Mahasiswi TIM II KKN UNDIP Ajak Remaja Desa Sundoluhur Membuat Handsanitizer Berstandar WHO

Pati (22/7/2020)-Handsanitizer adalah cairan pembersih tangan  yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Ditengah pandemi virus corona seperti ini, penggunan handsanitizer menjadi hal yang umum bagi masyarakat. Pada awal pertama kali virus ini muncul handsanitizer menjadi produk utama yang dicari oleh masyarakat sehingga produk ini sempat langka dan harganya naik dua kali lipat dari harga normalnya. Hal ini mengakibatkan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan handsanitizer. Kelangkaan handsanitizer ini menjadi peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat handsanitizer palsu atau dengan kata lain menggunakan bahan-bahan yang tidak seharusnya sehingga tidak mempunyai khasiat sebagai antibakteri. Hal ini membuat organisasai kesehatan dunia (WHO) mengeluarkan pedoman tatacara pembuatan handsanitizer yang benar, aman dan mudah jika akan dibuat secara mandiri oleh masyarakat. Dalam rangka pencegahan virus corona ini , WHO menyarankan untuk selalu rutin membersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau  menggunakan antiseptic yang mengandung alkohol. WHO juga  menyarankan untuk menggunakan handsanitizer yang mengandung 60-80% Ethyl alcohol atau Isopropyl alcohol.

Adanya himbauan pemerintah untuk meminimalkan kegiatan diluar rumah, KKN UNDIP tahun ini mengusung tema KKN pulang kampung yaitu KKN yang dilaksanakan di kampung halaman masing-masing mahasiswa. Hal ini dimanfaatkaan oleh Era Ayuk Adistia salah satu mahasiswi UNDIP Program Studi Farmasi yang sedang KKN di desanya yaitu desa Sundoluhur untuk mengajak remaja desanya dalam program “Generasi muda peduli covid-19” dengan membuat pelatihan pembuatan handsanitizer sesuai standar WHO. Kegiatan pelatihan ini bertujuan agar para generasi muda mengetahui bagaimana cara atau proses pembuatan handsanitizer yang akan dipergunakan untuk menjaga kebersihan tangan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 dengan komposisi yang aman dan efektif untuk membunuh virus serta hasil produk handsanitizer yang telah dibuat nantinya akan dibagikan ke tempat-tempat umum seperti warung-warung yang ada di Desa Sundoluhur.  Kegiatan berjudul “Pelatihan pembuatan handsanitizer berstandar WHO” ini dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Juli 2020 pukul 09.00-11.30 WIB, bertempat di rumah Era Ayuk Adistia selaku penyelenggara pelatihan. Kegiatan KKN yang ia laksanakan ini berada di bawah naungan Dosen Pembimbing KKNnya yaitu Bapak Muhyidin S.Ag,M.Ag, M.H yang mana sebelum kegiatan ini dilakukan, Era memperoleh arahan terlebih dahulu dari Bapak Muhyidin.

Sejumlah remaja yang ikut serta dalam pelatihan ini mulai dari tingkat sekolah menengah atas (SMA) hingga kuliah. Dalam proses pelatihan ini, kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan yaitu peserta wajib menggunakan masker dan jumlah peserta yang ikut dalam pelatihan tidak lebih dari 10 orang. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan apa itu handsanitizer, jenis-jenis handsanitizer, bahan apa saja yang efektif dan aman digunakan untuk membuat handsanitizer secara mandiri, fungsi bahan-bahan yang ada didalam handsanitizer,  dan demo pembuatan handsanitizer sesuai standar WHO. Peserta pelatihan sebelumnya dibagikan flyer tentang tata cara pembuatan handsanitizer sesuai standar WHO sehingga pada saat demo pembuatan handsanitizer peserta dapat mengikuti dan memahami cara pembuatannya dengan baik. Selain itu peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba membuat handsanitizer secara langsung supaya lebih paham. Antusiasme dari peserta dalam mengikuti pelatihan ini terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan selama program berlangsung. Pada akhir sesi pelatihan, peserta diperkenankan untuk mencoba dan membawa pulang hasil handsanitizer yang sudah jadi. “ Rasanya dingin dan baunya harum”  kata mbak Nadia salah satu peserta pelatihan saat mencoba handsanitizer.

Ditulis oleh      : Era Ayuk Adistia

Editor              : Muhyidin S.Ag.,M.Ag.,M.H