Lawan COVID-19, Dengan Jum’at Berbagi??

Pekalongan (29/01/2021) Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh aktivitas dan kegiatan manusia di seluruh dunia. Tak terkecuali adalah pada sektor pendidikan. Salah satu perubahannya adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang biasanya dilaksanakan secara kelompok (tim), namun pada pelaksanaan KKN kali ini dilakukan dengan cara mandiri (individu). KKN yang biasanya dilaksanakan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM (berbasis desa binaan) maka saat ini ditentukan sendiri mahasiswa berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman). Perubahan model KKN ini diharapkan tidak menghilangkan makna KKN dalam pemberdayaan masyarakat, oleh karena itu meskipun pelaksanaannya secara mandiri dan ada pembatasan dalam berkegiatan namun hendaknya tetap bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam masa pandemi Covid-19.

Pada periode KKN Tim I Tahun Akademik 2020/2021, tema KKN yang diusung adalah “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”. Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro bimbingan Farid Agushybana,SKM, DEA, Ph.D yang berlokasi di kelurahan Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara melakukan Pemberdayaan edukasi kepada warga tentang bagaimana menolong sesama untuk melawan COVID-19.

Makanan Yang Terkumpul Untuk Dibagikan

Masyarakat kelurahan padukuhan kraton membutuhkan bantuan terhadap sesama karena dengan adanya Covid-19 ini cukup susah untuk menyambung hidup karena terdampak dan hilangnya mata pencaharian mereka, apalagi dengan diberlakukannya PSBB yang mengharuskan kegiatan apapun sudah dihentikan pukul 21.00 WIB.

Tak lupa juga saya memberikan langkah-langkah pola hidup sehat yaitu sering mencuci tangan sebelum makan, menggunakan masker kain setiap melakukan kegiatan diluar rumah, menjaga jarak antar individu minimal satu meter, dan tidak berpergian ke kerumunan atau tempat ramai. Serta menjaga tubuh kita tetap sehat selama dirumah seperti menjaga pola makan, kebersihan lingkungan.

Salah Satu Proses Pembagian

Tak hanya itu, dengan adanya edukasi ini warga pun diberi arahan untuk melakukan kegiatan berbagi walau hanya donasi 10 ribu saja, diharapkan masyarakat dapat patuh melaksanakan adaptasi kebiasaan baru, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19, dan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan dalam kehidupam sehari-hari. Output dari kegiatan ini adalah berupa kegiatan yang dilaksanakan setiap hari jum’at untuk berbagi rejeki yang dinamakan Jum’at berbagi.

Penulis : Muhammad Reynaldi Eka Saputra

Editor : Farid Agushybana,SKM, DEA, Ph.D