“TAK KENAL MAKA TAK SAYANG” MAHASISWA UNDIP AJAK KENAL WARGA RT 01 RW 05 DAN SIAPKAN WARGA UNTUK HADAPI NEW NORMAL

Kudus (17/07/2020) – Di awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan virus Corona atau Covid – 19 yang diawali oleh informasi dari World Health Organization (WHO) yang mengumumkan adanya kasus cluster pneumonia di kota Wuhan, provinsi Hubei, Cina pada tanggal 31 Desember 2019. Di Indonesia, kasus yang pertama kali terdeteksi adalah 2 orang yang tertular dari seorang warga Jepang di tanggal 2 Maret 2020 hingga sekarang telah terkonfirmasi ada 74.018 orang yang positif terpapar Covid – 19 dan 3.535 yang tercatat meninggal dikarenakan virus ini, sehingga hal ini membuat selama beberapa bulan terakhir, semua negara di dunia menghimbau masyarakat untuk menjauhi keramaian dan tetap dirumah untuk mencegah penyebaran virus Covid – 19.

Pandemi Covid-19 ini membuat KKN UNDIP berubah sistem dari yang awalnya luring menjadi daring, kemudian tema yang diangkat oleh tim KKN UNDIP adalah pulang kampung sehingga hal ini membuat para mahasiswa tim KKN UNDIP periode 2020 menjadi semakin giat untuk membangun desa masing – masing. Banyaknya cara kreatif yang dipakai mahasiswa seperti sosialisasi, pembuatan poster dan lainnya membuat mahasiswa Sastra Inggris UNDIP ikut serta berpartisipasi dengan membuat buku saku pencegahan Covid-19 dan membagikannya kepada warga RT 01 RW 05 Desa Demaan.

Buku saku ini berbeda dari buku saku pada umumnya karena buku saku yang dirancang oleh Hanna Levina berisikan materi pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia sekaligus bahasa Inggris ini dilatar belakangi oleh keadaan masyarakat dimana hanya sedikit dari sekian banyak masyarakat yang mampu berbahasa Inggris. Kemudian, alasan pembuatan buku saku ini dikarenakan dengan adanya pandemi ini, masyarakat memiliki lebih banyak waktu luang setelah sistem baru yaitu work from home telah ditetapkan dan dilakukan oleh banyak perusahaan dan institusi di Indonesia. Buku dan sosial media menjadi sasaran masyarakat untuk menghabiskan waktu luang di sela – sela work from home.  

Pembagian buku saku kepada tetangga RT 01 RW 05 Desa Demaan, Kabupaten Kudus.

            Buku saku berjudul “BUKU SAKU PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA DALAM MEMPERSIAPKAN KONDISI NEW NORMAL” buatan Hanna ini berisikan 14 halaman yang terdiri menjadi pendahuluan dan pembahasan. Pendahuluan mencakup penjelasan tentang arti dan definisi dari virus Corona dan Covid-19. Kemudian Hanna mengisi pembahasan dengan pemahaman lebih detail lagi mengenai Covid-19 seperti gejala – gejala Covid-19, cara pencegahan hingga kondisi Kabupaten Kudus agar membuat warga RT 01 RW 05 Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus ini menjadi lebih waspada.

Pembagian buku saku kepada Ketua RT 01 RW 05 Desa Demaan, Kabupaten Kudus.

“Wah, sudah jadi ya kok cepat sekali. Bagus ini mbak untuk pencegahan teruatama Kabupaten Kudus yang masih berada di zona merah dan juga bahasa Inggris ya”, tutur Ketua RT 01/ RW 05 Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Besar harapan bagi masyarakat Kudus khususnya warga RT 01/ RW 05 Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus agar dapat membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 setelah mendapatkan buku saku ini.

Oleh: Hanna Levina Goei (Sastra Inggris, Universitas Diponegoro – NIM 13020117140067)

Editor: Shary Charlotte, S.IP, M.A