Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah, Mahasiswa UNDIP Memberi Sosialisasi Pembayaran Nontunai

Oleh : Khoirul Sukma (12020117130099)

Editor : Dr. Ir. Yoyok Budi Pramono, S.Pt., M.P.

Penyampaian program kepada Ketua RT setempat

KUDUS (19/07/20) – Kampanye penggunaan pembayaran nontunai yang beberapa tahun terakhir digalakkan oleh pemerintah dirasa kurang efektif. Pasalnya, kampanye yang dilakukan pemerintah kurang mampu meningkatkan literasi masyarakat di beberapa daerah. Sebut saja di Kabupaten Kudus, menurut pengamatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UNDIP masyarakat di Kudus masih banyak yang belum minat dalam menggunakan pembayaran nontunai.

Hal ini diperparah dengan adanya pandemi covid-19 yang sedang melanda semua negara di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO, penggunaan pembayaran nontunai dirasa cukup efektif untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. Lanjutnya, WHO mengatakan bahwa penggunaan uang kertas atau koin akan meningkatkan resiko penyebaran virus karena virus mampu bertahan di uang kertas atau koin.

Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro yang sedang menjalankan program KKN nya di Kabupaten Kudus, memiliki ide untuk membantu pemerintah dalam mengkampanyekan pembayaran nontunai. Dengan penggunaan media infografis dan juga modul yang dilengkapi dengan ilustrasi penggunaan nontunai dirasa mampu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan uang nontunai khususnya di era pandemi seperti saat ini.

Modul pembayaran nontunai buatan Mahasiswa KKN UNDIP

Dalam kegiatan sosialisasinya, mahasiswa KKN UNDIP ini akan menerapkan sistem door to door di Desa Prambatan Kidul, Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan terkait larangan untuk berkerumun di tengah pandemi. Selain itu sosialisasi juga akan dilakukan melalui media sosial seperti grup Whatsapp. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan, diharapkan masyarakat khususnya di Desa Prambatan Kidul Kudus sadar akan manfaat penggunaan pembayaran nontunai dan menggunakannya sehingga literasi keuangan masyarakat dapat meningkat.