Cuan meningkat disaat pandemi, dengan budidaya spirulina kaya gizi

Tembalang, Semarang (21/7/2020). Sistem perkuliahan yang sebagian besar berbentuk daring, hal ini memungkinkan bagi para mahasiswa untuk dapat belajar dari rumah masing-masing, disisi lain berdampak pada usaha warga sekitar yang menggantungkan hidup dari kehadiran mahasiswa (usaha kost, penjualan makanan dll), banyak mahasiswa yang tidak perlu menyewa kamar kembali sehingga mereka memilih pulang dan belajar lewat rumah, tentu ini menyebabkan pada penurunan pendapatan warga sekitar.

TIM KKN II Universitas Diponegoro 2020  RT 002/02 Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang, Kota Semarang memahami permasalahan tersebut, dengan berbekal ilmu yang sudah dikuasi dari fakultas, ide kami adalah menciptakan sebuah solusi berupa budidaya spirulina yang aman dan mudah dilakukan, sebagai solusi ekonomi bagi warga sekitar RT 02 Bulusan yang terdampak covid 19. Progam kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Wafiq Alanwary salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro

Budidaya spirulina dilakukan karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi namun dengan modal dan biaya perawatan yang terbilang sederhana, lingkungan semarang dengan suhu yang cukup hangat ditambah wialayah yang dekat dengan laut serta sinar matahari yang cukup, ikut mendukung faktor pertumbuhan spirulina itu sendiri.


Gambar 1. Pengukuran bibit starter spirulina agar sesuai takaran

Muhammad Wafiq Alanwary selaku penanggungjawab program kerja mengungkapkan, karena masalah ekonomi warga terdampak covid 19 menjadi inspirasi untuk menciptakan sumber penghasilan baru.

“Apabila dilakukan dengan baik dan terus menerus, budidaya ini dapat menjadi tambahan penghasilan yang cukup untuk warga terdampak covid 19,” ungkap Wafiq.


Gambar 2. Budidaya spirulina menggunakan botol bekas

Sejauh ini, pelaksanaan program kerja budidaya spirulina berada pada tahap trial and eror, karena tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dengan batas minimal 1 minggu. Diharapkan dalam jangka waktu yang singkat ini  dapat segera melaksanakan budidaya spirulina tersebut di tiap masing-masing tempat tinggal warga dengan skala rumah tangga.

“Dengan adanya program kerja budidaya spirulina ini, diharapkan dapat membantu warga terdampak covid untuk mengatasi masalah perekonomiannya” ujar salah satu warga RT 002.

Penulis : Muhammad Wafiq Alanwary
Semarang, 20 Juli 2020.

Editor : Aminah