Menopang Kebertahanan Warung di Perumahan Selama Pandemi COVID-19

KOTA SEMARANG (20/07/2020). Sejak Indonesia mengonfirmasi kasus COVID-19 pada awal bulan Maret 2020, peningkatan kasus terus terjadi per hari. Pemerintah Kota Semarang memberlakukan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyrakat) untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang semakin meluas. PKM dilakukan dengan menutup sebagian jalan utama agar masyarakat tetap berdiam di rumah termasuk jalan-jalan di perumahan. Hal itu berdampak pada UMKM yang ada di perumahan, salah satu contohnya adalah warung.

Untuk mengonfirmasi hal tersebut, dilakukan wawancara dengan pemilik warung yang berada di Kelurahan Padangsari RT 09/RW 04. Bersama Bu Lisa, ia bercerita mengenai kondisi warungnya sejak COVID-19 mewabah. “Warung saya jadi sepi. Jumlah pembeli semakin berkurang dan pendapatan pun ikut menurun. Ada juga kendala dalam distribusi karena banyak jalan yang ditutup.”

Tak hanya terjadi pada Bu Lisa, Bu Jun juga mengalaminya. “Pembeli warung saya semakin jarang karena mereka lebih suka di rumah. Untuk menghindari COVID-19, saya biasanya langsung mencuci tangan setelah bertransaksi dengan pembeli.” Sedangkan Bu Lisa menjaga jarak dengan pembeli sejauh satu meter.

Saat ini, kita telah memasuki era New Normal sehingga peraturan pemerintah telah memberi kelonggaran pada usaha bisnis termasuk warung dan ini dirasakan oleh Bu Lisa. “Benar, keadaan warung saya kembali agak membaik karena proses distribusi barang tidak ada halangan,” kata Bu Lisa.

Dilihat dari pernyataan Bu Lisa dan Bu Jun, warung mereka mengalami kemunduran akibat COVID-19 dan mulai sedikit membaik seperti semula saat memasuki era New Normal. Mereka tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan COVID-19.

Untuk memaksimalkan kegiatan operasi warung yang terdampak COVID-19, diusulkan perancangan sistem aplikasi e-commerce warung sebagai wujud program KKN Tim II periode 2020 Universitas Diponegoro. Sistem aplikasi e-commerce warung akan memudahkan penjual dan pembeli dengan bertransaksi secara daring. Pembeli bisa memesan barang dari warung si penjual dengan menggunakan aplikasinya kemudian penjual mengirim pesanan si pembeli dengan cara diantar sendiri oleh penjual atau dengan pembeli mengambil sendiri tanpa butuh waktu lama berada di warung.

Perancangan sistem aplikasi e-commerce warung akan diimpelentasikan dengan memanfaatkan situs Marvelapp. Dimulai dengan mendesain halaman-halaman aplikasi dengan konsep e-commerce warung. Kemudian menambahkan prototipe pada setiap halaman aplikasi untuk menjalankan aplikasinya secara sederhana tetapi masih terbatas. Rancangan sistem aplikasi e-commerce warung akan memberi gambaran besar mengenai bagaimana sistem aplikasinya dijalankan.

Dengan adanya perancangan sistem aplikasi e-commerce warung, diharapkan permasalahan yang dihadapi UMKM dapat teratasi sehingga kegiatan usaha tetap berjalan dengan baik dan bahkan dapat meningkat meskipun ada pembatasan hubungan sosial di masyarakat karena pandemi suatu penyakit.

Astari Nuriadini | Akuntansi | FEB

Dibawah bimbingan : Dr.Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si.