Gembor Jaga Kesehatan, Mahasiswa Undip Rela Berkeliling

Sukmajaya, Depok (5/8). Di tengah pandemic seperti ini, tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang yang harus pergi keluar rumah demi menunaikan kewajibannya untuk tetap mencari nafkah. Hal ini dilakukan agar finansial tetap stabil dan kebutuhan sehari-hari dapat tercukupi. Maka dari itu, sangat rentan bagi orang-orang yang bekerja di luar rumah dapat terpapar virus baik melalui kontak fisik secara tidak sengaja maupun penyebaran melalui aerosol.

Kali ini, mahasiswa Undip menjalankan program KKN pertamanya kepada pedagang makanan terutama yang berlokasi tepat di pinggir jalan. Mahasiswa Undip berkeliling satu per satu para pedagang makanan untuk melakukan sosialisasi agar tetap mematuhi protocol kesehatan serta ditunjang dengan membagikan masker secara gratis. Program ini dilakukan berdasarkan kondisi lapangan, dimana masih ada beberapa pedagang yang tidak menggunakan masker saat melayani pembeli. Tak hanya itu, mahasiswa Undip ini juga membagikan stiker yang dapat ditempel di gerobak para pedagang. Stiker ini guna saling mengingatkan baik kepada pedagang itu sendiri maupun pembeli untuk tetap memakai masker apabila berpergian keluar rumah.

Pembagian masker kepada pedagang makanan
Pemasangan stiker pada gerobak milik pedagang makanan

Selanjutnya, program KKN kedua ditujukan kepada para warga sekitar yang tengah memasuki usia awal lansia dan masih harus bekerja, baik itu Work From Home (WFH), bekerja keluar rumah, maupun sedang merintis usaha kecil. Pada program ini, mahasiswa Undip mendatangi rumah warga satu per satu secara door to door untuk menghindari kerumunan massa. Mahasiswa Undip memberikan penyuluhan terkait tingkatkan gerakan hidup sehat di tengah pandemic. Selain itu, mahasiswa Undip juga memberikan salah satu olahan konsumsi TOGA sebagai bentuk pencegahan penyakit, bukan sebagai bentuk pengobatan. Mahasiswa Undip ingin warga sekitar lebih memahami betapa mahalnya nikmat kesehatan terutama di tengah pandemic saat ini yang dimana akses kesehatan lebih sulit dijangkau.

Oleh : Untari Noor Rizqy

Edited by : Aju Putrijanti