*Edukasi Jaga Jarak, Stop Covid-19 di Desa Mayong Lor, Mayong, Jepara

JEPARA (24/7)Masyarakat Desa Mayong Lor terlihat secara masif melakukan aktivitas diluar rumah, dimana saat mereka berada ditempat-tempat umum tidak menerapkan protokol kesehatan. Keadaan ini rentan tertular Covid-19. Oleh sebab itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 mahasiswa Universitas Diponegoro melalui program Kuliah Kerja Nyata(KKN) melakukan Kampanye Physical Distancing kepada pengurus Masjid, sejumlah pemilik rumah makan, dan pedagang kaki lima yang berada disepanjang jalan raya Desa Mayong Lor pada Jumat 24/07/2020.

Kurangnya kesadaran masyarakat Desa Mayong Lor terhadap bahaya penularan Covid-19 menjadi salah satu permasalahan yang harus segera diperbaiki. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya masyarakat khususnya pemilik rumah makan dan pedagang kaki lima yang tidak mengindahkan protokol kesehatan yang diberikan pemerintah dimana mereka tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti penggunaan masker ketika sedang berjualan. Pada tempat umum lainnya seperti Masjid, masyarakat juga belum menerapkan aturan physical distancing yang mana harus menjaga jarak fisik dengan orang lain.

Untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi, Rizqika Alya Anwar salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro mengadakan Kampanye Physical Distancing bertemakan “Stop penyebaran Covid-19 dengan gerakan physical distancing dan memakai masker saat melakukan aktivitas diluar rumah”.

Kampanye Physical Distancing kepada pengurus masjid, pemilik rumah makan, dan pedagang kaki lima (Sumber: Penulis)

Pada kampanye kali ini tak hanya membagikan masker dan hand sanitizer, namun Rizqika juga menjelaskan kepada pengurus Masjid, pemilik rumah makan dan pedagang kaki lima kegunaan APD tersebut dan seberapa pentingnya menerapkan aturan physical distancing agar dapat terhindar dari penularan Covid-19.

“Saya waktu awal-awal diumumkan ada Covid-19 memang pakai masker saat berjualan mbak, tapi semakin kesini saya nggak pakai soalnya sumpek dan panas kalo pake masker waktu jualan walaupun sebenernya penting juga untuk kebaikan saya maupun pembeli apalagi saya jualan dipinggir jalan tapi ya mau gimana lagi, nggak betah kalo pake masker” ujar Deni salah satu pedagang kaki lima Desa Mayong Lor.

Diharapkan dari adanya program ini, pemilik rumah makan, dan pedagang kaki lima dapat memperhatikam keselamatan dan kesehatan mereka saat berjualan serta Masyarakat Mayong Lor dapat menerapkan protokol kesehatan juga menerapkan aturan physical distancing saat mereka berada dalam keramaian atau ditempat umum. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian Rizqika agar kasus Covid-19 khususnya Desa Mayong Lor tidak bertambah.

Penulis : Rizqika Alya Anwar

Dosen Pembimbing : Ir. Hermin Werdiningsih, MT