Rentetan Kerja Nyata Minggu Ini – Part I

Pada minggu ke tiga, tim KKN Proyonanggan Utara telah melaksanakan beberapa program monodisiplin. Program monodisiplin yang telah dilaksanakan minggu ini diantaranya yaitu; “English Fun Club”, “Basic English Learning”, “Pengenalan serta pembelajaran wawasan pengetahun nasional dan global kepada murid Sekolah Dasar (SD) kelas menengah”, “Program Penanggulangan Bencana Banjir“,“Pembuatan Peta Bencana Banjir Kelurahan Proyonanggan Utara”, “Perencanaan Perbaikan Penampang dan Bantaran Sungai Gendingan (Hilir Sungai Keramat) untuk Penanggulangan Banjir”, dan “Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Kontrak“.
Program pertama pada minggu ketiga ini (Senin, 23 Januari 2016) yaitu “English Fun Club”. “English Fun Club” merupakan program monodisiplin dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, Dewi Endang Sari. Program ini ditujukan kepada siswa kelas 5 SD N Proyonanggan Utara 10. Tujuan dari program ini adalah mengajarkan dan mengembangkan potensi anak dalam berbahasa Inggris melalui story telling dan drama. Dalam program ini, siswa SD diajarkan bagaimana cara bercerita menggunakan bahasa Inggris dan cara memerankan sebuah karakter dalam drama. Selain itu, siswa 5 SD N Proyonanggan Utara 10 belajar mengekspresikan perasaan dengan menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan media yang digunakan dalam pelatihan tersebut yaitu video dan e-book berbahasa Inggris.
Program selanjutnya adalah “Basic English Learning”. Program ini adalah program monodisiplin dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, Dewi Endang Sari. “Basic English Learning” merupakan sebuah bimbingan belajar atau yang dikenal dengan bimbel yang mengajarkan tentang bahasa Inggris. Dalam bimbel tersebut seluruh anak-anak dan remaja di Kelurahan Proyonanggan Utara dapat belajar tentang bahasa Inggris. Program ini dibuat karena di Kelurahan Proyonanggan Utara memiliki bimbingan belajar yang terbatas dan sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan yang mana terkadang meraka tidak mampu untuk mendaftarkan anak-anaknya ke bimbel. Selain itu, program ini bertujuan agar para remaja dapat mengajarkan bahasa Inggris kepada teman-teman sebayanya atau adik-adiknya yang belum memahami apa itu bahasa Inggris. Program ini dilakukan setiap hari senin, rabu dan jumat pada pukul 19.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB di posko Tim KKN Proyonanggan Utara. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan seluruh anggota tim KKN Proyonanggan Utara yang mengajarkan tentang pengetahuan umum seperti pelajaran IPA, IPS, matematika, Bahasa Indonesia dan sebagainya.
Program monodisiplin selanjutnya pada minggu ketiga ini (Selasa, 24 Januari 2016) yaitu “Pengenalan serta pembelajaran wawasan pengetahun nasional dan global kepada murid Sekolah Dasar (SD) kelas menengah”. Program ini merupakan program dari mahasiswi Hubungan Internasional yang bernama Luna Dika. Program ini diadakan karena masih kurangnya pengetahuan umum yang dimiliki oleh anak usia dini hingga menengah terkait nasionalisme dan globalisme, serta kurangnya tenaga pengajar di bidang tersebut. Sedangkan tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh anak SD kelas menengah (kelas 4 dan 5) terkait nasionalisme dan globalisme. Dalam program ini, siswa kelas 4 dan siswa kelas 5 diajarkan tentang pengetahuan nasional dan global seperti wilayah-wilayah apa saja yang ada di Indonesia, Asia dan Eropa serta letak dari masing-masing wilayah tersebut. Selain itu, para siswa juga diajarkan tentang macam-macam bendara di seluruh dunia beserta asalnya.
Pada hari berikutnya (Rabu, 25 Januari 2016) tim KKN Proyonanggan Utara mengikuti acara Musrenbang yaitu (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang di adakan di pendopo Kelurahan Proyonanggan Utara. Dalam acara ini turut dihadiri oleh perwakilan perangkat Kecamatan, Kelurahan, BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), ketua RT, tokoh masyarakat, serta Tim KKN. Tim KKN Proyonanggan Utara menyisipkan sebuah program dalam acara tersebut. Terdapat empat program monodisiplin yang dilaksanakan secara bersamaan dalam acara Musrenbang tersebut. Dengan tiga program monodisiplin yang dengan satu topik besar yaitu banjir sedangkan satu lagi mengenai kontrak.
