Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Olahan Tanaman Obat Keluarga Menjadi Sirup Anti Covid

Kudus(19/07/20) pukul 16.30 Mahasiswa KKN TIM II dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran melakukan program KKN yang pertama. Program KKN tersebut yaitu sosialisasi dan pembuatan sirup temulawak dan sirup rosella. Menurut Prana(2008) Temulawak (Curcuma xhantorriza) mengandung zat aktif yang khas yaitu Kurkumin dan Ukanon jenis A, B, C dan D yang berfungsi merangsang daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Bahan sirup temulawak yang terbuat dari temulawak, kayu secang, jeruk nipis, cengkeh dan kayu manis dapat digunakan untuk menangkal COVID-19  yang sedang menjadi pandemi hampir diseluruh dunia. Sirup rosella yang terbuat dari campuran bunga rosella, jahe dan daun mint juga dapat menjadi imunostimulan dan mencegah adanya penuaan dini(anti aging).

Mahasiswa menjelaskan kegunaan masing-masing bahan

Program sosialisasi dan pembuatan sirup temulawak dan sirup rosella dilaksanakan pada saat acara arisan ibu-ibu PKK di RT 02 RW 01 Desa Barongan. Program ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas warga desa Barongan untuk mewujudkan warga desa yang sehat dan terampil. Pembuatan sirup temulawak dan sirup rosella tersebut menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di desa untuk mempermudah warga mempraktikannya dirumah masing-masing ditambah apabila dibuat dengan skala besar dan dilakukan dengan region yang lebih luas dapat membuka adanya lapangan pekerjaan baru yang dapat meningkatkan perekonomian warga desa Barongan. Selain untuk meningkatkan produktivitas warga, produksi sirup tersebut merupakan bentuk kreativitas dan kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan warga yang sedang dihadapkan dengan pandemi COVID-19.

Mahasiswa mempraktikkan pembuatan sirup

Pada kesempatan sosialiasi tersebut mahasiswa menjelaskan khasiat sirup rosella dan sirup temulawak, mempraktikan bagaimana cara pembuatan sirup dengan menyediakan bahan dan alat serta bagaimana bahan tersebut diperoleh. Menurut Bu Zubaidah selaku ketua PKK “Kegiatan sosialisasi yang dibarengi dengan praktik pembuatan sirup sangat memudahkan kami untuk memahami penjelasan yang diberikan ditambah dengan bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapatkan membuat kami ingin mempraktikannya sendiri di rumah”

Sumber:

Prana, MS. 2008. The biologi of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Bogor (ID) : Biopharmaca Research Center Bogor Agricultural University.

Penulis : Raditiya Firda Maulany-22010317120025(Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran)

Editor: Shary Charlotte, S.IP, M.A