*Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Melakukan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Secara Mandiri di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara

Gambar 1. Sosialisasi cara pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri

Jepara (21/7) – Mahasiswa KKN Undip melaksanakan program KKN tentang pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri. Program pengelolaan sampah rumah tangga ini sangat penting terutama di era pandemi Covid 19. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat akan membuat lingkungan rumah menjadi lebih bersih dan sehat sehingga mampu membantu meningkatkan kesehatan. Program ini dilaksanakan oleh Rahmayani Kurnia Ain dari jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Program dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada warga RT 7 RW 2 Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. Alasan pemilihan program ini yaitu pandemi Covid 19 memaksa seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan meningkatkan imunitas tubuh salah satunya dengan menjaga kesehatan lingkungan, teutama lingkungan yang terbebas dari sampah. Pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dirasa tepat untuk diterapkan selama pandemi Covid 19 agar menumbuhkan budaya menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.

Gambar 2. Perijinan dan diskusi bersama Ketua RT terkait program KKN

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan melakukan perijinan dari Kepala Desa dan juga Ketua RT 7 RW 2. Pak Ali Rif’an selaku Kepala Desa Pekalongan mengharapkan bahwa kegiatan KKN ini dapat dilakukan dengan mendukung program desa yang ada, dan Pak Eko selaku Ketua RT mengharap kegiatan KKN ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat terutama warga RT 7 RW 2 untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dengan program pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri. Namun selama pelaksanaan program KKN tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid 19 yaitu dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Oleh karena itu dalam pelaksanaan sosialisasi ini menggunakan media poster sebagai media informasi kepada warga melalui yang disebarkan melalui grup whatsapp PKK RT 7 RW 2.

Sebelum melakukan sosialisasi dilakukan kegiatan survey degan membagikan kuesioner kepada warga untuk mengetahui apakah warga RT 7 RW 2 sudah melakukan pengelolaan sampah rumah tangga secara tepat. Dari hasil kuesioner diperoleh 31 responden dari 70 orang warga. Dari hasil tersebut diketahui bahwa seluruh responden mengetahui bahwa sampah dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan apabila sampah tidak dikelola dengan baik akan memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Namun lebih dari 90% warga belum melakukan kegiatan pengelolaan sampah secara mandiri dengan tepat. Meski begitu > 60% warga telah melakukan prinsip 3 R (reuse, reduce, recycle) di rumah masing – masing.

Gambar 3. Trial pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri

Setelah melakukan survei berupa pengisian kuesioner, dilakukan sosialisasi dengan media poster kepada ibu – ibu RT 7 secara door to door dengan mengambil beberapa sampel rumah ataupun sosialisasi secara online melalui whatsapp. Sosialisasi ini berisi cara mudah melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya yaitu organik (sisa makanan, daun kering, dll.) dan anorganik (kertas, kardus, botol plastik, kaca, dll). Selain itu sosialisasi ini juga berisi tentang penerapan prinsip 3 R (reuse, reduce, recycle) di rumah tangga. Hasil sosialisasi kepada ibu – ibu mengenai cara pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri mendapat sambutan hangat, dan banyak warga yang belum tahu bagaimana melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Untuk itu program ini diharapkan bisa menjadi pioneer dalam membentuk kebiasaan atau budaya pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri yang dapat dilakukan oleh seluruh anggota keluarga yang memiliki efek besar bagi lingkungan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi secara dini terhadap seluruh warga, karena pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kedepannya diharapkan jika pengelolaan sampah dilakukan dengan tepat dan berkelanjutan, maka sampah juga dapat menjadi nilai tambah pemasukan keluarga dengan membentuk bank sampah di lingkungan RT setempat.

Oleh : Rahmayani Kurnia Ain – Ilmu Kelautan 2017

Dosen Pembimbing Lapangan : Ir. Hermin Werdiningsih, M. T.