Rice Bowl Isi Ayam Goreng? Sudah Biasa!!

Brebes (29/01) KKN UNDIP TIM 1 tahun 2021 yang dilaksanakan dari tanggal 4 Januari hingga 16 Febuari 2021 dengan tema yang diangkat dalam KKN kali ini adalah “ Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID – 19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” ini merupakan kali kedua pemberlakuan KKN Pulang Kampung akibat pandemi COVID-19. Dimana mahasiswa diharuskan melaksanakan KKN secara individu di daerah asalnya masing – masing ataupun daerah lain dengan alasan tertentu.

Akibat dari pandemi  COVID – 19 banyak orang kehilangan pekerjaannya dan mengalami kesulitan ekonomi. Banyak ibu – ibu yang mengangur di rumah berakhir dengan duduk – duduk  di luar dan ngerumpi dengan tetangga setelah pekerjaan rumah sudah selesai. Selain itu di Brebes lebih tepatnya kecamatan Bumiayu telah di berlakukan sekolah tatap muka walaupun hanya sekedar untuk mengumpulkan tugas saja. Namun hal ini tetap membuat orang tua takut anaknya jajan sembarangan dan sering membawakan bekal. Namun kadang tidak dimakan karena bosan karena isi yang sama terus. Melihat hal ini memunculkan ide untuk membuat program yang memanfaatkan ibu – ibu ini sebagai sasarannya yaitu sosialisasi pembuatan rice bowl berisi karaage (ayam goring ala jepang) sebagai inspirasi usaha ataupun bekal makan sehat untuk anak.

Program ini dilaksanakan pada jumat (29/01) dengan cara sosialisasi dari rumah ke rumah membawa sampel karaage yang sudah di bumbui dengan saus untuk dicoba. Setelah itu mulai di jelaskan apa itu rice bowl, rencana isiannya, kandungan gizi dan manfaatnya serta hal – hal lain berkaitan dengan resep karaagenya. Karage sendiri merupakan ayam goring khas Jepang yang mana cukup berbeda dengan ayam goring kebanyakan karena prosen penggorengannya dilakukan dua kali sehingga kerenyahan ayam bisa lebih lama bertahan dibandingkan ayam goreng biasa. Banyak ibu yang merespon baik dan merasa cocok dengan resepnya namun ada juga yang tidak. “ Rasanya sangat enak dan akan sangat cocok untuk bekal anak,namun mungkin untuk saus nya bisa lebih manis agar lebih cocok dengan lidah anak – anak dan juga pengunaan jahe yang lebih sedikit pula” ujar salah satu ibu.  Namun saat di tanya mengenai perihal menjadikan rice bowl ini sebagai usaha banyak ibu yang menolak. “ Bukannya tidak mau ya, tapi posisi nya saya masih harus mengurus rumah dan anak – anak yang tidak bisa ditinggal. Tapi mungkin bisa kalo nanti anak – anak dah bisa ditinggal” ujar beberapa ibu.

#KKNCilacapBrebes

Penulis : Veren Nurcahyani (BKJ – FIB)

Nissa Kusariana., S.KM., M.Si