Program yang pertama yaitu mengenai “Penanggulangan Bencana Banjir” yang dicanangkan oleh Tunggal Bagas Y., mahasiswa Teknik Sipil. Program ini merupakan salah satu program yang memiliki tujuan utama yaitu memberdayakan dan menghimbauan masyarakat di Kelurahan Proyonanggan Utara untuk selalu menjaga saluran dan mencegah penyebab-penyebab terjadinya banjir seperti penumpukan sampah, pemukiman disekitar bantaran sungai serta upaya untuk mencegah maupun menanggulangi banjir. Dalam program ini dilakukan diskusi mengenai pencegahan banjir dan penanggulangan banjir di sekitar sungai Gendingan. “Masyarakat harus tahu apa saja hal yang harus dilakukan ketika terjadi banjir, dengan begitu mereka siap untuk menghadapi bencana banjir yang datang sewaktu- waktu” ujar Tunggal Bagas. Masyarakat di Kelurahan Proyonanggan Utara cukup antusias dan turut aktif dalam diskusi ini, karena mereka sangat membutuhkan informasi mengenai cara-cara penanggulan banjir.
Program kedua adalah “Pembuatan Peta Bencana Banjir Kelurahan Proyonanggan Utara”. Program ini merupakan program monodisiplin dari mahasiswa Teknik Sipil, Adhe Verdianto Hidayat. Dalam program ini, Adhe sebagai pencetus program menjelaskan bahwa pemilihan program pembuatan peta bencana dipilih karena Kelurahan Proyonanggan Utara masih sering terjadi banjir di setiap hujan turun cukup deras, sehingga pembuatan peta bencana banjir diadakan untuk memberi informasi tentang tempat-tempat mana saja yang terjadi banjir serta ketinggian banjirnya. Harapannya, dengan peta bencana banjir, akan segera ditindak oleh badan yang berwenang dan segera ditanggulangi dan alangkah baiknya untuk dicegah agar tidak terjadi banjir lagi.
Program ketiga yaitu “Perencanaan Perbaikan Penampang dan Bantaran Sungai Gendingan (Hilir Sungai Keramat) untuk Penanggulangan Banjir”. Program ini merupakan program dari mahasiswi jurusan Teknik Sipil, Irene Bernike Hutapea. Tujuan dari program ini adalah usaha untuk mengendalikan banjir dengan cara melakukan normalisasi pada saluran sungai. Adapun Sungai Gendingan sebagai bagian dari hilir Sungai Keramat yang memiliki permasalahan berupa pendangkalan dan penyempitan sungai. Irene Bernike Hutapea mengatakan bahwa dia mendesain ulang ukuran penampang melintang sungai yang ekonomis dan aman terhadap tinggi muka air banjir sehingga jika debit sungai mencapai debit banjir maksimum, sungai tidak akan meluap. Selain itu desain penanggulangan banjir lainnya dilakukan dengan membangun tanggul sungai pada bantaran Sungai Gendingan, perkuatan lereng dengan bangunan pengaman tebing sungai dan perkuatan dasar sungai dengan bangunan grounsill.
Program selanjutnya adalah “Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Kontrak“. Program monodisiplin tersebut dicanangkan oleh Julian Sinaga, mahasiswa jurusan Hukum. Dalam program tersebut, Julian menjelaskan tentang jenis-jenis kontrak dan cara pembuatan kontrak. Program ini ditujukan kepada masyarakat di Kelurahan Proyonanggan Utara. Dalam pembuatan kontrak tersebut ada beberapa syarat pembuatan kontrak yang harus dipenuhi.
Seperti yang telah disampaikan, program-program diatas merupakan proram monodisiplin dari masing-masing anggota Tim KKN Proyonanggan Utara. Tim KKN Proyonanggan Utara berharap bahwa program-program yang telah dilaksanakan dan bermanfaat bagi seluruh warga di Kelurahan Proyonanggan Utara.