#X Mahasiwa Undip Latih Warga Modifikasi Tepung Singkong X-9-A-4#

Kab. Semarang (26/7) – Mahasiswa KKN Undip melakukan pelatihan pembuatan tepung mocaf bersama ibu-ibu RT 5 Desa Sendang. Pelatihan dilakukan sore hari saat setelah ashar jam 15.30. Pelatihan pembuatan tepung mocaf diawali dengan penjelasan potensi umbi lokal yang ada di desa seperti singkong, ubi jalar dan talas. Umbi-umbian ini dapat diolah menjadi berbagai olahan yang bernilai jual tinggi seperti tepung mocaf, tepung talas yang kemudian bisa menjadi brownies talas, bolu mocaf dan sebagainya. Ibu-ibu selama ini hanya mengolah umbi-umbian ini hanya dikukus ataupun digoreng. Mereka baru mengenal tepung mocaf saat mengikuti pelatihan ini, dan hanya mengenal tepung gaplek.

Pelatihan pembuatan tepung mocaf dilakukan dengan cara mempratikkan bagaimana proses pembuatan. Proses pertama yaitu singkong dikupas, kemudian dicuci dengan air mengalir. Singkong kemudian direndam dengan air kapur, lalu di potong-potong dengan parutan hingga membentuk chips yang tipis. Chips tipis singkong kemudian di rendam air biasa selama 3 hari. Air dibuang kemudian di keringkan dan digiling. Ibu-ibu juga diperlihatkan tepung mocaf yang sudah jadi. “Pembuatan tepung mocaf lama dan menurut saya ribet” ujar Ibu Mimin (peserta pelatihan). Mendengar pernyataan itu kemudian dijelaskan kelebihan tepung mocaf dibandingkan dengan tepung gaplek yang selama ini mereka kenal. Manfaat dan kelebihan tepung umbi-umbian lokal, yang dimana bebas gluten dan ramah untuk penderita diabetes. Ibu-ibu juga dijelaskan bahwa dengan kelebihan itu jika dijadikan produk dengan klaim kesehatan maka nilai jual akan semakin tinggi, oleh karena itu berpotensi untuk dijadikan bisnis. Tepung mocaf memiliki kelebihan derajat keputihannya lebih putih dan aroma khas langu singkong tidak ada. Mendengar penjelasan ini ibu-ibu menjadi mengerti bahwa dengan memberikan modifikasi pengolahan dapat meningkatkan nilai jual. Pelatihan ini sebagai salah satu langkah dalam gerakan konsumsi umbi lokal, yang sejalan dengan program yang digalakkan oleh pemerintah yaitu diversifikasi pangan. Gerakan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan dengan negara lain, sehingga terbentuk kemandirian dan ketahanan pangan