“Grebek Warung”, Kontribusi nyata mahasiswa UNDIP dalam membantu keberlangsungan usaha UMKM.

Kota Malang (08/20). Penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia yang masif hingga hari ini menuntut banyak sekali penyesuaian dalam berbagai aspek. Pemerintah pusat maupun daerah menjawab tuntutan tersebut dengan memberlakukan beberapa peraturan, diantaranya seperti larangan mudik saat lebaran, lockdown wilayah (PSBB), pemberlakuan kerja, sekolah dan kuliah secara online serta berbagai peraturan lainnya. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa Pandemi yang terjadi saat ini merupakan hal yang serius, dan menuntut semua pihak – bukan hanya pemerintah, namun juga masyarakat – untuk berperan aktif dalam melakukan penanganan terhadap pandemi Covid-19 yang terjadi.

Telah diketahui bersama bahwasanya dengan adanya pandemi ini membuat perekonomian nasional anjlok terkhusus sektor UMKM merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup signifikan dikarenakan adanya pandemi ini. UMKM berkontribusi sebanyak lebih dari 99%, meyerap tenaga kerja yang banyak yaitu sekitar 97% dan berkontribusi sebanyak 61% PDB nasional tahun 2018. Diprediksikan 47% UMKM terancam bangkrut akibat Covid-19. Lalu bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut?

Murran Afif Wahyudi, mahasiswa Undip prodi S1 Akuntansi membuat suatu terobosan yang inovatif yakni “Grebek Warung”. Program tersebut berisikan kegiatan kegiatan yang dinilai mampu membantu pelaku UMKM khususnya pelaku usaha makanan dan minuman dalam keberlangsungan usahanya. Dimulai dengan survey dan diskusi kepada pelaku UMKM terkait kendala dan hambatan dalam bisnis yang dijalani oleh mereka, diakhiri dengan solusi yang dibuat oleh mahasiswa.

Dari hasil diskusi yang telah dilakukan, ditemukan salah satu masalah utama pelaku usaha makanan dan minuman adalah turunnya angka penjualan di masa pandemi ini. Selain pelaku usaha juga tidak tahu menahu terkait metode yang tepat untuk menentukan laba bersih.

Dari permasalahan tersebut tercetus ide untuk membuat suatu modul atau booklet yang berisikan terkait strategi bisnis di masa pandemi covid 19 serta cara untuk melakukan pembukuan sederhana bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Pemberian modul diikuti dengan kegiatan penyuluhan dan pendampingan,, dikarenakan pelaku usaha tentunya kebingungan apabila hanya diberikan modul tanpa penjelasan lebih lanjut.

Tidak sampai disitu, program “Grebek Warung” juga mensosialisasikan terkait penerapan prosedur kesehatan di masa new normal. Pemilik warung senantiasa diingatkan untuk menjaga kebersihan serta menerapkan physical distancing bagi konsumen. Selain itu pelaku usaha makanan dan minuman juga diberi sebotol handsanitizer sebagai perlengkapan penunjang new normal.

Dokumentasi kegiatan bersama pemilik warung makan di wilayah objek KKN

Editor: Lintang Dian Saraswati, SKM, M.Epid