#X Pengelolaan Lahan yang Salah Picu Gerakan Tanah Longsor ? X-1-B-3#

Oleh Lia Suryani (Senin, 20 Juli 2020). Tanah longsor merupakan gerakan tanah yang kurang stabil dan dapat diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pengelolaan dan tataguna lahan yang dilakukan. Pada dasarnya alam memiliki keseimbangannya sendiri, namun adanya campur tangan yang membuat alih fungsi penyerapan air berubah menjadi pemukiman akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam. Tata kelola di kecamatan Kaliwungu, sudah banyak menjadi daerah pemukiman dan lahan pertanian.

Proses pengerjaan peta tataguna lahan

Berdasarkan data primer mapping yang sudah dilakukan, didapatkan gambaran keadaan lapangan yang ada serta tataguna lahannya. Berhubungan dengan tanah longsor, pengelolaan dan tataguna lahan juga berpengaruh terhadap tanah longsor. Tanah longsor terjadi pada daerah yang tidak mampu menahan beban yang ditampungnya sehingga akan jatuh menyebabkan tanah longsor baik dalam bentuk batuan bongkah, endapan, ataupun lumpur. Dalam hal ini penting adanya vegetasi untuk mengikat partikel tanah/air agar tidak menimbulkan tanah longsor. Kaitannya dalam tanah longsor, semakin tinggi vegetasi akan semakin kecil tingkat potensi tanah longsornya. Sedangkan semakin tinggi areal terbukanya akan semakin tinggi potensi tanah longsornya

Areal sawah dan tegalan

Dari peta basemap, dikembangkan menjadi peta tataguna lahan dengan menggunakan software ArcGis 10.5. Data yang digunakan dengan menggunakan data dari RBI Kabupaten Semarang kemudian dimodifikasi berdasarkan keadaan dilapangan. Sehingga didapatkan delineasi tataguna lahan kecamatan Kaliwungu berupa areal pemukiman, sawah, ladang/tegalan, dan perkebunan. Berdasarkan peta tataguna lahan yang dibuat didapatkan aeral pemukiman tersebar hampir diseluruh desa di kecamatan Kaliwungu dengan warna merah muda. Untuk areal sawah yang ditunjukkan dengan warna kuning tersebar di desa Jetis, Rogomulyo, Kaliwungu, dan Udanwuh, Kener, Kradenan, dan Papringan. Untuk areal ladang ditunjukkan dengan warna hijau muda tesebar di desa Pager, Siwal, Payungan, Mukiran dan Kaliwungu. Sedangkan areal perkebunan ditunjukkan dengan warna hijau tua terdapat di desa Kradenan dan Udanwuh.

Peta tataguna lahan