MAHASISWI UNDIP PANTANG MENYERAH SOSIALISASI NEW NORMAL WALAUPUN HARAPAN BELUM SESUAI

Kudus, (01/08/20) – COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Setelah lebih kurang 6 bulan COVID-19 ini muncul, hampir semua negara di dunia mulai mencoba suatu tatanan hidup baru atau new normal, termasuk Indonesia.

Penerapan protokol kesehatan saat fase new normal penting dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID-19. Penerapan protokol kesehatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan media cetak seperti poster. Sosialisasi mengenai new normal dilakukan secara door to door dan pertemuan pada kelompok kecil.

Gambar 1. Sosialisasi New Normal

Salah satu target untuk sosialisasi adalah anak-anak kecil. Anak kecil memiliki potensi yang cukup tinggi untuk terkena COVID-19 karena belum sepenuhnya mengerti tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan terkait COVID-19. Sosialisasi dilakukan saat anak-anak kecil bermain di sekitar rumah dan menggunakan bahasa penyampaian yang mudah dipahami anak-anak.

Gambar 2. Sosialisasi New Normal ke Anak-anak

Sosialisasi juga dilakukan pada kelompok kecil masyarakat yang jumlahnya tidak lebih dari 15 orang dan tetap dengan melakukn protokol kesehatan. Salah satu perwakilan masyarakat  menuturkan “kegiatan seperti ini (sosialisasi) penting untuk dilakukan, walaupun respon masyrakat kurang sesuai dengan harapan, kita tidak boleh berhenti melakukannya (sosialisasi) seperti halnya Ustadz yang tidak pernah lelah mengajak untuk Sholat Jum’at”.

Penulis : Warih Anjani Oktarima / 26040117140120 / Ilmu Kelautan

Editor : Shary Charlotte, S.IP, MA