SAMPAH MASKER MEDIS MENINGKAT PESAT, YUK IKUTI CARA PENGELOLAAN YANG TEPAT!

SEMARANG (01/02) Berjalan hampir satu tahun jumlah kasus COVID-19 meroket di Indonesia, menyebabkan keadaan semakin mengkhawatirkan. Persebaran penyakit semakin cepat terutama pada masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.

Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus, pemakaian alat pelindung diri (APD) semakin gencar dipromosikan guna meminimalkan persebaran virus. Salah satu alat proteksi yang umum digunakan yaitu masker medis. Sampah masker medis (infeksius) yang berasal dari rumah tangga menjadi persoalan baru karena tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Masker bekas mengandung patogen yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Di Indonesia jumlah limbah infeksius yang mencakup masker medis mengalami kenaikan hingga 50%. Bahkan hingga saat ini belum ada sosialisasi menyeluruh ke masyarakat terkait cara pengelolaan masker medis bekas pakai, sedangkan limbah infeksius ada yang berasal dari rumah tangga. Berdasarkan survey yang dilakukan, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya serta bahaya dari pengelolaan sampah masker medis yang kurang tepat.

Melihat permasalahan tersebut mahasiswi KKN Undip berinisiatif melakukan edukasi kepada warga sekitar terkait cara pengelolaan masker medis bekas pakai di lingkup rumah tangga. Edukasi ini dilakukan secara door to door di daerah Pandansari Permai RT 08 RW 02 Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Poster panduan membuang sampah bekas

Edukasi yang dilakukan berupa sosialisasi menggunakan media poster. Poster tersebut mencakup panduan membuang masker medis bekas pakai bersumber dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat cukup antusias dan mampu memahami cara membuang masker yang baik.

Sosialisasi kepada warga
Sosialisasi kepada warga

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, muncul sebuah inovasi untuk menciptakan masker medis ramah lingkungan. Masker yang dapat dilarutkan dalam air, tetunya setelah melalui proses sterilisasi. Kemudian bagian lain dari masker dapat terurai secara alami. Inovasi tersebut dapat dijadikan referensi bagi sektor yang berkaitan dalam produksi masker di Indonesia.

Adanya edukasi terkait pembuangan sampah masker medis, harapannya dapat menjadi upaya dalam meminimalisir adanya kontaminasi silang dari masker medis bekas dan menjadi pengetahuan bagi masyarakat.

Penulis                        : Farah Azzahra Anggraini – 25000117140143 – FKM

Dosen Pembimbing    : Prof.Dr.Ari Pradhanawati, M.Si