Takut tertular Covid-19 saat cuci tangan di tempat umum? Mahasiswa Undip membuat alat cuci tangan dengan sistem injak

Sangihe, Sulawesi Utara (19/7). Munculnya Pandemi Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 membuat sistem KKN UNDIP TIM II dilakukan dengan cara yang berbeda, KKN dilaksanakan di daerah masing-masing atau yang disebut KKN Pulang Kampung. Salah satu tema program yang dilaksanakan adalah pencegahan Virus Corona. Di daerah kabupaten Sangihe sendiri menurut data yang dilansir dari laman web Corona.sulutprov.go.id terdapat 10 kasus positif Covid-19. Dengan kasus yang terjadi tidak terlalu banyak membuat beberapa masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik, contohnya seperti cuci tangan yang dilakukan secara asal-asalan, dan bahkan tidak mencuci tangan saat selesai beraktivitas yang dilakukan di tempat umum.

Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, yang aktifitas di tempat umum mulai diberlakukan kembali, hal ini akan berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19 ketika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Mengatasi hal tersebut melalui kegiatan KKN maka dilakukan beberapa cara untuk menghimbau masyarakat, pada minggu ketiga bulan Juli kegiatan mulai dilakukan yang terdiri dari; memasang baliho tentang protokol kesehatan, dan baliho langka-langka cuci tangan yang bertempat diarea Gereja, kemudian memasang poster-poster protokol kesehatan ditempat umum seperti; pasar, wc umum, dan dipinggir jalan kemudian membagikan hand sanitizer kepada para penjual-penjual di warung-warung kecil (warung Klontong). Kemudian inovasi baru yang dilakukan untuk pencegahaan Covid-19 adalah dengan membuat alat cuci tangan hand sanitizer dengan sistem injak, jadi cara kerjanya tidak perlu menggunakan tangan untuk menekan botol hand sanitizer. Pembuatan alat ini menggunakan pipa-pipa yang dihubungkan, alat ini difungsikan di Kantor Pemerintah Desa Laine.

Alat Handsanitizer Injak

Semua kegiatan ini dilakukan dengan tujuan pencegahaan penularan Covid-19 yang bisa saja terjadi kapan saja ketika kita tidak waspada dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat umum, bahkan beberapa masyarakat juga turut serta mengajak masyarakat yang lain bersama-sama menghimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan saat beraktifitas di tempat umum.

Penulis: DEMETRIUS R LAHINDO

Editor: Diar