TARIAN GARUDA DI CAKRAWALA DUNIA! Pemberdayaan Siswa/i MTs Darut Taqwa Terkait Pentingnya Kebudayaan Lokal sebagai Elemen Diplomasi suatu Negara

Bulusan, Semarang (25/7). Pelaksanaan KKN Universitas Diponegoro Tim II 2020 mulai berlangsung sejak Minggu, 5 Juli 2020 hingga Sabtu, 15 Agustus 2020. KKN Undip Tim II 2020 memiliki konsep yang sangat berbeda dari KKN Reguler biasanya sebagaimana kini KKN berlangsung dalam kondisi pandemi sehingga bersifat mandiri atau KKN yang diadakan dikampung masing-masing secara individu dengan mengusung tema ”Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)“. Selain membuat program yang diharapkan mampu relevan dengan kondisi saat ini, program pengabdian masyarakat juga diharapkan sesuai dengan konsentrasi jurusan masing-masing. Berangkat dari hal ini, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional melakukan riset terkait isu transnasional dan internasional yang menjadi salah satu masalah di Kelurahan Bulusan. Dari riset tersebut dapat disimpulkan bahwa di era pandemi ini, remaja sangat rentan diracuni oleh kebudayaan luar (Korea, Jepang, AS, dll) dan bahkan melupakan kebudayaannya sendiri.

Diskusi dengan Ketua RW 4, Kelurahan Bulusan.
Diskusi dengan pihak sekolah terkait pelaksanaan Program Kerja KKN sekaligus mengurus perijinan.

            Setelah dilakukan diskusi dengan pihak Kelurahan, RT, RW setempat, Mahasiswa dan pihak terkait sepakat untuk melakukan pemberdayaan di salah satu sekolah di Kelurahan Bulusan yaitu MTs Darut Taqwa. MTs Darut Taqwa dinilai sangat cocok dijadikan sebagai tempat pemberdayaan mengingat banyaknya remaja yang sangat rentan diracuni oleh kebudayaan luar negeri. Pemberdayaan dimulai dengan sosialisasi mengenai kebudayaan Indonesia yang beberapa diantaranya sudah mendunia seperti batik, tari piring, gamelan, sasando, rendang, dll. Mahasiswa juga mengajarkan mengenai nilai penting kebudayaan bagi suatu negara, dimana kebudayaan tidak hanya dikenal sebagai identitas bangsa namun juga bisa digunakan sebagai instrumen diplomasi dengan negara lain. Sosialisasi tersebut disambut meriah oleh para siswa/i MTs Darut Taqwa.

Sosialisasi pentingnya kebudayaan sebagai elemen diplomasi suatu negara di Siswa/i kelas 8 MTs Darut Taqwa.
Pemasangan Poster yang berisikan ajakan untuk mempertahankan budaya Indonesia.

Meskipun beberapa diantara mereka mengaku banyak yang mengikuti dan menyukai budaya luar negeri seperti drama korea, anime jepang, dll. Namun, mereka beranggapan bahwa kebudayaan Indonesia ternyata juga tidak kalah indah dan mempesona jika dibandingkan dengan kebudayaan luar negeri. Mereka sangat terinspirasi ketika mendengar bahwa banyak dari kebudayaan Indonesia yang telah dipentaskan di panggung kesenian luar negeri (Italia, London, dll) dan banyak disukai oleh orang luar negeri. Kemudian, pemberdayaan dilanjutkan dengan pemasangan poster dan pembagian kuisioner di MTs Darut Taqwa guna memastikan efektivitas dari sosialisasi yang telah dilakukan. Poster berisikan ajakan untuk melestarikan dan mempertahankan budaya Indonesia, ditambah dengan gambar-gambar kebudayaan Indonesia yang Go International yang dikemas secara menarik. Kemudian, dari kuisioner yang dibagikan, dapat disimpulkan bahwa siswa/i mulai sadar akan arti penting mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Indonesia.

#KKNtimIIperiode2020

#p2kknundip

#lppmundip

#UNDIP

#KKNIndonesiaTimur

Ragil Prakoso – Hubungan Internasional Universitas Diponegoro 2017

Dosen Pembimbing : Nurhasmadiar Nandini, S.KM., M.Kes.

Kelurahan Bulusan, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.