BERSAMA KARANG TARUNA PRODUKTIF DI RUMAH AJA

diskusi-video

Semarang (24/7), salah satu mahasiswi KKN UNDIP Tim II Periode 2020 berdayakan para pemuda karang taruna di tengah pandemi COVID-19 untuk membuat video sosialisasi tentang New Normal di wilayah RT 03/RW 01, Kelurahan Dadapsari.

Semenjak COVID-19 masuk ke Indonesia, seluruh kegiatan masyarakat sangat dibatasi atau bahkan dihentikan untuk menghindari penyebaran virus yang tergolong baru ini. Banyak tempat wisata, tempat usaha, pusat perbelanjaan, universitas, sekolah, dan tempat ramai lain ditutup sementara agar tidak banyak orang berkerumun. Semua upaya diusahakan oleh pemerintah untuk menekan peningkatan kasus positif COVID-19. Anjuran-anjuran untuk menjaga jarak dan tetap di rumah saja terus digemakan agar seluruh rakyat Indonesia waspada terhadap virus Corona.

Selang beberapa bulan, pemerintah menganjurkan adanya kebijakan kenormalan baru atau New Normal. New Normal dapat diartikan sebagai bentuk adaptasi diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Sebelum pandemi, masyarakat bisa bebas untuk beraktivitas, namun sekarang harus dibatasi karena ada COVID-19. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan perekonomian Indonesia tidak berhenti dan tetap berjalan selama pandemi. Walaupun begitu, tak banyak warga yang menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Beberapa dari mereka bahkan menganggap kebijakan New Normal ini adalah tanda bahwa COVID-19 sudah berakhir karena banyak tempat umum mulai dibuka kembali. Maka dari itu, diperlukan adanya sosialisasi yang gencar mengenai kebijakan New Normal di Indonesia agar masyarakat menjadi sadar dan tidak menganggap remeh Corona.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk turut mendukung kebijakan New Normal adalah dengan memberdayakan para pemuda karang taruna di wilayah setempat. Para pemuda sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat aktif dan tanggap dalam menghadapi permasalahan yang ada, seperti masalah COVID-19 saat ini. Karena sebagian besar karang taruna adalah pelajar maupun mahasiswa, mereka dianggap lebih memiliki pemikiran yang terbuka dan paham dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut dibuktikan dengan diskusi-diskusi daring yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan pembuatan video sosialisasi yang berjalan lancar. Ketika pertama kali diajak untuk membuat video pun mereka menyambut dengan baik dan antusias.

Proses pembuatan video, dari pengambilan gambar hingga penyuntingan, menghabiskan waktu satu minggu. Video sosialisasi dipublikasikan (30/7) ke grup WhatsApp kampung. Video sosialisasi yang dibuat bercerita tentang seseorang yang tidak menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Ia kemudian bermimpi positif COVID-19 dan meninggal dunia. Saat terbangun, ia sadar bahwa hidupnya dan hidup orang lain itu berharga. Akhirnya ia mencoba beradaptasi dengan kebijakan New Normal untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas kesehariannya. Memang tidak mudah membiasakan diri dengan kebijakan baru ini namun, bukan berarti masyarakat menjadi lengah. Video ini diharapkan dapat menyadarkan warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun.

(tautan video: https://www.instagram.com/p/CDZMVdlHAWrTqKDVeiUF6su5hXjXKAF3gNc2Dg0/)

Edit : Laura Andri R.M.,S.S.,M.A.