Keadaan Pangan Di Indonesia Kian Kritis, Ini Jurus Rahasia Mahasiswa Undip Dalam Melawan Krisis

Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Urban Farming dan Pengelolaan Sirup Herbal bersama Ibu-ibu PKK Desa Barongan

Kudus (27/7/2020) – Pandemi Covid-19 yang melanda sekarang ini berdampak pada berbagai sektor yang ada. Dampak ini sangat terasa dan menjadikan pola kegiatan manusia berubah dalam waktu singkat. Salah satu sektor yang terdampak adalah sektor pangan. Seperti yang diketahui pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat, dan ketersediaannya harus selalu ada dan terpenuhi guna menjamin kehidupan masyarakat yang ada.

Saat ini pandemi yang melanda seluruh dunia membuat berbagai gejolak sosial dan politik yang secara tidak langsung mengganggu ketahanan pangan negara. Hal ini disebabkan adanya karantina wilayah (lockdown) di sejumlah negara menyebabkan distribusi terhenti. Selain itu faktor cuaca mempengaruhi produksi di dalam negeri juga mempengaruhi pangan nasional. Sulitnya impor bahan pangan karena masing-masing negara akan memprioritaskan kebutuhan pangan masyarakat mereka terlebih dahulu.

Permasalahan stok pangan Indonesia yang rendah berpotensi menjadikan bahan-bahan kebutuhan menjadi naik. Hal ini dipastikan akan menyulitkan masyarakat karena melambungnya harga-harga di pasaran. Maka dari itu dalam hal ini partisipasi masyarakat juga diperlukan dalam masa-masa sulit ini, yakni dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk bertani guna menjaga ketahanan pangan tingkat keluarga.

Dan hal ini menjadi peluang bagi Mahasiswa Undip yang sedang melaksanakan KKN di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Dengan berlandaskan isu yang sedang terjadi mahasiswa melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat mau dan sadar betapa krisis pangan tengah menghantui.

Memang cukup berat untuk menyakinkan masyarakat mengenai permasalahan ini, karena masalah ini yang lingkupnya terkesan internasional dan masyarakat cenderung tidak terlalu mengikuti dunia internasional. Tapi perlahan tapi pasti dengan sosialisasi yang bertahap masyarakat mulai memahami.

“Di tengah pandemi ini, memang apa-apa serba sulit, dari cari makanan, kerja, hingga pergi sulit. Dan mungkin benar, menanam tanaman sendiri dan menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga itu penting. Apalagi harga sekarang mulai naik.” Hal tersebut diucapkan oleh Bapak Pramono selaku Ketua RW 1 Desa Barongan.

Tidak cuma mengangkat isu dan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat, Mahasiswa Undip juga memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai betapa pentingnya melaksanakan Urban Farming untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga. Mahasiswa Undip menganggap ini adalah sebuah potensi yang bisa diangkat, karena hampir sebagian besar masyarakat Desa Barongan tidak menanam sayuran atau tanaman yang dapat dikonsumsi sendiri. Selain itu keuntungan dari Urban Farming yang tidak perlu menggunakan banyak lahan karena Desa Barongan yang terletak di tengah perkotaan dan tidak memiliki lahan luas menjadi keunggulan tersendiri dalam pelaksanaannya. Urban farming sendiri ada berbagai macam bentuk, seperti hidroponik, aquaponik, vertikultur dll.

Dan pada tanggal 27 Juli 2020 yang bertempat pada Rumah Ibu Sulistia selaku Ketua Ibu-ibu PKK, Mahasiswa Undip mengadakan sosialisasi mengenai cara penanaman sayuran dan cara pengelolaan sirup dari bahan herbal. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Barongan yang memang berinisiatif ingin belajar tentang cara penanaman sayuran dan pengelolaan sirup di rumah sendiri.

Gambar 2. Masyarakat yang sudah menanam cabai dan bawang merah

Masyarakat sendiri cukup antusias dengan adanya program ini, karena bukan cuma diberikan edukasi mengenai dampak adanya pandemi ini namun juga diberi solusi agar dapat menjaga kondisi pangan keluarga mereka.

“Ternyata banyak sekali manfaat menanam dirumah, dan saya menyadari kalau menanam sayuran sendiri di rumah juga akan lebih murah dan sehat. Mungkin dengan adanya sosialisasi seperti ini ibu-ibu Desa Barongan bisa lebih aktif dan mau mengembangkan apa yang telah diajarkan oleh mahasiswa.” Kalimat yang keluar dari Ibu Sulistia selaku Ketua PKK Desa Barongan.

Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam masa-masa sulit saat ini, yakni dengan memanfaatkan lahan yang ada. Skala kegiatan ini memang tergolong kecil, tapi saat ancaman krisis pangan semakin dekat hobi menanam bisa memperkuat ketahanan pangan ditingkat keluarga.

Sumber :

Utami, Dian Wahyu. 2020. Ketahanan Pangan dan Ironi Petani di Tengah Pandemi COVID-19. https://kependudukan.lipi.go.id/id/berita/53-mencatatcovid19/879-ketahanan-pangan-dan-ironi-petani-di-tengah-pandemi-covid-19. (diakses pada 28 Juli 2020, pukul 20.39 WIB)

Penulis   : Mikael Witarka, Mahasiswa Hubungan Internasional

Editor  : Shary Charlotte HP, S.I.P., M.A