Hati-Hati Salah Sangka! New Normal Bukan Normal!

Manado, Sulawesi Utara (2/8) – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jumlah penderita Covid-19 semakin bertambah setiap harinya. Namun, pemerintah mencetuskan istilah new normal. Apa sih new normal itu? Itulah topik yang ingin diangkat oleh Cessarro Ikhsan R (20), salah satu mahasiswa kedokteran Undip yang sedang melaksanakan program KKN di Lingkungan III Kelurahan Tikala Ares Kota Manado. “Di luar lingkungan kita, sudah banyak orang yang bepergian, keluar tanpa masker, bahkan tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Miris saya melihatnya. Walaupun di lingkungan kita cenderung aman dan masih memperhatikan protokol kesehatan, namun ada baiknya tetap diberi edukasi” ujar bu Hyacinta selaku Kepala Lingkungan III Kelurahan Tikala Ares. Cessarro ingin mengedukasi bahwa new normal itu bukan berarti kondisi sudah normal, namun kenyataannya, kasus Covid-19 semakin hari semakin banyak, sehingga wajib hukumnya untuk jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, hindari kontak, dan jika tidak ada urusan jangan keluar rumah.

Program yang dibawakan Cessarro adalah pembagian Handsanitizer buatan sendiri dan edukasi mengenai cara pembuatannya, serta edukasi mengenai apa sebenarnya new normal itu. Program ini dilaksanakan pada minggu ke III dan masih berlanjut sampai menjelang berakhirnya program KKN Undip 2020 ini. Pembuatan handsanitizer dilakukan dengan menggunakan arahan dari World Health Organization (WHO) sebagai acuannya. Menggunakan Alkohol 70% dan Aloe Vera, Cessarro membuat Handsanitizer ini untuk warga sekitar.

Cessarro membagikan Handsanitizer ini kepada warga yang ada di sekitar, dan mendapatkan respon positif dari warga. “Terimakasih dik, saya jadi lebih paham mengenai new normal dan terimakasih untuk handsanitizernya. Saya jadi bisa membuat sendiri dik jika punya saya sudah habis.” Ujar Mike, salah satu warga Lingkungan III Kelurahan Tikala Ares.

Selain itu, Cessarro juga memberikan edukasi mengenai cara cuci tangan dengan baik dan benar menurut standar WHO kepada warga. “Harapan saya semoga kedepannya masyarakat menjadi lebih mengerti dan paham mengenai new normal karena saya suka geregetan sendiri kalau melihat orang-orang masih keluar menyepelekan protokol kesehatan. Apalagi tidak pernah cuci tangan. Semoga dengan adanya program ini juga, masyarakat jadi punya “senjata” menghadapi covid-19 ini.” Tutur Cessarro.

Oleh : Cessarro Ikhsan Rachmana

Editor : Nurhasmadiar Nandini., S.KM., M.Kes