NEW NORMAL BUKAN BERARTI COVID-19 SUDAH HILANG

Semarang (25/07/2020) Pemerintah sudah memberlakukan new normal tetapi banyak masyarakat yang menyalahartikan. New normal seharusnya membuat kita lebih waspada terhadap COVID-19 yang ditandai dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang positif terkena COVID-19 setiap harinya. Terhitung sampai saat ini sudah ada lebih dari 100.000 kasus masyarakat Indonesia yang terkena COVID-19.

Pemerintah Kota Semarang memberikan pelonggaran yang diatur dalam PKM Jilid 4 terdiri dari 3 point. Pertama, terkait diijinkannya tempat wisata dan tempat hiburan untuk beroperasi kembali mulai 22 Juni 2020, dengan rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Kedua, tentang pembatasan jam operasional tempat usaha yang semula sampai jam 21.00, saat ini diberi kelonggaran hingga jam 22.00. Ketiga, soal kegiatan pernikahan dan pemakaman yang boleh melibatkan orang hingga 50% dari kapasitas ruang, namun sebanyak-banyaknya tidak lebih dari 50 orang. Hal ini disalahartikan oleh masyarakat yang menganggap bisa berkegiatan secara bebas seolah-olah sudah tidak ada pandemi COVID-19.

Mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun 2020 yang bertema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dimulai dari tanggal 5 Juli 2020 sampai 15 Agustus 2020. Kegiatan KKN kali ini berbeda karena dilakukan di daerah tempat tinggal masing-masing dikarenakan adanya pandemi COVID-19.

Sosialisasi tentang new normal diadakan di balai Kelurahan Ngesrep yang dihadiri oleh beberapa warga sekitar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 (menggunakan masker, menggunakan handsanitizer, dan menjaga jarak). Kegiatan penyuluhan yang dilakukan berupa hal apa saja yang penting dan harus diperhatikan pada masa new normal saat pandemi COVID-19, seperti tetap menggunakan masker dan mengganti dengan yang bersih minimal setiap 4 jam sekali, mencuci tangan menggunakan sabun minimal selama 20 detik, tetap berada di rumah jika tidak ada kegiatan yang mendesak, dan lain sebagainya.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga Kelurahan Ngesrep yang menghadiri sosialisasi tersebut. Materi yang disampaikan oleh mahasiswa sangat berguna untuk menghadapi pandemi COVID-19 yang semakin memakan korban.

Oleh                : Athalia Kartika Chandra Dewi – Akuntansi, FEB, Universitas Diponegoro.

Dibawah bimbingan: Dr.Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si