita, banyak anak yang terbuka wawasannya dan cita-citanya semakin bervariasi. Ada yang ingin menjadi MUA/Perias bahkan ada yang ingin menjadi motivator/pembicara.

“Harapan saya tak lain supaya mereka termotivasi untuk tetap semangat belajar dan bisa menggapai cita-citanya lebih lagi saat masa-masa pandemi seperti ini karena kalau tidak ada motivasinya anak-anak akan enggan untuk belajar apalagi di rumah sendiri-sendiri” jelas Putri, mahasiswa pelaksana KKN Pulang Kampung Undip 2020.

Peserta pun sangat antusias dan merasa termotivasi untuk tetap semangat belajar meski harus di rumahnya masing-masing. “Sangat senang dan jadi tau banyak cita-cita. Saya ingin menjadi orang yang sukses supaya bisa menjadi motivator dan pembicara. Senang juga karena diputarkan film tentang menghargai teman.” Ungkap Aqila peserta kelas 5 SD.

Selain itu, acara ini juga menggandeng remaja desa yang sebelumnya diberikan pembekalan mengenai public speaking agar meningkatkan kepercayaan diri remaja desa dan langsung mempraktikannya saat acara berlangsung sebagai kakak pembimbing.

“Senang sekali jadi ada kegiatan dan diajari berbicara di depan banyak orang. Karena selama liburan dirumah terus jadi bosan. Semoga ada kegiatan-kegiatan kayak gini lagi.” Jelas Siska, remaja yang berpartisipasi menjadi kakak pembimbing.

Harapannya acara ini dapat memberikan ilmu dan dapat mengisi waktu anak-anak dan remaja selama dirumah sehingga tidak merasa bosan dan terhindar dari krisis mental akibat pandemi.

Direview Oleh: Maharani Patria Ratna