GENERASI MENOLAK NARKOBA

Temanggung – Senin (30/1) Apa yang membuat suatu negara menjadi hancur hingga tidak memiliki harapan lagi? Salah satu alasannya adalah karena generasi muda nya yang telah diracuni oleh narkoba. Seseorang yang telah menjadi pecandu narkoba tentu tidak memiliki kemampuan berpikir yang baik, jangan kan untuk berpikir untuk bertahan hidup saja sulit.

Di Indonesia jumlah pengguna narkoba dari waktu ke waktu semakin meningkat, tak heran jika Presiden Joko Widodo menyatakan kini Indonesia sedang darurat narkoba. Pravalensi jumlah pengguna narkoba di Indonesia tercatat sekitar 2,20% atau 4.098.029 jiwa, maka bisa disebut juga 1 dari 50 orang di Indonesia adalah penyalahguna narkoba. Sedangkan Kabupaten Temanggung sendiri termasuk dalam 10 besar daerah yang peredaran narkoba nya terbesar di Jawa Tengah.

IMG_3375
Pemaparan materi.

Berangkat dari keprihatinan ini kami Tim I KKN Undip Kab. Temanggung Kec. Bansari Desa Campuranom memutuskan untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Target kami dalam pelaksanaan sosialisasi ini adalah siswa/i SMK N 1 Bansari, karena biasanya remaja cendrung memiliki potensi yang besar untuk mencoba narkoba karena mereka masih dalam fase pencarian jati diri. Sebelum melakukan penyuluhan bahaya narkoba, kami pun menyempatkan diri untuk ber-silahturahmi dan berdiskusi dengan pihak BNNK Temanggung yang mana lebih mengetahui permasalahan yang sebenarnya di lapangan.

Kegiatan sosialisasi ini pun disambut baik oleh pihak SMK N 1 Bansari, hal itu terlihat dari antusiasme pelajar yang besar. Diskusi yang alot pun tak dapat terhindarkan dalam sosilasasi ini, keingintahuan mereka yang besar dalam hal ini tentu akan berkesinambungan dengan meningkat nya pengetahuan mereka tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Diharapkan dengan bekal pengetahuan tersebut mereka dapat menjadi agen-agen anti narkoba bagi keluarga, lingkungan, dan bagi diri nya sendiri. Sebagai bentuk apresiasi kami memberikan hadiah buku bagi pelajar yang aktif pada kegiatan sosialisasi ini dan memberikan stiker logo ‘stop narkoba’ kepada setiap pelajar yang hadir pada saat itu.

IMG_3394
Pemberian hadiah kepada peserta.

Sosialisasi yang kami lakukan ini juga merupakan suatu bentuk pengejawantahan dari Pasal 104 jo. Pasal 105 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang bunyi nya sebagai berikut:

Pasal 104

“Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.”

Pasal 105

“Masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.”

Karena dewasa ini jika kita hanya mengandalkan peran Kepolisian atau BNN dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika tentu dirasa berat, oleh karena itu perlu adanya peran masyarakat yang proaktif guna memperoleh hasil yang lebih masksial.

Apabila seseorang telah mencoba narkoba, maka ia akan menelan suatu keniscayaan bersama dengan pahitnya narkoba. Dan keniscayaan terebut bernamakan penyesalan, yang mana tampaknya sudah terwakilkan dalam bait-bait lagu yang berjudul Balikin dari Slank.

Balikin-balikin bodi gue kayak dulu lagi

Elo bakal kena tanggung jawab kalo gue sampe, sampe mati

Balikin-balikin kehidupan yang seperti dulu lagi

Balikin-balikin kebebasanku yang seperti dulu lagi