*Kegiatan Terdampak Covid-19, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Ibu PKK Desa Demaan Membuat Otak-Otak Ikan Frozen

Demaan (23/7) – Program Kuliah Kerja Nyata Undip 2020 yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid 19 berbasis ada SDGs” telah sampai pada minggu keempat di desa Demaan, Jepara. Program yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat diimplementasikan oleh Ahmad Faisal Adi Putra untuk membantu mengurangi permasalahan di desa Demaan.

Desa Demaan memiliki sumber daya perikanan yang sangat kaya, namun hal tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Ahmad Faisal Adi Putra menggandeng ibu-ibu PKK RT 03 untuk ikut serta mengolah potensi perikanan yang ada untuk dijadikan produk olahan yaitu “Otak-Otak Ikan”.

Penjelasan cara pembuatan otak-otak ikan
(Sumber: Penulis)

Dalam proses pengolahan otak-otak ikan Ahmad Faisal Adi Putra berkoordinasi dengan ibu PKK terkait bahan, alat yang digunakan, nama usaha, serta struktur dan kelengkapan lainnya. Nama yang diusung untuk produk otak-otak ikan ini adalah OTARA yang memiliki kepanjangan otak-otak jepara. Setelah adanya diskusi, akhirnya ditentukan bahwa OTARA dikomandoi oleh ibu Jumi dengan didampingi ibu Nene sebagai sekretaris dan ibu Riny sebagai bendahara.

Selain mengajari bagaimana cara membuat otak-otak ikan, Ahmad Faisal Adi Putra juga memberikan edukasi tentang bagaimana pengambilan foto makanan yang tepat sehingga mampu menarik konsumen, selain itu juga mengajari bagaimana penempatan serta penggunaan box yang tepat yang dapat meningkatkan nilai jual dan menjadi pendukung dari produk olahan otak-otak ikan.

Foto produk otak-otak ikan frozen
(Sumber: Penulis)
Foto produk otak-otak ikan goreng
(Sumber: Penulis)

OTARA sendiri memiliki 2 varian produk yaitu versi Frozen dan versi Goreng. Hal ini dilakukan untuk mengatasi konsumen yang tidak memiliki waktu untuk memasak otak-otak ikan yang dibekukan, sehingga ini dirasa mampu mengobati rasa ingin mencicipi produk OTARA.

Dengan adanya kegiatan yang diinisiasi oleh Ahmad Faisal Adi Putra tersebut, Ibu PKK yang awalnya hanya melakukan kegiatan perkumpulan sebatas mengobrol, makan, arisan, akhirnya menjadi lebih bermakna dan kegiatannya menjadi produk serta inovatif sehingga mampu mendorong semangat ibu PKK untuk memiliki usaha yang mampu jangka panjang.

“Kami sangat berterimakasih atas kehadiran mas Faisal, terimakasih sudah memberikan ide2 dan juga usahanya untuk kami, saya salut dengan cara interaksi mas Faisal yang  sangat baik dengan kami, bahkan menjawab dengan baik pertanyaan2 dari kami bahkan mau bercanda juga dengan kami, dan kami juga sangat berterimakasih karena mas Faisal sudah memberikan usulan bantuan ide yang semoga kedepannya bisa kami lanjutkan untuk bisa menambah penghasilan bagi kami, sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih. Semoga mas Faisal semakin sukses, mohon doanya juga semoga kami ikut sukses 😊🙏” Ujar ibu PKK desa Demaan RT 03 RW 04, Rini.

Foto mahasiswa KKN dengan ibu PKK
(Sumber: Penulis)

Dengan dibukanya pre order yang dilakukan, membuat OTARA mendapatkan pesanan sejumlah 44 box, angka yang dapat dikatakan tinggi untuk pembukaan order pertama kali. Hal itu membuat ibu PKK merasa senang dan juga memiliki semangat untuk melanjutkan apa yang sudah diinisiasi oleh Ahmad Faisal Adi Putra. Selain itu, Ibu PKK juga berencana menjadikan OTARA ini salah satu sumber penghasilan mereka sehingga mampu membantu pemasukan keluarga.

Penulis : Ahmad Faisal Adi Putra – Departemen Administrasi Bisnis 2017

Editor : Ir. Hermin Werdiningsih, MT